Serba-serbi Pemeriksaan HbA1c untuk Pasien DiabetesIni adalah artikel sponsor. Informasi selengkapnya mengenai Kebijakan Pengiklan dan Sponsor kami, silakan baca di sini.

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum

Buat Anda yang punya penyakit diabetes, Anda mungkin pernah diminta untuk melakukan pemeriksaan HbA1c. Tes kesehatan ini rupanya dilakukan untuk membantu memantau kadar gula darah Anda.

Penyakit diabetes melitus atau kencing manis merupakan penyakit mengharuskan pasiennya disiplin menjaga pola makan serta rajin minum obat. Yang menjadi masalah adalah dokter tidak bisa mengendalikan bagaimana pola hidup Anda selama di rumah.

Memang ada pemeriksaan gula darah puasa untuk mendiagnosis diabetes. Namun, pemeriksaan tersebut kurang tepat apabila digunakan untuk memantau seberapa disiplin Anda dalam menjaga gaya hidup dan kadar gula darah.

Itulah mengapa pemeriksaan HbA1c biasanya menjadi pilihan bagi dokter dan tenaga kesehatan untuk memastikan apakah selama ini Anda sudah cukup disiplin.

Apa itu HbA1c?

HbA1c (hemoglobin A1c) atau glycated hemoglobin adalah hemoglobin yang berikatan dengan glukosa (gula). Di dalam darah, secara alami glukosa akan saling mengikat dengan hemoglobin yang berada di dalam sel darah merah.

Jumlah HbA1c memang seimbang dengan kadar gula darah. Jadi, semakin tinggi kadar gula darah, maka kadar HbA1c akan semakin meningkat. HbA1c bisa mengukur rata-rata kadar gula darah Anda selama tiga bulan.

Pemeriksaan HbA1c bisa memonitor kedisiplinan pasien diabetes dalam mengendalikan gula darah

Sel darah merah di dalam tubuh Anda umurnya adalah dua hingga tiga bulan. Sel darah merah yang mati, termasuk yang telah berikatan dengan glukosa, akan digantikan oleh sel darah merah baru yang belum berikatan dengan glukosa.

Nah, pasien diabetes baru biasanya akan menjalani pemeriksaan HbA1c pertama kali sebagai patokan awal. Kemudian pemeriksaan HbA1c akan diulang dalam waktu tiga bulan.

Jika kadar gula darah Anda terkendali dengan baik selama tiga bulan, maka kadar HbA1c akan menurun dibandingkan 3 bulan sebelumnya. Jika Anda tidak disiplin menjaga pola makan yang baik dan rutin minum obat, tentu kadar HbA1c akan tetap tinggi.

Berapa kadar normal HbA1c?

Anda dikatakan bebas dari diabetes melitus jika kadar HbA1c kurang dari 6 persen. Jika kadar HbA1c Anda di antara 6 sampai 6,4 persen, Anda masuk kategori pradiabetes. Anda sudah harus melakukan perubahan gaya hidup agar tidak menjadi diabetes.

Sedangkan, apabila kadar HbA1c Anda lebih dari 6,5 persen maka Anda sudah masuk kategori diabetes melitus. Lebih jelasnya, simak kategori hasil pemeriksaan HbA1c berikut ini.

  • Normal: < 6,0%
  • Prediabetes: 6,0 – 6,4%
  • Diabetes: ≥ 6,5%

Untuk penderita diabetes melitus sendiri, secara umum diharapkan dengan pengobatan yang baik kadar HbA1c dapat turun mencapai 6,5 persen.

Pentingnya menjaga kadar HbA1c

Penderita diabetes melitus memiliki risiko komplikasi yang tinggi. Dengan mengurangi kadar HbA1c, Anda dapat membantu diri Anda untuk mengurangi risiko komplikasi tersebut

Dua penelitian, yaitu UK Prospective Diabetes Study dan Diabetes Control and Complications Trial, menunjukkan bahwa dengan mengurangi kadar HbA1c sebesar satu persen untuk pasien diabetes tipe 1 atau tipe 2 bisa mengurangi risiko komplikasi kerusakan pembuluh darah kecil hingga 25 persen. Komplikasi tersebut antara lain adalah:

  • Retinopati, yaitu gangguan pada retina mata
  • Neuropati, yaitu gangguan pada saraf, terutama di ujung-ujung jari yang sering kali membuat tangan kesemutan
  • Nefropati diabetik, yaitu penyakit ginjal akibat diabetes

Penelitian juga menunjukkan pada pasien diabetes tipe 2 dengan kadar HbA1c berkurang sebesar satu persen dapat membantu mengurangi kemungkinan:

Baca Juga:

Sumber