Penting bagi setiap diabetesi untuk mengontrol gula darahnya setiap saat. Gula darah yang dibiarkan tidak stabil alias naik turun tidak menentu akan sangat berbahaya bagi tubuh. Hal ini dapat memicu berbagai kerusakan organ dan mengganggu proses metabolisme tubuh. Salah satu dampak serius dari ketidakstabilan kadar gula darah adalah koma diabetes atau diabetic coma yang ditandai dengan hilangnya kesadaran.

Bagaimana bisa koma karena diabetes?

Kondisi koma diabetes adalah salah satu komplikasi diabetes yang perlu diwaspadai. Hal ini sama-sama dapat dialami oleh penderita diabetes tipe 1 dan diabetes tipe 2 ketika kadar gula darah mereka tidak pernah stabil — entah turun terlalu rendah (hipoglikemia) atau melonjak terlalu tinggi (hiperglikemia).

Hiperglikemia dapat memicu koma karena gula darah yang dibiarkan terus tinggi lama-lama akan menyebabkan kerusakan pada sistem saraf pusat otak. Sebaliknya, koma juga bisa terjadi ketika gula darah Anda turun drastis misalnya karena menyengajakan tidak makan (puasa diabetes). Gula darah rendah kemudian dapat memicu dehidrasi serius yang menyebabkan seseorang kehilangan kesadaran.

Selain itu, oma juga sangat mudah terjadi jika penderita mengalami penimbunan keton dalam darah atau yang dikenal dengan ketoasidosis diabetik. Kondisi ini merupakan komplikasi dari diabetes tipe 1, yang membuat orang tersebut tidak dapat membakar kelebihan glukosa sebagai energi dan akhirnya menggunakan lemak sebagai bahan energi. Sisa pembakaran lemak tersebut yang disebut dengan keton, dan bisa zat meracuni Anda jika jumlahnya berlebihan.

Ketoasidosis diabetik juga sangat berkaitan dengan peningkatan kadar gula darah yang di luar batas wajar..

Tanda dan gejala awal dari koma diabetes

Bergantung dengan kondisi apa yang memicunya, gejala awal koma diabetik dapat berbeda-beda pada tiap orang.

Gejala koma diabetik yang dipicu oleh hipoglikemia berupa:

  • Sakit kepala.
  • Tubuh gemetar.
  • Palpitasi jantung (jantung berdebar kencang).
  • Merasa kebingungan.
  • Kelelahan amat sangat.

Sedangkan pada seseorang yang mengalami hiperglikemia, gejala awal koma diabetes berupa:

  • Merasa sangat kehausan.
  • Lebih sering bolak-balik buang air kecing
  • Hasil tes gula darah menunjukan kadar gula darah yang meningkat terlalu tinggi

Jika kadar gula darah tinggi juga disertai dengan peningkatan senyawa keton di dalam darah, maka kemungkinan mengalami gejala yang lebih serius seperti:

  • Kulit nampak dan terasa kering.
  • Merasa lelah secara mendadak.
  • Mengalami gangguan saluran cerna.
  • Muntah-muntah.
  • Kesulitan bernapas.
  • Pusing.
  • Lemas.

Koma diabetes merupakan kondisi yang sangat serius karena sangat berisiko menyebabkan kerusakan otak, bahkan kematian.

Adakah cara mencegah koma diabetes?

Langkah awal untuk mencegah kondisi ini adalah dengan selalu cek gula darah dan menjaga pola makan Anda setiap hari untuk menjaga kadar gula darah agar tetap stabil.

Mengonsumsi obat diabetes dan memakai insulin sesuai anjuran juga sangat diperlukan untuk mencegah penderita diabetes mengalami koma. Segera konsultasikan ke dokter jika Anda lupa minum obat diabetes harian Anda.

Mencegah selalu lebih baik daripada mengobati. Kadar gula darah yang tidak stabil khususnya hiperglikemia sangat berbahaya bagi kesehatan pembuluh darah. Mengatasi ketidakstabilan kadar gula darah sedini mungkin juga dapat mencegah terjadinya koma.

Selain itu, ketidakstabilan kadar gula darah juga dapat menjadi tanda jika dosis pengobatan yang diterima sudah tidak sesuai dengan tubuh penderita diabetes. Hal ini dapat disebabkan karena tubuh mengalami perubahan senyawa kimia seiring dengan bertambahnya usia. Itu kenapa penting bagi Anda rutin konsul ke dokter untuk meminta penyesuaian obat secara berkala demi mencegah koma diabetik.

Pengobatan dan pemulihan dari koma diabetik

Meski dapat berakibat fatal, koma diabetik termasuk kondisi yang dapat membaik dengan sangat cepat ketika kadar gula darah sudah membaik dan berada di dalam batas yang normal.

Penderita diabetes yang tidak sadarkan diri juga akan langsung pulih dan akan membaik tanpa ada efek samping dari pengobatan.

Pengobatan yang dibutuhkan penderita diabetes yang mengalami koma bergantung dengan kondisi yang memicunya. Jika dipicu oleh hiperglikemia maka dibutuhkan pemberian cairan intravena dan insulin, sedangkan jika dipicu oleh hipoglikemia maka injeksi glukoagon dapat membantu meningkatkan kadar gula darah.

Baca Juga:

Sumber
Ingin hidup lebih sehat dan bahagia?
Dapatkan update terbaru dari Hello Sehat seputar tips dan info kesehatan
Yang juga perlu Anda baca