Vitamin dan mineral adalah zat gizi mikro penting yang dibutuhkan tubuh. Meskipun zat gizi ini dibutuhkan dalam jumlah lebih sedikit dari zat gizi makro (karbohidrat, protein, lemak), keberadaan zat-zat ini sangat penting untuk keseimbangan metabolisme tubuh, termasuk menjaga kestabilan gula darah.

Vitamin mineral juga penting untuk menjaga kadar gula darah tidak terlalu tinggi (hiperglikemia) maupun menjadi terlalu rendah (hipoglikemia). Sudah tahu apa saja contoh mineral dan vitamin untuk diabetes agar gula darah selalu terkontrol? Ini dia ulasannya.

Magnesium

Menurut Amy Campbell, MS, RD, LDN, CDE, seorang ahli gizi, semakin banyak bukti yang menunjukkan peran magnesium dalam membantu mencegah diabetes tipe 2. Faktanya, orang yang mengonsumsi makanan kaya mineral magnesium memiliki risiko lebih rendah terkena diabetes melitus tipe 2. Magnesium dapat membantu mengontrol glukosa darah dengan turut mengatur sekresi insulin dari pankreas.

Meskipun belum ada bukti ilmiah yang secara langsung mengatakan bahwa makanan atau suplemen magnesium akan membantu menurunkan gula darah, namun ada bukti ilmiah bahwa orang yang mengalami diabetes melitus tidak terkontrol, cenderung memiliki tingkat magnesium yang rendah dalam darah mereka. Oleh karena itu, kebutuhaan magnesium dibutuhkan untuk menjaga kestabilan kondisi gula darah.

Magnesium bisa didapatkan dari produk nabati, seperti sayuran berdaun hijau, brokoli, labu, kacang-kacangan, biji-bijian, dan cokelat. Produk hewani juga mengandung magnesium seperti susu dan daging meskipun kandungan magnesiumnya lebih rendah dari marnesium yang terkandung dalam produk nabati. Sekitar 45% magnesium yang terserap dalam tubuh berasal dari produk nabati, dan magnesium yang terserap dari produk hewani sebesar 30%.

Kromium

Kromium adalah salah satu mineral yang dibutuhkan oleh tubuh. Kromium diperlukan untuk menjaga metabolisme gula darah normal. Kekurangan kromium menyebabkan toleransi glukosa terganggu. Kromium juga dapat meningkatkan aksi insulin, meningkatkan pengambilan glukosa darah ke dalam sel, dan menormalkan kadar gula darah.

Meskipun begitu, indikator kekurangan atau kelebihan kromium sulit dilihat dalam tubuh dan juga dalam informasi nilai gizi makanan kadar kromium tidak tercantum. Oleh karena itu, pastikan konsumsi makanan Anda mengandung sumber kromium seperti telur, brokoli, jamur, kacang-kacangan, cokelat hitam, daging olahan, dan gandum.

Vitamin D

Menurut penelitian yang dilakukan oleh Maryland Medical Center, tingkat konsumsi vitamin D berhubungan dengan kejadian diabetes tipe-2. Penelitian tersebut menunjukan bahwa tingkat vitamin D yang rendah berkaitan dengan peningkatan risiko mengalami diabetes melitus tipe-2.

Penelitian lain selama 3 tahun yang melibatkan sebanyak 300 responden dalam Diabetes Care menyimpulkan bahwa suplementasi vitamin D bersama kalsium dapat menunda terjadinya resistensi insulin pada kelompok umur orang dewasa akhir menjelang memasuki usia lansia. Resistensi insulin adalah kondisi ketika tubuh tidak dapat merespon secara normal insulin yang dikeluarkan oleh pankreas sehingga menyebabkan gula darah menumpuk di dalam darah dan terdeteksi tinggi.

Vitamin D bisa didapatkan dari salmon, tuna, minyak ikan cod, udang, kuning telur, jamur, produk makanan yang difortifikasi vitamin D seperti susu, sereal, atau oatmeal.

Vitamin C

Vitamin untuk diabetes lainnya adalah vitamin C. Vitamin C adalah salah satu vitamin yang larut dalam air yang penting untuk mengatur kadar gula darah. Dilansir dalam laman Livestrong, vitamin C dapat membantu menurunkan kadar gula darah, selain dapat mengurangi kerusakan komplikasi akibat diabetes pada pembuluh darah.

Dalam Indian Journal of Medical Research, asupan vitamin C harian 1000 mg pada penderita diabetes melitus dapat menghasilkan penurunan kadar gula darah yang signifikan sehingga keseimbangan gula darah lebih terjaga di dalam tubuh. Bukan hanya gula darah, vitamin C juga membuat penurunan kadar kolesterol LDL.

Vitamin C dapat ditemukan di berbagai macam makanan, sumber vitamin C tertinggi ada pada buah sitrus, paprika, sayuran hijau, buah jambu, buah strawberry. Pastikan untuk memenuhi kebutuhan vitamin C dalam diet Anda untuk membantu mengontrol gula darah.

Vitamin B-12

Vitamin B-12 berfungsi untuk membantu metabolisme karbohidrat menjadi glukosa yang akan digunakan untuk tubuh sebagai energi. Kekurangan vitamin B-12 dapat mengganggu keseimbangan gula darah. Rendahnya vitamin B-12 di dalam tubuh dapat menyebabkan kadar gula darah yang rendah.

Vitamin B-12 bisa didapatkan dari daging sapi, daging ayam atau unggas lainnya, telur, dan susu. Vitamin B-12 juga dapat ditemukan dalam makanan kemasan yang difortifikasi dengan vitamin B-12, seperti sereal dan produk kemasan lainnya yang tertulis fortivikasi vitamin B-12.

Baca Juga:

Sumber
Ingin hidup lebih sehat dan bahagia?
Dapatkan update terbaru dari Hello Sehat seputar tips dan info kesehatan
Yang juga perlu Anda baca