Benarkah Makan Ayam Bisa Menyebabkan Fibroid Rahim? Simak Faktanya

Ditinjau secara medis oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 15/11/2019
Bagikan sekarang

Beberapa penelitian mengatakan kalau kebanyakan makan ayam bisa menyebabkan fibroid rahim. Fibroid pada rahim terjadi akibat adanya tumor jinak yang bisa menyerang sistem reproduksi wanita. Fibroid biasanya tidak menunjukkan gejala tertentu, tapi terkadang bisa menyebabkan rasa sakit yang luar biasa pada bagian perut.

Dampak paling parah dari fibroid yaitu bisa menghambat kesuburan pada banyak wanita. Pembedahan yang menghilangkan fibroid atau uterus ekstrim dapat dilakukan, namun banyak wanita memilih untuk merawat kondisinya dengan metode alami, termasuk memerhatikan makanan yang dimakan.

Kenapa makan ayam bisa menyebabkan fibroid rahim?

Ayam atau semua hewan ternak yang diberi hormon dapat meningkatkan kadar hormon esterogen. Sehingga tidak jarang kelebihan esterogen dapat menjadi penyebab fibroid rahim yang akan tumbuh membesar lama0kelamaan. Terlebih lagi, sel lemak pada ayam mengandung kadar esterogen tinggi. Daging ayam dapat mempersulit tubuh untuk memecah dan melepaskan diri dari kelebihan hormon. Tidak terkecuali seperti bacon, sosis, kuning telur, alpukat dan makanan olahan berlemak tinggi  lainnya yang sarat dengan lemak jenuh.

Pastikan Anda mengonsumsi makanan yang diolah secara organik. Untuk olahan ayam, hindari membeli ayam beku yang telah diawetkan berhari-hari. Begitupun dengan semua produk unggas seperti telur. Telur dari ayam organik lebih baik daripada ayam yang diberi pakan mengandung bahan kimia.

Apa saja makanan lain yang bisa menjadi penyebab fibroid rahim?

1. Makanan dari produk susu

Wanita yang sebelumnya telah terdeteksi memiliki tumor fibroid, dianjurkan untuk membatasi makanan atau minuman dari susu seperti krim dan mentega. Produk ini sering mengandung hormon tambahan yang bisa memicu pertumbuhan tumor Anda. Disarankan juga untuk memilih produk organik untuk konsumsi susu Anda.

2. Makanan asin

Batasi jumlah makanan yang sangat asin dalam makanan Anda karena sulit dicerna pada hati Anda. Hati adalah organ yang bertanggung jawab untuk mengeluarkan toksin dan menyeimbangkan hormon tubuh. Hindari sup kalengan, kacang yang di panggang, keripik asin, acar, dan makanan kering lain yang rasanya asin.

3. Makanan mengandung karbohidrat

Menurut ahli, makanan yang mengandung karbohidrat bisa mengubah metabolisme estrogen yang menyebabkan fibroid tumbuh lebih besar. Contoh makanan berkarbohidrat termasuk pasta, roti putih, nasi putih, dan kue kering.

Risiko fibroid rahim meningkat pada wanita yang kelebihan berat badan

Wanita yang kelebihan berat badan cenderung memiliki kadar estrogen lebih tinggi daripada wanita dengan berat badan normal. Di sisi lain penelitian medis juga menunjukkan, kadar estrogen yang tinggi bisa menurun kalau wanita bisa menurunkan berat badannya. Dengan demikian, pola makan sehat untuk menurunkan berat badan juga dapat melindungi tubuh dari fibroid.

Lalu dalam sebuah penelitian, wanita yang berolahraga selama tujuh jam per minggu dapat mengurangi risiko penyebab fibroid rahim, kemungkinan karena berat badan yang menurun. Mengonsumsi makanan rendah kalori juga akan mengakibatkan penurunan berat badan dan tingkat estrogen yang lebih rendah, sehingga dapat menghasilkan efek pengurangan risiko fibroid yang serupa.

You are already subscribed to notifications.

Baca Juga:

Sumber

Foods to avoid with fibroids on the uterus http://www.livestrong.com/article/269511-foods-to-avoid-with-fibroids-on-the-uterus/ Diakses pada 14 Juni 2017

Uterine Fibroids http://www.womens-health-advice.com/uterine-fibroids/diet.html  Diakses pada 14 Juni 2017

10 ten worst foods for uterine fibroid http://www.livestrong.com/article/340948-the-top-ten-worst-foods-for-a-uterine-fibroid/  Diakses pada 14 Juni 2017

Epidemiology of Uterine Myomas: A Review. Int J Fertil Steril. 2016 Jan-Mar; 9(4): 424–435. [Online] Available at: https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC4793163/. Accessed June 16 2017.

Yang juga perlu Anda baca

Cara Diet Turun Berat Badan yang Aman Tanpa Bahayakan Kesehatan

Mau punya berat badan ideal? Diet sehat jawabannya. Namun, agar diet yang Anda lakukan tidak sia-sia, simak dulu panduan lengkap berikut ini.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari

Apa Bedanya Stres dan Depresi? Kenali Gejalanya

Stres dan depresi tidak sama, keduanya memiliki perbedaan mendasar. Maka jika penanganannya keliru, depresi bisa berakibat fatal. Cari tahu, yuk!

Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri

Rutin Minum Madu Saat Sahur Bisa Memberikan 5 Kebaikan Ini

Katanya, minum madu saat sahur bisa memberikan segudang manfaat baik bagi tubuh selama menjalani puasa. Tertarik ingin coba? Simak beragam khasiatnya.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Hari Raya, Ramadan 17/05/2020

3 Buah Selain Kurma yang Baik untuk Berbuka Puasa

Kurma bukan satu-satunya buah yang baik dimakan saat berbuka puasa. Lihat berbagai pilihan lainnya.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Monika Nanda
Hari Raya, Ramadan 14/05/2020

Direkomendasikan untuk Anda

Warna Rambut Sesuai Karakteristik Diri, yang Manakah Anda?

Warna Rambut Sesuai Karakteristik Diri, yang Manakah Anda?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 31/05/2020
Benarkah Gerimis Lebih Bikin Sakit Daripada Hujan?

Benarkah Gerimis Lebih Bikin Sakit Daripada Hujan?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 31/05/2020
4 Resep Membuat Bakwan di Rumah yang Enak Tapi Sehat

4 Resep Membuat Bakwan di Rumah yang Enak Tapi Sehat

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 28/05/2020
Berbagai Manfaat Daun Kale, Si Hijau yang Kaya Zat Gizi

Berbagai Manfaat Daun Kale, Si Hijau yang Kaya Zat Gizi

Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 28/05/2020