3 Cara Mudah Mengendalikan Gula Darah Bagi Pegawai Kantoran yang Punya Diabetes

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum

Penyakit diabetes bukan lagi penyakit kakek-nenek. Riskesdas Kementerian Kesehatan tahun 2013 melaporkan bahwa DKI Jakarta menduduki peringkat ke-enam sebagai provinsi dengan kasus diabetes tipe 2 tertinggi pada kelompok usia produktif (15 tahun ke atas). Artinya, penyakit ini bisa terjadi pada orang-orang yang masih aktif bekerja, bukan hanya yang sudah pensiun saja.

Diabetes bukan menjadi penghalang Anda untuk terus produktif. Namun jika Anda adalah pegawai kantoran yang memiliki diabetes, penting untuk selalu menjaga kesehatan tubuh agar bisa terus aktif bekerja, bukan? Untuk itu Anda harus menjaga kadar gula darah tetap normal. Caranya bukan hanya dengan minum obat saja. Anda juga harus mendukung pengobatan diabetes Anda dengan menerapkan gaya hidup sehat. Dengan begitu, Anda tetap bisa aktif dan nyaman bekerja, di mana pun dan kapan pun.

Jika saya punya diabetes, haruskah memberi tahu pihak kantor?

Jika Anda memiliki diabetes dan masih bekerja, memberi tahu pihak kantor mengenai penyakit Anda itu penting. Jadi, pihak kantor bisa memaklumi sekaligus mendukung perawatan dan penerapan gaya hidup sehat.

Misalnya, mempermudah Anda untuk cuti demi melakukan cek kesehatan rutin di rumah sakit atau memberi keringanan seputar acara kantor, misalnya gathering outdoor tahunan di taman rekreasiyang mungkin berisiko membuat Anda gampang kelelahan atau terluka.

Tips mengendalikan gula darah normal di kantor

Bila Anda baru saja didiagnosis diabetes dan kesulitan untuk menjaga kadar gula darah tetap normal di kantor, ikuti beberapa tipsnya berikut ini:

1. Perhatikan menu makan dan waktu makan dengan benar

bekal makan sehat
Sumber: Families Magazine

Memiliki diabetes, mengharuskan Anda untuk mengatur waktu makan dan memilih menu makanan yang sehat. Kenapa? Telat sarapan atau waktu makan yang tidak teratur bisa memicu kadar gula darah jadi sangat rendah. Akan lebih baik jika Anda menyempatkan dulu untuk sarapan di rumah sehingga tidak perlu repot lagi menyiapkan sarapan di kantor.

Kemudian, jangan lupa untuk memastikan menu makanan itu aman untuk gula darah Anda. Jika tadinya Anda terbiasa makan di kantin atau kaferia, mulailah untuk menyiapkan bekal makan siang sendiri dari rumah. Anda bisa memilih menu dan bahan makanan yang lebih sehat.

Mungkin Anda harus mengutamakan buah atau sayur yang indeks glikemiknya rendah. Perhatikan juga cara mengolah makanan dan kurangi porsi makan dari biasanya. Hindari makan camilan kemasan, yang mengandung pengawet, gula dan garam tambahan.

Menjaga asupan makan selama di kantor, tidak hanya menjaga kadar gula darah normal tapi juga menjaga berat badan tetap terkontrol.

2. Rutin cek gula darah

toksisitas glukosa

Tubuh secara alami mampu menyesuaikan kadar gula dalam darah untuk kembali normal. Namun, pada penderita diabetes, kemampuan tubuh untuk mengatur gula darah mengalami gangguan. Jadi, diabetesi harus rutin mengecek gula darahnya sebagai langkah perawatan dan mencegah gula darah tidak naik tidak terkendali.

Melakukan cek gula darah tidak harus ke rumah sakit atau klinik, kok. Anda bisa mengecek gula darah dengan perangkat elektronik portable yang disebut dengan glucose meter atau meteran gula darah. Caranya mudah, Anda tinggal menusukkan lacet pada jari Anda sebagai sampel darah.

Seberapa banyak Anda melakukan cek gula darah disesuaikan dengan seberapa parah penyakit diabetes yang Anda miliki. Biasanya cek gula darah dilakukan sebanyak 2 kali sehari, yaitu sebelum sarapan dan sesudah makan atau sebelum tidur. Untuk diabetes ringan, cek gula darah tidak perlu dilakukan setiap hari.

3. Pastikan ada aktifitas fisik di sela-sela jam kerja

menjaga stamina

Pekerja kantor menghabiskan banyak waktunya untuk duduk bekerja di depan layar komputer, dan sangat jarang bergerak aktif. Belum lagi kalau harus kerja lembur. Ini tentu jadi penghambat bagi diabetesi untuk menerapkan gaya hidup sehat.

Sebenarnya, menyisipkan aktivitas fisik di sela-sela jam kantor itu tidak sulit untuk dilakukan. Misalnya sesederhana degan memilih naik tangga dibanding naik lift, atau memilih berjalan kaki ke tempat kerja dibanding kendaraan umum.

Selain itu, tidak ada salahnya untuk coba mengajukan ide pada pihak kantor untuk mendukung karyawannya bisa beraktivitas fisik lebih leluasa. Contohnya, membuka kelas olahraga gratis sehabis pulang kantor. Hal tersebut juga disarankan oleh dra. Khafifah Any, Apt, MARS, Plt., Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta, ketika ditemui di Balai Kota DKI Jakarta, Jakarta Pusat, Jumat (24/8) pada acara penandatanganan kerja sama antara Pemprov DKI, Kedutaan Denmark, dengan PT Novo Nordisk untuk program Cities Changing Diabetes (CCD).

Ia mengungkapkan, “Kantor-kantor pemerintah pun sudah ikut menerapkan sesi senam peregangan setiap pukul 10 pagi dan 2 siang untuk mendukung setiap karyawannya hidup lebih sehat dan lebih aktif bergerak.” Harapannya, kegiatan ini juga dapat dilakukan oleh seluruh perusahaan, bukan hanya pemerintahan tapi juga swasta.

Baca Juga:

Sumber
Ingin hidup lebih sehat dan bahagia?
Dapatkan update terbaru dari Hello Sehat seputar tips dan info kesehatan
Yang juga perlu Anda baca