Mewaspadai Rambut Rontok Akibat Komplikasi Diabetes Melitus

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 13/08/2020 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Kadar gula darah tinggi dapat menyebabkan masalah yang merusak organ di seluruh tubuh Anda, termasuk juga pada rambut. Pembuluh darah yang rusak akibat diabetes dapat membuat rambut rontok karena folikel rambut tidak mendapat cukup oksigen dan nutrisi.

Siklus pertumbuhan rambut dan hubungannya dengan diabetes

Rambut biasanya tumbuh melalui tiga tahapan. Selama fase pertumbuhan aktif yang berlangsung selama 2 tahun atau lebih, rambut tumbuh 1-2 cm per bulan. Rambut kemudian masuk ke dalam fase istirahat, yang berlangsung selama sekitar 100 hari. Setelah tahap ini, beberapa rambut yang beristirahat akan mulai rontok.

Diabetes dapat memperlambat pertumbuhan rambut Anda. Memiliki diabetes juga dapat menyebabkan rambut Anda rontok lebih banyak dari biasanya. Rambut yang rontok tidak hanya di kepala, tapi juga di lengan, kaki, alis, dan bagian tubuh Anda yang lain.

Rambut rontok akibat diabetes bisa tumbuh kembali, tapi sayang akan bertumbuh lebih lambat dari normal. Itu kenapa orang dengan diabetes juga lebih mungkin untuk mengalami kondisi yang disebut alopecia areata. Kondisi alopecia ini menyebabkan sistem kekebalan tubuh menyerang folikel rambut dan menyebabkan rambut rontok di kepala dan bagian lain tubuh.

Anda juga mungkin kehilangan rambut sebagai efek samping dari minum obat diabetes untuk membantu mengontrol gula darah Anda. Beberapa orang dengan diabetes juga memiliki penyakit tiroid yang dapat berkontribusi untuk rambut rontok.

Cara mengatasi rambut rontok akibat diabetes

masalah rambut

Bicarakan dengan dokter jika Anda mengalami rambut rontok akibat diabetes. Kerontokan rambut yang terjadi di bagian lengan dan kaki sangat penting untuk dilaporkan karena bisa menjadi tanda aliran darah yang buruk.

Jika Anda memiliki riwayat diabetes dan mengalami kerontokan rambut, Anda mungkin perlu mengatur pola makan, gaya hidup, atau obat-obatan untuk mengendalikan gula darah Anda agar jadi lebih baik. Biasanya setelah gula darah bisa dikendalikan, rambut rontok yang Anda alami akan berkurang. Ya, banyaknya rambut yang rontok cenderung lebih sedikit dan rambut Anda akan tumbuh kembali.

Berikut adalah beberapa cara lain untuk menjaga agar rambut Anda tetap subur dan lebat serta mengurangi rambut rontok akibat komplikasi diabetes melitus.

1. Pengobatan

Dokter Anda mungkin akan meresepkan obat penumbuh rambut seperti minoxidil (Rogaine) yang dapat Anda gosok ke kulit kepala Anda dan daerah lain di mana ada rambut yang rontok.

Pria juga dapat menggunakan pil yang disebut finasteride (Propecia) untuk menumbuhkan kembali rambut. Finasteride belum disetujui bagi perempuan untuk digunakan.

Jika alopecia menyebabkan rambut Anda rontok, dokter mungkin meresepkan obat steroid untuk mengurangi peradangan.

2. Biotin

Biotin adalah vitamin yang ditemukan secara alami dalam makanan seperti kacang tanah, almond, ubi jalar, telur, bawang, dan gandum. Orang dengan diabetes mungkin memiliki tingkat biotin yang lebih rendah dari biasanya. Ada beberapa bukti bahwa mengonsumsi suplemen biotin dapat memperlambat kerontokan rambut.

Konsultasikan dengan dokter Anda terlebih dahulu terkait penggunaan biotin. Asupan yang direkomendasikan untuk orang dewasa adalah 30 mcg/hari, tetapi suplemen biotin biasanya mengandung jumlah biotin yang jauh lebih tinggi. Tanyakan kepada dokter Anda berapa jumlah yang aman untuk Anda.

3. Pakai rambut palsu

Jika kerontokan rambut mencakup area yang cukup luas pada kulit kepala, Anda mungkin ingin menutupi sementara dengan wig atau rambut palsu. Biaya pemakaian rambut palsu terbilang cukup murah, dan Anda pun dapat melepaskan wig ketika tidak lagi membutuhkannya.

4. Rutin olahraga

Kehilangan rambut bisa jadi hal yang menakutkan bagi Anda, tetapi kabar baiknya, Anda memiliki pilihan. Untuk mengelola gula darah Anda, penting juga untuk melakukan olahraga sehari-hari.

Ini adalah cara yang bagus untuk menurunkan gula darah dan mendorong pengiriman oksigen ke organ-organ tubuh Anda, bahkan kulit kepala Anda!

Konsultasikan dengan dokter untuk mempelajari lebih lanjut tentang apa yang dapat Anda lakukan untuk mengatasi rambut Anda yang rontok akibat komplikasi diabetes melitus.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Otot Sering Kedutan, Bahaya atau Tidak?

Hampir semua orang pernah mengalami mata atau tangan kedutan. Namun, apakah Anda tahu arti kedutan dan risikonya bagi kesehatan?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Hidup Sehat, Fakta Unik 15/06/2020 . Waktu baca 5 menit

6 Jenis Minyak Esensial untuk Mengatasi Masalah Pencernaan

Masalah pencernaan bisa sangat mengganggu dan menyusahkan. Berbagai pengobatan pun Anda coba. Nah, sudahkah Anda menggunakan minyak esensial?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Hidup Sehat, Tips Sehat 13/06/2020 . Waktu baca 4 menit

Pura-pura Sakit? Bisa Jadi Anda Mengidap Sindrom Munchausen

Tanpa Anda sadari, sering berpura-pura sakit ternyata bisa menandakan gangguan jiwa. Cari tahu tanda-tanda dan penyebab sindrom pura-pura sakit berikut ini.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Hidup Sehat, Psikologi 13/06/2020 . Waktu baca 5 menit

5 Penyakit Kulit yang Umum Menyerang Pasien Diabetes

Berbagai penyakit kulit ini bisa menjadi salah satu komplikasi yang muncul saat seseorang memiliki keadaan diabetes yang tidak terkontrol.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Winona Katyusha
Diabetes, Health Centers 13/06/2020 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

diabetes insipidus adalah

Diabetes Insipidus

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 06/08/2020 . Waktu baca 12 menit
sering buang air kecil

8 Kondisi yang Menjadi Penyebab Sering Buang Air Kecil

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Fauzan Budi Prasetya
Dipublikasikan tanggal: 06/08/2020 . Waktu baca 6 menit
prostatitis

Prostatitis

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Fajarina Nurin
Dipublikasikan tanggal: 05/08/2020 . Waktu baca 10 menit
botol plastik hangat

Amankah Minum Air dari Botol Plastik yang Sudah Hangat?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 10/07/2020 . Waktu baca 4 menit