Bisakah Mencegah Katarak Pada Bayi Saya yang Baru Lahir?

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum

Mata katarak yang ditandai dengan memutihnya bagian lensa mata akibat penuaan, memang lazim terjadi pada orang yang lanjut usia (lansia). Biasanya orang yang mengalami katarak akan melihat berkas putih seperti ada awan yang menutupi lensa matanya. Tentu saja, hal ini dapat menurunkan kemampuan seseorang untuk melihat. Meski umumnya pada lansia, tapi tahukah Anda bahwa katarak bisa terjadi pada anak-anak, bahkan bayi baru lahir? Lantas bisakah katarak pada bayi dicegah?

Katarak pada bayi biasanya merupakan bawaan lahir

Mata berawan yang terjadi pada bayi, biasanya sudah ada sejak si kecil lahir, disebut dengan katarak kongenital atau katarak bawaan. Pada mata bayi yang normal, ketika cahaya masuk ke dalam lensa, mata akan membuat bayangan yang tepat, persis seperti aslinya dan inilah yang dilihat mata.

Namun, katarak pada bayi membuat cahaya yang masuk tidak sempurna akibat lensa keruh. Hal ini membuat cahaya menyebar dan bayangan yang diterima mata menjadi kabur tidak jelas. Biasanya, katarak pada bayi diketahui dari warna lensa yang dimilikinya, bila ada bercak keabu-abuan pada lensa, maka ia mengalami katarak kongenital.

Selain itu, tanda bayi dengan katarak juga bisa dilihat dari perilakunya. Jika ia tidak peka dengan lingkungan sekitar, contohnya tidak menengok ketika ada orang di sebelahnya atau saat dipanggil, bisa saja si kecil mengalami masalah ini.

Sekitar 50% kasus katarak kongenital terjadi akibat mutasi (perubahan) gen bayi ketika ia mengalami perkembangan di dalam kandungan. Hal tersebut bisa diakibatkan oleh masalah kesehatan yang terjadi selama kehamilan. Sementara itu, sejumlah 23%-nya disebabkan karena keturunan dari orangtua. Selain penyebab-penyebab tersebut, pada kasus lain katarak pada bayi tidak diketahui penyebab pastinya.

Jadi, apakah katarak pada bayi tidak bisa dicegah?

Katarak pada bayi baru bisa dilihat dan didiagnosis setelah proses persalinan. Sebelum lahir, belum ada cara untuk mendeteksi masalah ini pada mata janin. Akan tetapi, Anda bisa melakukan pencegahan untuk tidak terserang penyakit infeksi maupun gangguan kesehatan lainnya selama kehamilan.

Pasalnya, katarak pada bayi ini juga diketahui terjadi akibat komplikasi yang terjadi saat kehamilan. Komplikasi kehamilan yang bisa menyebabkan hal ini seperti, penyakit infeksi rubella, cacar air, herpes simplex, herpes zoster, influenza, poliomyelitis, virus Epstein-Barr, sifilis, dan toksoplasmosis.

Semua penyakit infeksi tersebut, disebabkan oleh virus yang bisa menyebabkan gangguan perkembangan janin. Untuk mencegah infeksi virus tersebut, Anda bisa melakukan imunisasi sebelum dan selama masa kehamilan. Ada beberapa jenis imunisasi yang memang lebih baik dilakukan sebelum memasuki masa kehamilan, hal ini cukup ampuh untuk mencegah serangan virus.

Untuk mengetahui lebih lanjut terkait imunisasi ibu hamil apa saja yang harus didapatkan, Anda dapat berkonsultasi pada dokter kandungan.

Sementara itu, bila dalam keluarga Anda ada yang memiliki riwayat katarak kongenital, maka sebelum merencanakan kehamilan, Anda konsultasikan hal ini pada dokter. Masalahnya katarak kongenital ini bisa saja diturunkan ke bayi Anda kelak.

Baca Juga:

Sumber
Yang juga perlu Anda baca