7 Mitos Mata Merah Akibat Konjungtivitis yang Perlu Diluruskan

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum

Ada banyak mitos saat seseorang mengalami masalah pada mata merah. Mata merah sebenarnya merupakan kondisi medis yang bernama konjungtivitis. Dilansir dari National Eye Institute, kondisi ini terjadi saat konjungtiva mengalami peradangan. Untuk meluruskan berbagai mitos terkait mata merah akibat konjungtivitis, simak ulasan berikut ini.

Mitos seputar mata merah karena konjungtivitis

Berikut beberapa mitos mengenai konjungtivitis atau pink eye yang perlu diluruskan:

1. Konjungtivitis pasti menular

cara mengatasi mata kering dan sensitif

Banyak orang percaya semua orang yang mengalami mata berwarna merah karena konjungtivitis pasti menularkan kondisinya tersebut. Padahal, hal ini hanya mitos belaka. Pasalnya, tidak semua orang yang mengalami konjungtivitis bisa menularkan penyakitnya tersebut pada orang lain.

Jika kemerahan pada mata disebabkan oleh virus atau bakteri, hal ini memang bisa menular. Akan tetapi, jika kemerahan ini disebabkan karena bahan kimia tertentu atau alergen, tak perlu takut karena kondisi ini tidak menular.

2. Hanya anak-anak yang bisa mengalami konjungtivitis

menghilangkan mata panda

Jika Anda mendengar bahwa konjungtivitis hanya menyerang anak-anak, tandanya itu informasi yang keliru. Mata merah karena konjungtivitis memang paling sering terjadi pada anak. Hal ini biasanya terjadi karena anak cenderung menggosok mata tanpa mencuci tangannya yang kotor. Namun, kondisi ini juga bisa dialami oleh orang dewasa saat melakukan kebiasaan tersebut.

3. Mata merah pasti selalu konjungtivitis

mata belekan

Ada banyak sekali kondisi yang membuat mata seseorang menjadi merah. Mulai dari alergi hingga sindrom mata kering. Bahkan, ada tiga kondisi serius yang membuat mata juga menjadi kemerahan yaitu glaukoma (kerusakan pada saraf optik), skleritis (peradangan pada selaput putih di sekitar mata), dan uveitis (peradangan dan pembengkakan pada lapisan tengah bola mata).

4. Tidak ada obat untuk konjungtivitis

Pengobatan konjungtivitis tergantung penyebabnya. Konjungtivitis yang disebabkan karena virus memang dapat sembuh sendiri, dibantu dengan kompres dingin dan tetes mata buatan untuk menenangkan mata.

Lain halnya jika disebabkan oleh bakteri, pengobatan yang tepat adalah dengan tetes mata antibiotik. Selain itu, obat alergi juga bisa membantu meredakan konjungtivitis jika disebabkan oleh alergen. Untuk itu, jika keluhan Anda tidak kunjung membaik, konsultasikan ke dokter untuk mengetahui penyebab dan pengobatan yang tepat terhadap gejala konjungtivitis Anda.

5. Tak akan muncul kalau tidak mengucek mata dengan tangan kotor

cara mengatasi mata kering

Menyentuh mata dengan tangan yang kotor hanya salah satu dari sekian banyak penyebab konjungtivitis. Anda juga bisa mengalami kondisi ini saat terpapar dengan zat yang terkontaminasi seperti lensa kontak yang kotor, makeup, polusi, dan bulu hewan peliharaan. Selain itu, konjungtivitis virus dan bakteri juga dapat tertular dari orang lain.

6. Hanya bisa menyerang sekali saja

mata terasa perih

Faktanya, mata merah akibat konjungtivitis bisa muncul lebih dari sekali. Kondisi ini akan dengan mudah terulang jika Anda terpapar hal-hal yang memicunya. Oleh sebab itu, Anda perlu berhati-hati dan menjaga kesehatan mata apalagi jika memiliki alergi terhadap bahan tertentu.

7. Bayi tidak bisa kena konjungtivitis

higroma kistik

Bayi yang baru lahir bisa mengalami konjungtivitis neonatal. Kondisi ini disebabkan karena saluran air mata yang tersumbat, iritasi, atau infeksi. Biasanya, bakteri atau virus ini ditularkan dari ibu ke bayi saat melahirkan.

Umumnya, kondisi ini terjadi ketika ibu memiliki penyakit kelamin seperti klamidia atau gonore. Selain di mata, bayi yang lahir dengan konjungtivitis akibat penyakit kelamin ini bisa mengalami infeksi serius di paru-paru dan sumsum tulang belakang.

Baca Juga:

Sumber
Yang juga perlu Anda baca