Orang diabetes memiliki kadar gula darah yang di atas batas normal. Nah jika dibiarkan terus, gula darah tinggi dapat menyebabkan hiperglikemia. Hiperglikemia adalah komplikasi penyakit diabetes yang termasuk parah. Kondisi ini terjadi ketika kadar glukosa (gula) dalam darah melonjak terlalu tinggi. Hiperglikemia bisa berakibat fatal jika terlambat ditangani.

Apa penyebab hiperglikemia pada orang diabetes?

Orang dengan diabetes sangat rentan mengalami hiperglikemia karena tubuh mereka tidak punya cukup insulin atau tidak bisa menggunakan insulin dengan benar (resistensi insulin). Padahal, insulin dibutuhkan untuk mengendalikan kenaikan glukosa (gula darah).

Kenaikan gula darah yang tidak terkontrol dapat mencapai tingkat sangat berbahaya jika tidak cepat ditangani. Tahapan inilah yang dimaksud dengan hiperglikemia.

Lantas, apa penyebab hiperglikemia pada orang diabetes?

Ada banyak hal yang dapat meningkatkan kadar glukosa darah Anda. Beberapa di antaranya seperti:

  • Tidak mendapatkan asupan insulin yang cukup
  • Tidak minum obat diabetes secara teratur
  • Tidak menyuntikkan insulin dengan benar atau menggunakan insulin kadaluarsa
  • Tidak mengonsumsi makan makanan yang sehat
  • Memiliki penyakit atau infeksi tertentu
  • Menggunakan obat-obatan tertentu, seperti steroid
  • Mengalami luka atau sedang menjalani operasi
  • Mengalami stress emosional, seperti konflik keluarga atau tantangan kerja

Penyakit atau stres dapat memicu hiperglikemia karena hormon yang diproduksi untuk melawan penyakit atau stress juga dapat menyebabkan gula darah meningkat.

Apa tanda dan gejala hiperglikemia?

Komplikasi penyakit diabetes yang satu ini sering kali tidak menunjukkan gejala berarti sampai glukosa darah melonjak lebih dari 200 miligram per desiliter (mg/dL), atau 11 milimol per liter (mmol/L).

Namun, beberapa tanda atau gejala yang mungkin terjadi jika Anda mengalami hiperglikemia adalah:

  • Sering buang air kecil.
  • Sering haus.
  • Sering merasa lapar berlebihan.
  • Penglihatan kabur.
  • Lemas, lesu, dan tidak bertenaga.
  • Sakit kepala.

Apa efeknya jika hiperglikemia tidak diobati?

Hiperglikemia yang tidak diobati dapat menyebabkan komplikasi penyakit diabetes kronis yang termasuk:

  • Penyakit kardiovaskular.
  • Kerusakan saraf (neuropati)
  • Kerusakan ginjal (nefropati diabetik) atau gagal ginjal.
  • Kerusakan pada pembuluh darah retina (retinopati diabetik), yang berpotensi menyebabkan kebutaan.
  • Pandangan buram/kabur (katarak).
  • Masalah kaki yang disebabkan oleh saraf yang rusak atau aliran darah yang buruk. Kondisi ini dapat menyebabkan infeksi serius dan, dalam beberapa kasus yang parah, memerlukan amputasi.
  • Masalah tulang dan masalah sendi.
  • Masalah kulit, termasuk infeksi bakteri, infeksi jamur dan luka yang susah sembuh.
  • Infeksi gigi dan infeksi gusi.

Tak hanya itu saja, kadar glukosa yang terlalu tinggi dalam aliran darah Anda dapat menyebabkan kondisi lainnya yang lebih parah.

Komplikasi lain yang mungkin terjadi akibat hiperglikemia

1. Ketoasidosis diabetik

Ketoasidosis diabetik terjadi ketika kadar insulin dalam tubuh Anda terlalu rendah sehingga tak mampu membakar kelebihan gula sebagai energi. Akibatnya, kadar gula darah Anda meningkat dan tubuh Anda mulai memecah lemak untuk energi.

Proses ini menghasilkan asam beracun yang dikenal sebagai keton. Keton yang berlebihan menumpuk dalam darah dan akhirnya “tumpah” ke dalam urin. Jika tidak diobati, ketoasidosis diabetik bisa menyebabkan koma diabetik dan mengancam nyawa, bahkan kematian.

Gejala-gejala diabetes ketoasidosis antara lain:

  • Napas berbau busuk
  • Mual dan muntah
  • Sesak napas
  • Mulut kering
  • Lemas tidak bertenaga
  • Linglung
  • Sakit perut

Anda juga harus segera periksa ke dokter jika:

  • Mengalami diare atau muntah terus menerus.
  • Mengalami demam yang berlangsung lebih dari 24 jam.
  • Kadar glukosa darah lebih dari 240 mg/dl (13 mmol/l) meskipun Anda telah minum obat diabetes.
  • Sulit untuk menjaga glukosa darah Anda dalam rentang yang diinginkan.

Carilah bantuan darurat segera jika Anda merasa sakit dan tidak mampu mengatur asupan makanan atau cairan yang Anda makan.

2. Sindrom hiperosmolar hiperglikemik

Sindrom hiperosmolar hiperglikemik adalah kondisi yang terjadi ketika tubuh memproduksi insulin tapi tidak bekerja dengan benar. Akibatnya, tubuh tidak dapat membakar glukosa atau lemak untuk menjadi energi. Hal ini menyebabkan kadar glukosa darah bisa melonjak sangat tinggi — lebih tinggi dari 600 mg/dL (33 mmol/L).

Tubuh Anda kemudian jadi menyalurkan kelebihan glukosa ke dalam urin, dan menyebabkan kecenderungan bolak-balik buang air kecil.

Jika tidak diobati, diabetes sindrom hiperglikemik hiperosmolar dapat menyebabkan dehidrasi yang mengancam jiwa hingga koma. Pengobatan medis yang secepat mungkin sangat penting untuk dilakukan.

Bagaimana cara mencegah komplikasi penyakit diabetes ini?

Untuk mencegah berbagai komplikasi penyakit diabetes, termasuk hiperglikemia, cara paling ampuh dan efektif adalah rutin cek gula darah setiap hari. Hal ini dilakukan supaya para diabetesi dapat mengetahui dengan segera apabila gula darahnya meningkat sewaktu-waktu.

Selain itu, konsistenlah untuk menerapkan pola makan yang lebih sehat, rajin olahraga, serta tertatur untuk minum obat yang diresepkan dokter agar tingkat gula darah Anda terkendali.

Jika Anda sudah melakukan berbagai cara di atas namun kadar gula darah Anda masih tetap tidak terkendali selama lebih dari 3 hari, dan Anda tidak tahu mengapa hal tersebut terjadi, segera lakukan tes urin. Tes urin dilakukan untuk adanya kandungan keton dan kemudian hubungi dokter atau perawat Anda segera.

Jika Anda memiliki kesulitan menjaga gula darah Anda dalam rentang yang diinginkan, jangan ragu untuk segera berkonsultasi ke dokter. Dokter dapat membantu Anda membuat rencana perawatan diabetes yang lebih baik.

Baca Juga:

Sumber
Ingin hidup lebih sehat dan bahagia?
Dapatkan update terbaru dari Hello Sehat seputar tips dan info kesehatan
Yang juga perlu Anda baca