Terlalu Sering Makan Daging Bisa Kena Diabetes, Kok Bisa?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 15/11/2019 . Waktu baca 3 menit
Bagikan sekarang

Sekarang ini, sebagian besar orang sudah berusaha untuk mengurangi asupan daging. Katanya, sih, konsumsi daging bisa menyebabkan berbagai penyakit kronis, seperti diabetes. Apalagi jika dikonsumsi terlalu sering. Lantas, benarkah makan daging bisa menyebabkan penyakit diabetes?

Benarkah makan daging menyebabkan penyakit diabetes?

Diabetes adalah penyakit kronis yang tidak bisa disembuhkan, sehingga jika Anda sudah kena penyakit ini sekali maka Anda harus terus hidup dengan penyakit ini. Maka itu, sebaiknya hindari hal-hal yang bisa membuat Anda berisiko tinggi kena diabetes.

Mungkin sudah banyak yang tahu kalau diabetes erat kaitannya dengan makanan manis yang tinggi gula. Akan tetapi, makanan manis bukan jadi satu-satunya penyebab dari penyakit diabetes. Namun, ternyata masih banyak faktor risiko dari penyakit kronis ini, salah satunya adalah kebiasaan makan daging.

Katanya, makan daging terlalu sering membuat Anda berisiko tinggi terkena diabetes. Hal ini sebenarnya bukan isu belaka, melainkan telah diuji dan dibuktikan dalam beberapa penelitian. Pada penelitian yang dilaporkan dalam American Journal of Epidemiology, para ahli mengungkapkan bahwa makan daging merah terlalu sering bisa meningkatkan 23 persen risiko penyakit diabetes.

kebanyakan makan daging

Mengapa sering makan daging bisa jadi faktor risiko diabetes?

Kebanyakan orang lebih memilih daging yang berlemak atau ada gajihnya. Rasanya tentu lebih enak dan gurih ketimbang dengan daging yang tidak ada lemaknya sama sekali. Namun, justru lemak ini yang akan membuat risiko penyakit diabetes meningkat.

Ketika Anda terlalu banyak makan daging berlemak, tentunya kadar lemak tubuh akan meningkat. Berat badan akan bertambah dan tumpukan lemak di bawah kulit semakin tebal. Nah, lemak yang terlalu banyak di dalam tubuh membuat kerja hormon insulin jadi terganggu. Akhirnya, hormon insulin yang seharusnya bekerja mengatur gula dalam darah, jadi tidak bekerja dengan optimal.

Bila kondisi ini terus-terusan terjadi, maka hormon insulin akan terganggu secara permanen, hingga akhirnya gula darah Anda naik dan akhirnya penyakit diabetes pun muncul.

Jadi apakah tidak boleh makan daging sama sekali?

Sebenarnya, menghindari daging sama sekali bukanlah solusi yang tepat. Anda tentu saja masih boleh makan daging. Daging adalah sumber protein dan mineral yang baik untuk tubuh, jadi seharusnya tidak perlu Anda hindari dan hilangkan dari menu makan Anda. Akan tetapi, perhatikan porsinya serta seberapa sering Anda mengonsumsi daging tersebut. 

Dalam penelitian ini, daging bisa jadi salah satu faktor risiko dari penyakit diabetes karena daging yang dikonsumsi mengandung lemak yang tinggi. Jika Anda makan daging yang sedikit bagian lemaknya dan tidak terlalu sering mengonsumsinya, maka seharusnya tidak jadi masalah.

Jadi, sebaiknya pilih daging yang tidak berlemak atau lemaknya sedikit, hindari daging yang bergajih. Penyakit diabetes akan semakin menjauh jika Anda mengimbangi dengan konsumsi sayur dan buah yang bisa mengikat lemak-lemak yang Anda dapatkan setelah makan daging.

Jangan lupa juga untuk memvariasikan menu makan Anda setiap harinya. Misal mengganti lauk yang tadinya lebih sering daging merah diganti dengan ikan, telur, tahu, tempe, jamur, dan sebagainya. Jadi, Anda akan mendapatkan berbagai jenis zat gizi yang seimbang dan beragam dari masing-masing makanan tersebut.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

5 Ramuan Alami Terbaik untuk Mengatasi Rambut Kering

Rambut kering memang bikin penampilan terlihat kusam. Mari simak cara mengatasi rambut kering menggunakan 5 bahan alami pada penjelasan di sini.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Perawatan Rambut & Rambut Rontok, Hidup Sehat 04/08/2020 . Waktu baca 4 menit

Tips Menghadapi Kecemasan Kembali Beraktivitas di Era New Normal

Wajar jika merasa khawatir terhadap ketidakpastian di tengah pandemi COVID-19. Yuk, cari tahu solusi menghadapi kecemasan di new normal di sini.

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Willyson Eveiro
Konten Bersponsor
menghadapi kecemasan di new normal
Hidup Sehat, Tips Sehat 03/08/2020 . Waktu baca 5 menit

Penuhi Nutrisi Ini untuk Mencegah Penularan Coronavirus saat New Normal

Nutrisi memegang peranan yang besar untuk mencegah kemungkinan risiko COVID-19. Yuk, cari tahu nutrisi utama yang perlu ditambahkan dalam menu harian Anda.

Ditulis oleh: Maria Amanda
Nutrisi, Hidup Sehat 30/07/2020 . Waktu baca 9 menit

Lemak Paha Anda Sulit Dihilangkan? Ini Penyebabnya

Tahukah Anda bahwa lemak paha adalah lemak yang sulit dihilangkan dibandingkan dengan lemak yang ada di bagian tubuh lain? Lalu apa penyebabnya?

Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Nutrisi, Hidup Sehat 30/07/2020 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

manfaat ginseng buat pria

Ginseng Korea: Benarkah Ampuh Atasi Berbagai Masalah Seksual Pria?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 05/08/2020 . Waktu baca 4 menit
pijat prostat

Pijat Prostat, Benarkah Bisa Atasi Masalah Prostat dan Seksual?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Winona Katyusha
Dipublikasikan tanggal: 05/08/2020 . Waktu baca 6 menit
nafsu seks

Nafsu Seks Siapa yang Lebih Besar? Pria atau Wanita?

Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 04/08/2020 . Waktu baca 4 menit
manfaat virgin coconut oil minyak kelapa dara; virgin coconut oil

Manfaat Virgin Coconut Oil untuk Kesehatan

Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Dipublikasikan tanggal: 04/08/2020 . Waktu baca 4 menit