Kenapa Penderita Diabetes Perlu Konsumsi Probiotik

Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 15/11/2019
Bagikan sekarang

Probiotik merupakan bakteri yang menguntungkan bagi kesehatan. Jenis bakteri ini memberi manfaat dengan cara hidup di dalam usus manusia. Namun, selain diperlukan untuk menjaga kesehatan saluran cerna, aktivitas probiotik juga mempengaruhi kerja metabolisme glukosa dan menjaga kadar gula darah optimal.

Probiotik dapat mempengaruhi kadar gula darah

Salah satu peran bakteri probiotik dalam pencernaan adalah menghasilkan metabolit atau molekul kimia berukuran kecil.  Substansi tersebut berguna untuk mengatur sel pada saluran cerna agar dapat bekerja sesuai fungsinya. Asam yang dihasilkan oleh probiotik juga berguna untuk mengatur asam oksidatif dan mencegah peningkatan kadar gula darah dari penyerapan glukosa pada usus.

Mekanisme lainnya yang berkaitan dengan keseimbangan kadar gula darah diduga berasal dari penguatan imunitas, karena penurunan imunitas tubuh sering berkaitan dengan peningkatan kadar gula darah. Hingga saat ini, beberapa contoh jenis probiotik seperti Lactobacillus acidophilus, Lactobacillus bulgaricus, Lactobacillus reuteri, Lactobacillus casei, Bifidobacterium genera dan Bifidobacterium lactis telah terbukti bermanfaat dalam menyeimbangkan kadar gula darah.

Selain itu, probiotik juga terbukti dapat mempengaruhi reaksi keping darah (hemoglobin) saat mengikat glukosa dalam pembentukan hemoglobin glikasi (Hb A1C). Salah satu penelitian di Kanada, menunjukkan konsumsi prebiotik dapat menurunkan kadar gula darah pada individu sehat dan individu dengan prediabetes. Individu yang mengonsumsi probiotik selama sekitar tiga bulan memiliki kadar Hb A1C lebih rendah 5,5% dibandingkan individu yang tidak mengonsumsi probiotik.

Peneliti juga mengatakan sensitivitas insulin dapat berasal dari komponen butyrate yang dihasilkan oleh bakteri usus sehingga insulin lebih sensitif untuk menyerap glukosa dari dalam darah.

Kenapa konsumsi probiotik bermanfaat bagi penderita diabetes mellitus?

Tidak hanya bermanfaat bagi orang sehat, manfaat konsumsi probiotik juga dapat diperoleh penderita diabetes mellitus.  Dalam beberapa penelitian, manfaat probiotik untuk penderita diabetes tidak hanya berupa penurunan kadar gula darah, namun juga dapat meningkatkan aktivitas sekresi hormon insulin pada seseorang.

Hasil penelitian di Malaysia yang dimuat dalam situs diabetes.co.uk menunjukan konsumsi yogurt dengan berbagai jenis bakteri probiotik berhubungan dengan penurunan kadar gula puasa penderita diabetes mellitus. Sedangkan penelitian lainnya juga menemukan manfaat konsumsi probiotik dalam meningkatkan kadar insulin dan menurunkan reaksi resistensi insulin pada penderita diabetes  mellitus dengan rutin mengonsumsi yogurt selama sekitar delapan minggu.

Cara meningkatkan jumlah probiotik dalam tubuh

Asupan probiotik dapat diperoleh dari beberapa jenis makanan yang ditambahkan bakteri probiotik, ataupun telah memiliki kandungan probiotik secara alami. Sebagian besar makanan yang mengandung probiotik memiliki indeks glikemik yang cenderung rendah, sehingga aman dikonsumsi oleh penderita diabetes. Beberapa contoh makanan danminuman yang mengandung probiotik di antaranya:

  • Susu fermentasi
  • Buttermilk (susu hasil pembuatan mentega)
  • Tempe
  • Krim asam
  • Miso (hasil fermentasi kacang kedelai)
  • Sauerkraut (makanan berbahan dasar kubis yang difermentasi)
  • Keju dengan kultur probiotik
  • Kefir
  • Yogurt dan frozen yogurt

Selain dalam bentuk makanan, probiotik juga dapat dikonsumsi melalui suplemen khusus. Jenis suplemen tersebut mengandung bakteri sekitar lebih dari sepuluh juta bakteri hidup per gram yang dikemas dalam bentuk kapsul untuk agar dapat hidup di saluran cerna. Meskipun demikian, penggunaan suplemen probiotik cenderung masih baru sehingga belum banyak efek samping yang diketahui.

Penggunaan suplemen probiotik juga harus berhati-hati dan sebaiknya di bawah pengawasan dokter jika Anda memiliki kondisi yang menyebabkan penurunan imunitas seperti menderita HIV/AIDS atau sedang menjalani pengobatan kemoterapi. Konsumsi probiotik juga tidak diperbolehkan saat seseorang mengalami penyakit akibat kerusakan atau radang pada organ dalam, serta pada pasien yang sedang menerima perawatan intensif atau ICU. Dampak konsumsi suplemen pada wanita hamil, lansia dan anak-anak juga belum banyak diketahui, namun gejala alergi mungkin muncul karena suplemen mengandung bakteri hidup.   

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

10 Cara Mudah Turun Berat Badan Tanpa Olahraga

Apakah Anda sedang dalam program menurunkan berat badan? Adakah cara menurunkan berat badan tanpa olahraga? Cara ini menarik untuk disimak!

Ditulis oleh: Rizki Pratiwi

3 Rumus Menjalani Lebaran Sehat

Di antara silaturahmi dan makan di banyak rumah, dikelilingi sajian Lebaran penuh lemak dan kolesterol, kita bisa tetap menjalaninya dengan sehat, lho.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: dr. Maizan Khairun Nissa
Hari Raya, Ramadan 21/05/2020

Kenali Sirtfood Diet yang Bikin Berat Badan Adele Turun

Baru-baru ini masyarakat dikejutkan dengan foto Adele yang terlihat langsing di akun Instagramnya. Nyatanya, penyanyi terkenal ini menjalani sirtfood diet.

Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi

Manfaat Masak Sendiri bagi Kesehatan Fisik dan Mental

Saat mengakhiri hari yang sibuk, makan di luar rasanya menjadi pilihan tercepat dan mudah, padahal masak makanan sendiri punya banyak manfaat lho.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu

Direkomendasikan untuk Anda

manfaat serat kenapa penting

Kenapa Penting Makan Makanan Berserat?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Dipublikasikan tanggal: 01/06/2020
turun berat badan naik setelah diet

3 Penyebab Berat Badan Naik Lagi Setelah Diet

Ditulis oleh: Kemal Al Fajar
Dipublikasikan tanggal: 30/05/2020
karbohidrat untuk diet

7 Sumber Karbohidrat Terbaik untuk Anda yang Sedang Diet

Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Dipublikasikan tanggal: 28/05/2020

Berbagai Manfaat Daun Kale, Si Hijau yang Kaya Zat Gizi

Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 28/05/2020