Daftar Obat-obatan yang Aman untuk Mengatasi Diare Ibu Hamil (Plus Perawatannya di Rumah)

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum

Ibu hamil terbilang sangat rentan mengalami berbagai gangguan pencernaan, termasuk diare. Diare selama kehamilan umumnya disebabkan oleh perubahan hormon, perubahan pola makan, dan juga stres. Ibu hamil juga mungkin jadi lebih sensitif terhadap makanan tertentu sehingga membuat perut sakit dan diare. Diare yang dibiarkan terus dapat menyebabkan masalah pada kesehatan ibu dan janin. Apa saja pilihan obat diare untuk ibu hamil?

Obat diare yang aman untuk ibu hamil

Diare umumnya terjadi ketika feses yang keluar saat BAB teksturnya cair dan lembek. Seseorang juga dikatakan kena diare ketika merasa perutnya sangat mulas dan bisa buang-buang air lebih dari 3 kali dalam satu jam.

Diare biasanya dapat membaik sendiri dalam 2 hari. Namun jika tidak, obat di bawah ini mungkin bisa jadi pilihan untuk ibu hamil setelah dikonsultasikan ke dokter.

1. Obat antibiotik

Jika diare belum juga sembuh setelah 3 hari, ibu hamil wajib memeriksakan diri ke dokter untuk mencari tahu penyebab dan obat yang tepat.

Kemungkinan diare Anda disebabkan oleh infeksi bakteri atau parasit. Maka untuk kasus ini, dokter akan meresepkan obat diare antibiotik untuk ibu hamil

Hanya dokterlah yang dapat menentukan jenis antibiotik apa dan takaran dosisnya setelah menyesuaikan dengan infeksi bakteri yang menjadi penyebab diare. 

2. Obat antidiare

Sampai saat ini tidak ada penelitian yang menyatakan obat antidiare dapat membahayakan ibu hamil dan kandungannya. Maka, dokter kemungkinan bisa meresepkan obat ini saat Anda hamil dan kena diare.

Obat antidiare yang dapat diberikan untuk ibu hamil umumnya berupa obat jenis kaolin dan pektin (Kaopectate) atau loperamide (Imodium).

Dua obat ini hanya diberikan apabila diare yang Anda alami parah, sehingga feses yang keluar hanya berupa air. 

Obat antidiare juga dapat diberikan untuk mencegah ibu hamil mengalami dehidrasi serius yang bisa membahayakan janin.

3. Infus di rumah sakit bila dehidrasi

Jika diare Anda sangat parah sampai menyebabkan dehidrasi, Anda perlu dibawa ke rumah sakit.

Dehidrasi pada ibu hamil yang kena diare bisa menyebabkan janin kekurangan asupan gizi serta darah beroksigen. Ini dapat berakibat fatal bagi perkembangan janin ke depannya. 

Ibu hamil harus segera dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan asupan cairan tambahan lewat infus. 

Obat diare yang wajib dihindari ibu hamil

Sebelum membeli obat diare di apotek, sebaiknya ibu berkonsultasi dulu dengan dokter kandungan langganan untuk memastikan mana yang benar-benar aman dikonsumsi.

Baca teliti semua bahan-bahan dalam obat diare yang dijual bebas untuk ibu hamil. Ada beberapa laporan medis menyebutkan obat diare yang mengandung Lomotil dapat membahayakan janin pada trimester kedua dan ketiga kehamilan.

Begitu pula dengan Pepto-Bismol. Pepto-bismol adalah salah satu zat dalam obat diare yang dapat meningkatkan risiko bayi lahir dengan berat rendah (BBLR), perdarahan pada bayi baru lahir, dan kematian janin dalam kandungan (stillbirth)

Perawatan diare di rumah untuk ibu hamil 

Diare adalah penyakit yang sebetulnya bisa sembuh sendiri. Itu kenapa sebelum meresepkan obat, dokter biasanya akan lebih dulu menyarankan ibu hamil untuk istirahat di rumah.

Biasanya diare hanya berlangsung selama 1-2 hari saja. Jika kondisi Anda membaik setelah 2 hari berlangsung, maka tidak butuh diberikan obat diare. 

Nah untuk mempercepat penyembuhan, ibu hamil dapat melakukan beberapa tips perawatan rumahan ini:

1. Minum air yang cukup 

Masalah terus buang-buang air dapat menyebabkan tubuh kekurangan banyak cairan yang keluar bersama feses.

Maka, mengonsumsi cairan seperti air mineral, cairan elektrolit, kuah sup hangat, atau bahkan jus buah bisa menjadi obat diare alami untuk ibu hamil. Asupan cairan tambahan ini akan membantu mengisi ulang kadar cairan elektrolit dalam tubuh.

Beberapa ahli meyakini minum cairan elektrolit seperti oralit bekerja lebih baik mengatasi diare dibanding hanya minum air mineral saja.

2. Mengonsumsi suplemen atau makanan probiotik

Probiotik merupakan jenis bakteri yang baik untuk tubuh. Probiotik berfungsi membantu membunuh bakteri jahat penyebab diare yang berkembang berlebihan di saluran cerna. Probiotik juga sekaligus mengembalikan keseimbangan kadar bakteri baik yang hidup alami di perut.

Mungkin Anda bertanya-tanya apakah probiotik aman dikonsumsi ibu hamil atau tidak. Menurut sebuah penelitian terbitan jurnal Canadian Family Physicians, probiotik dalam bentuk makanan atau suplemen aman untuk mengobati diare ibu hamil.

Data penelitian tersebut juga menunjukkan bahwa suplemen probiotik tidak menimbulkan risiko masalah kesehatan pada tubuh ibu hamil dan janin.

3. Patuhi anjuran dan pantangan makan saat diare

Anda mungkin akan menjdi lebih sensitif terhadap makanan tertentu sehingga menyebabkan diare. Padahal sewaktu belum hamil, perut Anda tidak pernah bermasalah sehabis makanan tersebut.

Nah, sebaiknya selama diare saat hamil hindari dulu makanan yang serba pedas, asam, berlemak, dan digoreng. Selain itu, hindari juga:

  • Minuman berkarbonasi (soda) dan bergula
  • Buah kering
  • Daging merah
  • Susu
  • Cokelat dan permen

Makakan-makanan ini dapat memperparah kondisi Anda. Lantas, apa yang harus dimakan saat diare?

Dokter biasanya akan merekomendasikan pola makan bernama diet BRAT untuk sementara waktu. Diet ini mengharuskan Anda hanya maan pisang, nasi, saus apel, dan roti tawar panggang selama masih diare. Makanan-makanan tersebut tergolong mudah dicerna oleh sistem pencernaan saat diare.

Setelah diare membaik, diet BRAT boleh dihentikan karena sejatinya pola makan ini tidak mampu mencukupi kebutuhan gizi ibu hamil dan janinnya.

Selama melakukan berbagai perawatan rumahan di atas, pantau gejala diare Anda dalam dua hari. Namun kalau dalam sehari saja sudah diare berkali-kali hingga Anda merasa lemas karena dehidrasi, segera berobat tanpa tunggu 2 hari ya! Dokter akan melakukan pemeriksaan fisik atau tes darah guna menentukan penyebab diare Anda.

Baca Juga:

Sumber
Ingin hidup lebih sehat dan bahagia?
Dapatkan update terbaru dari Hello Sehat seputar tips dan info kesehatan
Yang juga perlu Anda baca