Kiat Mengelola Stress Agar Diabetes Terkontrol Dengan Baik

Oleh

Apa itu stress? Stress adalah reaksi fisik dan mental akan bahaya yang dirasakan seseorang. Kondisi yang tak terkendali atau menyebabkan perubahan emosi ini biasanya dianggap sebagai ancaman oleh tubuh Anda. Ketika tubuh dan pikiran merasakan potensi ancaman, maka tubuh bersiap untuk melawan. Apakah ancaman itu nyata atau hanya dibayangkan, tubuh tetap mempersiapkan diri Anda untuk bertahan hidup dengan “menyalakan” beberapa fungsi tubuh sambil “mematikan” yang lain.

Penanganan diabetes adalah sebuah proses yang cukup menantang sekaligus rumit bagi beberapa orang dan terkadang berakibat pada terjadinya stress. Stress yang berlebihan membuat tubuh seseorang kesulitan mengontrol kadar gula darah dan akan berbahaya bagi kesehatan.

Saat seorang anak mengidap diabetes, potensi keluarga mengalami stress tergolong tinggi. Keluarga yang memiliki anak dengan diabetes biasanya ikut merasakan stress yang dirasakan salah satu keluarga mereka.

Apakah stress dapat membahayakan?

Stress berlebihan saat menangani diabetes dapat mengakibatkan:

  • Peningkatan kadar gula darah secara cepat dan secara substansial
  • Mendorong munculnya emosi negatif yang kuat
  • Merusak pemikiran dan pengambilan keputusan seseorang
  • Memicu pola makan kompulsif

Mengidap diabetes ataupun tidak, stress yang tidak dikelola dengan baik akan berefek buruk pada tubuh.

Misalnya, saat stress jantung Anda bekerja lebih cepat dan lebih keras. Peningkatan denyut nadi dan tekanan darah menyebabkan ketegangan pada jantung, pembuluh darah dan arteri.

Stres yang berkepanjangan dapat menyebabkan dampak negatif bagi sistem tubuh lain dalam tubuh Anda, seperti:

  • Sistem imun
  • Sistem pencernaan
  • Sistem ginjal/sekresi
  • Sistem reproduksi

Selain itu, kemampuan untuk berpikir jernih dan membuat keputusan akan terganggu karena stress. Mental yang kalut dapat meningkatkan risiko depresi.

Apa saja gejala stress?

  • Banyak tidur atau kurang tidur
  • Perubahan nafsu makan (bisa bertambah atau berkurang)
  • Perubahan berat badan yang signifikan (bisa turun atau naik)
  • Sering menangis
  • Sering lupa dan kurang konsentrasi
  • Sering khawatir pada hal-hal yang tidak jelas
  • Otot tegang
  • Mudah tersinggung
  • Merasa sedih atau depresi
  • Mudah marah atau selalu ingin marah
  • Masalah pencernaan (muntah, mual, sakit perut, diare, konstipasi)
  • Kehilangan minat seks
  • Menunda pekerjaan sekolah atau kantor, atau merasa kesulitan mengerjakan.
  • Perubahan dalam hubungan (menghindari atau merasa perlu untuk ditemani orang lain lebih dari biasanya)
  • Sakit kepala
  • Merasakan detak jantung ketika ingin tidur
  • Sulit menelan
  • Sering pingsan
  • Banyak berkeringat
  • Gigi berkeretak
  • Perasaan selalu tidak enak

Obat anti stress adalah hidup positif

Kebanyakan orang mengalami beberapa gejala stress di waktu yang berbeda dalam hidup mereka. Kabar baiknya, ternyata ada berbagai macam strategi untuk mencegah stress. Kebanyakan teknik pencegah stress dimulai dengan hidup positif. Sadar akan apa yang terjadi pada Anda dan lingkungan sekitar Anda. Sadar akan apa yang Anda lakukan dan mengapa, menyadari apa yang pas dan apa yang tidak pas untuk Anda. Juga sadar terhadap kemungkinan atas pilihan dalam setiap keadaan.

Pintar dalam mengatasi stress dapat memudahkan penanganan diabetes. Karena jika Anda tidak stress, maka keluarga Anda juga akan terhindar dari potensi stress.

(diabetes.org)

Share now :

Direview tanggal: Januari 1, 1970 | Terakhir Diedit: Maret 12, 2020

Yang juga perlu Anda baca