Berbeda dengan Diabetes Biasa, Ini Penyebab Diabetes Insipidus

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum

Diabetes insipidus adalah kondisi langka ketika buang air kecil menjadi sangat sering dan disertai dengan rasa haus berlebihan walaupun sudah minum banyak air. Meski memiliki nama yang mirip, diabetes melitus dan insipidus adalah 2 penyakit berbeda dengan penyebab yang juga tidak sama. Lantas, sebenarnya apa penyebab diabetes insipidus?

Apa penyebab diabetes insipidus?

Jika biasanya diabetes melitus disebabkan oleh insulin dan kadar gula darah yang tinggi, tidak demikian dengan diabetes insipidus. Hormon antidiuretik pada tubuh adalah masalah utama dalam diabetes insipidus. Secara rinci, penyebab diabetes insipidus yakni karena hormon tersebut tidak bekerja sebagaimana mestinya, sehingga keseimbangan cairan di dalam tubuh pun terganggu.

Keseimbangan cairan di dalam tubuh akan tetap terjaga karena adanya hormon antidiuretik (ADH), atau dikenal juga sebagai vasopresin. Hormon vasopresin diproduksi oleh kelenjar hipotalamus otak, dengan salah satu tugasnya untuk mendukung fungsi ginjal dalam menyerap dan mengeluarkan cairan tubuh.

Sayangnya, dalam kasus diabetes insipidus, hormon vasopresin bermasalah hingga menyebabkan ginjal tidak dapat bekerja sesuai tugasnya. Akibatnya, pengidap diabetes insipidus kerap merasakan rasa haus yang tidak kunjung henti meski sudah minum banyak air.

Selain itu, keinginan untuk buang air kecil pun meningkat dengan jumlah urine yang sangat banyak. Kesimpulannya, diabetes insipidus jelas berbeda dan tidak ada hubungannya dengan diabetes melitus.

minum air putih menghilangkan batu ginjal

Berbagai jenis diabetes insipidus

Diabetes insipidus terbagi menjadi beberapa macam berdasarkan penyebab yang berbeda-beda, yakni:

1. Diabetes insipidus sentral

Penyebab diabetes insipidus sentral adalah karena kelenjar hipofisis atau hipotalamus mengalami kerusakan. Hal ini mengakibatkan proses produksi, penyimpanan, serta pelepasan hormon vasopresin terganggu. Kerusakan bisa disebabkan oleh meningitis, tumor, cedera kepala, atau operasi otak.

2. Diabetes insipidus nefrogenik

Kondisi ini dikarenakan adanya kerusakan pada bagian tubulus ginjal, yang membuat ginjal tidak mampu merespon hormon vasopresin dengan baik.

3. Diabetes insipidus gestasional

Jenis diabetes insipidus yang satu ini hanya terjadi selama kehamilan karena enzim yang dihasilkan oleh plasenta bayi merusak hormon ADH atau vasopresin pada tubuh ibu.

4. Diabetes insipidus dipsogenik

Sedikit berbeda dengan jenis sebelumnya. Kondisi yang kerap disebut sebagai polidipsia psikogenik ini bukan disebabkan oleh hormon ADH, melainkan karena terlalu banyak meminum cairan.

Baca Juga:

Share now :

Direview tanggal: Januari 30, 2019 | Terakhir Diedit: November 15, 2019

Sumber
Yang juga perlu Anda baca