6 Cara Mengatasi Mata yang Perih dan Terasa Panas Berdasarkan Penyebabnya

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum

Mata perih dan terasa panas sangatlah mengganggu aktivitas. Sebentar-sebentar Anda tidak tahan untuk mengucek mata. Padahal, mengucek mata bukanlah cara yang baik untuk mengatasi mata perih. Lalu, harus bagaimana? Cara mengatasi mata perih dan terasa panas sebetulnya ada banyak, tergantung juga dari apa yang menyebabkannya. Simak di sini, yuk!

Tips mengatasi mata perih dan panas, berdasarkan penyebabnya

1. Blepharitis

Blepharitis

Blepharitis atau blefaritis adalah infeksi bakteri yang menyerang pinggiran kelopak mata (garis tumbuhnya bulu mata).

Selain mata perih, blefaritis menyebabkan kulit kelopak mata menjadi merah dan bengkak. Kondisi ini umumnya mengenai kedua mata, dan biasanya salah satu mata akan tampak lebih meradang. Gejala dirasakan lebih berat pada pagi hari.

Cara mengatasinya:

Kompres hangat pada mata yang terasa perih dapat melunakan kerak belek yang menempel di tepian kelopak mata dan bulu mata. Lakukan selama 10 menit, dan ulangi beberapa kali sehari jika perlu.

Setiap kali habis mengompres mata, gosok lembut kelopak mata dengan kapas yang telah direndam air dan sampo bayi. Pijat dengan gerakan memutar, setelahnya betul-betul keringkan daerah mata Anda yang terinfeksi.

Selama masih terkena blefaritis, batasi atau hentikan dulu sementara memakai riasan mata. Penggunaan riasan mata akan membuat kebersihan kelopak mata lebih sulit dijaga. Menjaga kelopak mata agar tetap bersih nyatanya adalah kunci dari pengobatan blefaritis yang efektif.

Jika tidak membaik, Anda mungkin perlu ke dokter untuk mendapatkan resep obat khusus seperti salep antibiotik atau krim steroid.

2. Mata kering

Mata kering merupakan penyebab paling umum kenapa mata bisa terasa panas dan perih, serta terus-terusan berair. Anda juga bisa merasakan sensasi kesat atau berpasir seperti ada yang menyangkut di dalam mata.

Cara mengatasinya:

Anda bisa melembapkan mata pakai obat tetes yang khusus dibuat untuk mata kering atau pakai air mata buatan. Keduanya bisa Anda dapatkan di apotek tanpa harus menebus resep dokter. Pilih obat tetes yang tanpa pengawet. Biasanya dikemas dalam tube sangat kecil untuk sekali pakai. Selalu ikuti aturan dan cara pakai di kemasannya.

Cara lainnya adalah dengan memperbanyak makan makanan kaya omega-3 dan banyak minum air putih. Untuk sementara waktu mungkin pakai kacamata hitam dulu selama beraktivitas di luar ruangan demia mencegah mata semakin kering.

Sering-seringlah menyengajakan berkedip untuk menyebarkan air mata secara merata ke seluruh permukaan mata. Selain itu, hindari mengucek mata yang bisa memperburuk gejala Anda.

3. Fotokeratitis (mata merah karena sinar matahari)

fotokeratitis

Fotokeratitis adalah peradangan mata akibat paparan berlebih dari radiasi sinar UV matahari. Kondisi ini dapat menyebabkan mata terasa perih dan panas, perubahan tajam penglihatan, hingga kebutaan permanen.

Cara mengatasinya:

Gejala fotokeratitis biasanya dapat membaik dengan sendirinya dalam 24-48 jam setelah paparan. Namun, ada banyak hal yang bisa Anda lakukan untuk tuntaskan masalah ini lebih cepat lagi.

  • Selama pemulihan, sebisa mungkin tetap di dalam ruangan.
  • Gunakan kaca mata hitam untuk melindungi mata dari sinar matahari, selama di dalam dan luar ruangan.
  • Teteskan air mata buatan yang bebas pengawet untuk menjaga kelembaban mata.
  • Minum obat pereda nyeri (aspirin atau ibuprofen) jika rasa sakitnya tak tertahankan.
  • Jangan mengucek mata.
  • Lepaskan lensa kontak untuk sementara waktu.

Jika tidak membaik, segera ke dokter mata terdekat untuk mendapatkan obat mata khusus dan memantau kerusakan yang mungkin sudah terjadi akibat sinar UV.

4. Alergi konjungtivitis

Mata merah, perih, dan gatal bisa disebabkan oleh suatu alergi. Misalnya alergi debu, serbuk sari bunga, atau helai bulu hewan yang beterbangan di udara.

Cara mengatasinya:

Mata perih akibat reaksi alergi dapat disembuhkan dengan menyetop paparan anda terhadap pemicu alergi. Segera jauhkan pemicu alergi dari dekat Anda atau Andalah yang berpindah ke area lain yang lebih aman.

Setelahnya, Anda bisa teteskan obat mata khusus yang mengandung antihistamin seperti:

  • Azelastine hydrochloride (Otivar)
  • Emedastine difumarate (Emadine)
  • Levocabastine (Livostin) dan olopatadine (Patanol)

Anda juga bisa minum obat alergi untuk menghentikan gejala alerginya, seperti cetirizine atau diphenhydramine (Benadryl). Ikuti aturan pakai yang tertera di kemasan obat.

Jika reaksi alergi malah makin parah, sebaiknya segera ke dokter.

5. Pterygium

Pterygium adalah pertumbuhan selaput jaringan berbentuk segitiga berwarna merah muda yang biasa muncul pada bagian putih bola mata. Biasanya dimulai pada area kornea di dekat hidung, dan bertumbuh menuju pupil (bagian hitam mata).

Meski terdengar asing, pterygium cukup umum dan dapat memengaruhi siapa saja yang menghabiskan banyak waktu di luar rumah. Jika jaringannya berhasil tumbuh melewati bagian tengah mata, maka bisa menyebabkan mata terasa perih dan penglihatan kabur. Anda mungkin juga merasa ada sesuatu yang terus-terusan mengganjal di mata.

Cara mengatasinya:

Jika mata perih dan panas terjadi akibat pterygium, sebaiknya Anda konsultasi ke dokter terlebih dahulu.

Pterygium bukanlah pertumbuhan kanker, tapi satu-satunya cara untuk menghilangkan selaput merah muda mengganggu ini adalah lewat operasi. Untuk sementara waktu dokter juga dapat meresepkan obat tetes mata atau salep mata kortikosteroid untuk meredakan peradangannya.

6. Ocular rosacea

Ocular rosacea adalah peradangan kulit yang terjadi di sekitar kelopak mata. Rosacea itu sendiri merupakan penyakit kulit kronis kambuhan yang termasuk penyakit autoimun.

Cara mengatasinya:

Rosacea tidak dapat disembuhkan, tapi bisa dikendalikan kekambuhan serta intensitas keparahan gejalanya.

Dokter umumnya akan meresepkan antibiotik minum seperti tetracycline, doxycycline, erythromycin, atau minocycline untuk menyembuhkan mata perih.

Selain minum obat, pastikan kelopak mata Anda selalu bersih. Kompres kelopak mata Anda setidaknya dua kali sehari dengan air hangat. Hindari pakai riasan mata ketika sedang dalam pengobatan.

Baca Juga:

Sumber
Ingin hidup lebih sehat dan bahagia?
Dapatkan update terbaru dari Hello Sehat seputar tips dan info kesehatan
Yang juga perlu Anda baca