Berbagai Penyebab dan Cara Mengatasi Diare Pada Pengidap HIV

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum

HIV termasuk penyakit yang merusak sistem kekebalan tubuh. Akibatnya, berbagai infeksi bisa menyerang yang menyebabkan tubuh rentan terkena penyakit. Salah satu komplikasi HIV yang paling umum ialah diare. Diare pada HIV bisa menjadi kondisi kronis yang cukup parah dan perlu ditangani sesuai dengan penyebabnya.

Penyebab diare pada pengidap HIV

gejala hiv pria dan wanita

Saat Anda mengidap HIV, diare bisa disebabkan oleh berbagai hal. Bahkan diare juga bisa menjadi gejala awal HIV yang dikenal dengan kondisi infeksi HIV akut. Berikut berbagai penyebab diare pada HIV:

Infeksi saluran cerna

Diare bisa disebabkan oleh infeksi bakteri, jamur, dan juga virus. Clostridium difficile merupakan bakteri penyebab diare yang sepuluh kali lipat lebih mungkin terjadi pada orang yang positif HIV dibandingkan pada orang sehat secara umum.

Selain itu, pertumbuhan bakteri di usus kecil yang berlebihan juga bisa menjadi penyebab diare pada orang dengan HIV. Beberapa organisme penyebab diare lainnya yaitu:

  • Cytomegalovirus (CMV)
  • Cryptosporidium
  • Microsporidia
  • Giardia lamblia
  • Mycobacterium avium-intracellulare (MAC)

Risiko infeksi meningkat saat fungsi sistem kekebalan tubuh melemah, yang terjadi pada orang-orang dengan HIV.

Meskipun jarang terjadi, penyebab lainnya yang cukup memungkinkan termasuk pankreatitis hingga infeksi menular seksual tertentu yang dapat menyebabkan proktitis (radang pada lapisan rektum) atau luka pada dubur dan rektum.

Efek samping terapi antiretroviral

Pada orang dengan HIV, diare bisa jadi merupakan efek samping dari obat antiretroviral. Dikutip dari Verywellhealth, hampir 20 persen pasien HIV yang memakai obat antiretroviral akan mengalami diare sedang hingga berat. Ritonavir termasuk salah satu obat yang bisa mengakibatkan diare. Obat ini dapat merusak sel epitel yang melapisi usus dan menyebabkan kebocoran cairan hingga menyebabkan diare.

Obat-obatan non-HIV

Obat selain antiretroviral seperti antibiotik bisa menjadi penyebab diare pada orang-orang dengan HIV. Hal ini dikarenakan antibiotik bisa membunuh bakteri tertentu di usus yang sangat penting untuk menjaga kesehatan saluran cerna.

Selain antibiotik, antasid yang mengandung magnesium juga bisa menyebabkan diare bahkan memperparah kondisinya.

Infeksi oportunistik

Infeksi oportunistik adalah infeksi yang terjadi akibat sistem kekebalan tubuh yang melemah. Akibatnya, bakteri, jamur, serta virus mengambil kesempatan untuk bisa menginfeksi tubuh dengan mudah.

Mengatasi diare pada pengidap HIV

Pengobatan diare pada pengidap HIV dilakukan tergantung penyebabnya. Umumnya, HIV bisa dikendalikan dengan diet sehat, termasuk menghindari makanan pemicu diare. Berikut beberapa hal yang perlu dilakukan untuk mengatasi diare:

Banyak minum cairan

air putih obat infeksi saluran kencing alami

Saat diare, Anda akan mengalami dehidrasi karena tubuh terus mengeluarkan cairan lewat buang air besar yang sering. Untuk itu, Anda perlu tetap menjaga hidrasi tubuh dengan minum banyak cairan. Air putih, teh jahe, dan juga teh peppermint bisa dijadikan alternatif cairan saat Anda diare.

Selain itu, minuman olahraga yang mengandung elektrolit juga bisa Anda jadikan pilihan. Namun, pastikan untuk memilih minuman yang tidak atau sedikit mengandung gula. Pastikan untuk mengonsumsi banyak cairan di antara waktu makan untuk menghindari percepatan pergerakan makanan melalui usus.

Mencukupi kebutuhan nutrisi

makanan-sehat-sembelit

Mengonsumsi makanan sehat dapat membantu meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Sehingga meskipun terserang HIV, kondisi tubuh Anda tetap dalam kondisi baik. Makanlah dalam porsi kecil dan sering untuk menjaga kesehatan pencernaan. Anda bisa mengonsumsi berbagai makan sehat seperti yoghurt, oatmeal, pisang, pasta, telur rebus, roti putih, biskuit, dan kentang rebus.

Mengonsumsi suplemen

Suplemen bisa dijadikan alternatif asupan untuk pengidap HIV yang mengalami diare. Berbagai suplemen yang biasanya dianjurkan untuk dikonsumsi yaitu asam amino L-glutamine, probiotik dan kapsul acidophilus, serta produk serat larut, seperti Metamucil dan produk berbasis psyllium lainnya.

Metamucil sering digunakan untuk mengobati sembelit, tetapi juga dapat membantu mengatasi diare. Obat ini mampu menyerap air dan memadatkan sampah makanan di perut yang akan bergerak melalui usus dan dikeluarkan melalui anus.

Baca Juga:

Sumber
Ingin hidup lebih sehat dan bahagia?
Dapatkan update terbaru dari Hello Sehat seputar tips dan info kesehatan
Yang juga perlu Anda baca