Daftar Kebiasaan yang Merusak Mata, dan yang Sebenarnya Boleh-boleh Saja

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum

Mata merupakan salah satu organ penting yang cukup kompleks dan memiliki fungsi sangat krusial. Selain itu, mata adalah bagian tubuh yang memiliki daya tarik tersendiri bagi manusia, sehingga tak jarang mata diibaratkan sebagai identitas diri seseorang. Namun taukah Anda jika ada banyak mitos dan fakta soal kebiasaan yang “katanya” bisa merusak mata? Simak ulasan berikut ini.

1. Apa benar sering mengonsumsi wortel baik untuk mata?

Hal ini adalah fakta. Wortel memang sayur buah yang banyak mengandung vitamin A dan terbukti bisa meningkatkan kesehatan mata. Oleh karena itu, mengonsumsi wortel mampu memenuhi sedikit asupan vitamin A yang baik untuk penglihatan.

2. Apa benar menonton TV terlalu dekat bisa merusak mata?

Hal ini adalah mitos. Menonton TV terlalu dekat justru akan membuat Anda sakit kepala dan mata lelah, buka merusak penglihatan. American Academy of Ophtalmology (AAO) mengatakan jika anak-anak beresiko lebih rendah mengalami mata lelah dibandingkan orang dewasa. Sehingga, tidak jarang anak-anak lebih sering menonton TV dengan jarak yang dekat atau membaca buku yang terlalu dekat mata. Namun, menonton TV terlalu dekat bisa jadi merupakan sinyal kalau Anda mengalami rabun dekat.  

3. Apa benar membaca dalam gelap bisa merusak penglihatan?

Hal ini adalah mitos. Sama halnya menonton televisi terlalu dekat, saat membaca dalam keadaan yang gelap Anda akan mengalami kelelahan mata atau sakit kepala. Tapi hal itu tidak menurunkan fungsi mata Anda.

4. Apa benar memakai kacamata atau lensa kontak justru semakin merusak mata dan bikin ketergantungan?

Hal ini adalah mitos. Fungsi mata Anda tidak akan semakin rusak akibat dari penggunaan lensa kontak atau kacamata, asalkan Anda memakai dua alat tersebut sesuai dengan resep dokter. Fungsi mata Anda mungkin akan melemah seiring berjalannya waktu akibat penuaan atau karena adanya tanda penyakit tertentu.

5. Apa benar anak yang memiliki mata juling bisa diobati?

Hal ini adalah fakta. Strabismus atau mata juling bisa diobati pada anak yang usianya masih kecil. Hal itulah sebabnya penting untuk segera melakukan tes mata sejak dini agar bisa mendapatkan tindakan yang sesuai. Tes mata ini bisa dilakukan ketika anak masih bayi dan kemudian dilakukan lagi saat anak berusia dua tahun.

6. Apa benar kita tidak bisa mencegah kebutaan?

Hal ini adalah mitos. Saat Anda mengalami gejala seperti penglihatan kabur, sakit mata, rentan terhadap cahaya, atau mata berair sebaiknya Anda segera berkonsultasi ke dokter. Jika terdeteksi sejak dini dan tergantung pada penyebabnya, hal tersebut masih diobati atau setidaknya memperlambat hilangnya penglihatan.

7. Apa benar menggunakan lampu tidur di kamar berisiko terkena rabun dekat?

Hal ini adalah mitos. Sampai saat ini pada dasarnya tidak ada cukup bukti yang bisa membuktikan hal tersebut. Menggunakan lampu tidur di dalam kamar khususnya kamar anak, justru sebenarnya bisa membatu mereka untuk belajar fokus dalam mengembangkan keterampilan koordinasi mata saat mereka terbangun.

8. Apa benar melihat ke arah cahaya matahari bisa merusak mata?

Hal ini adalah fakta. Melihat ke arah matahari tidak hanya menyebabkan sakit kepala dan merusak penglihatan, tetapi juga dapat menyebabkan kerusakan permanen pada retina Anda. Selain itu paparan sinar matahari juga bisa menambah efek dari radiasi ultraviolet pada mata Anda. Akibatnya mata akan mengalami gangguan seperti degenerasi makula, retinitis solar, dan distrofi kornea.

Waktu yang paling berbahaya melihat matahari adalah saat terjadi gerhana matahari. Pacaran sinar matahari memang tersembunyi, tapi sinar yang tersembunyi itu yang berbahaya karena bisa membuat mata Anda terbakar permanen.

9. Apa benar mengonsumsi banyak pemanis buatan membuat mata jadi lebih sensitif terhadap cahaya?

Hal ini adalah fakta. Jika Anda mengonsumsi pemanis buatan seperti cyclamates, mata Anda akan lebih sensitif terhadap cahaya. Ada faktor lain juga yang akan membuat mata Anda lebih sensitif terhadap cahaya, yaitu penggunaan antibiotik, kontrasepsi oral, obat tekanan darah tinggi, diuretik, dan obat diabetes.

10. Apa benar pria rentan mengalami buta warna dibanding wanita?

Hal ini adalah fakta. Pasalnya diperkirakan sebanyak delapan persen pria menyetujui jika mereka mengalami buta warna. Sedangkan hanya sekitar satu persen wanita yang mengaku mengalami buta warna.

Baca Juga:

Sumber
Ingin hidup lebih sehat dan bahagia?
Dapatkan update terbaru dari Hello Sehat seputar tips dan info kesehatan
Yang juga perlu Anda baca