Apa Itu Gula Darah? Kenapa Berbahaya Jika Kadarnya Tidak Normal?

Ditinjau secara medis oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 15/11/2019
Bagikan sekarang
Artikel ini berisi:

Mungkin sebagian besar dari Anda sering mendengar bahwa penyakit diabetes terjadi akibat kadar gula darah yang tinggi. Ya, gula darah atau yang sering disebut dengan glukosa darah ini sebaiknya Anda kontrol dan perhatikan kadarnya setiap hari. Pasalnya, kadar glukosa darah adalah salah satu penentu kesehatan. Sebenarnya, apa sih gula atau glukosa darah itu?

Apa itu gula darah?

Gula darah adalah gula yang ditemukan dalam darah Anda yang biasanya berasal dari makanan yang Anda konsumsi. Glukosa darah adalah sumber bahan bakar untuk semua sel tubuh supaya dapat melakukan fungsinya dengan baik.

Sebenarnya, semua makanan yang Anda makan, entah itu karbohidrat, protein, dan lemak, bisa diolah menjadi glukosa darah. Namun, sumber utama dari glukosa darah adalah makanan yang mengandung karbohidrat.

Bila Anda mengonsumsi karbohidrat, maka makanan tersebut akan langsung dengan mudah diolah oleh tubuh menjadi glukosa darah. Sementara, kandungan nutrisi lain seperti lemak dan protein memerlukan waktu yang lebih lama untuk diubah menjadi gula darah.

Glukosa darah adalah sumber energi utama tubuh

Setelah tubuh berhasil mengolah makanan menjadi gula darah, zat ini akan langsung dibagikan ke seluruh bagian sel tubuh melalui pembuluh darah. Dari sel otak, hingga sel-sel yang ada di kaki Anda akan mendapatkan glukosa darah.

Maka itu, gula darah adalah hal yang sangat penting dan harus dijaga kadar normalnya. Jika glukosa darah terlalu sedikit, sel-sel tidak akan mendapatkan makanan dan tak bisa menjalankan fungsinya.

Sementara jika terlalu banyak, akan banyak gejala dan gangguan yang timbul akibat kondisi ini.

Seberapa kadar gula darah yang baik?

Angka gula darah yang normal:

  • Puasa (selama setidaknya 8 jam): kurang dari 100 mg/dL
  • Sebelum makan (kadar paling rendah dalam sehari): sekitar 70 hingga 80 mg/dL. Angka juga dapat bervariasi di antara 60 dan 90.
  • Setelah makan (2 jam setelah): kurang dari 140 mg/dL.

Kadar gula yang lebih tinggi atau lebih rendah dari angka normal tergolong tidak sehat, serta menunjukkan masalah yang muncul pada tubuh Anda.

Kelainan umum pada kadar gula darah

Kadar gula darah tinggi

Gula darah tinggi juga dikenal sebagai hiperglikemia dan memiliki dua tipe utama:

  • Hiperglikemia puasa. Dengan kondisi ini, gula darah pasien lebih tinggi dari 130 mg/dL setelah puasa (tidak makan dan minum) selama setidaknya 8 jam.
  • Hiperglikemia postprandial setelah makan. Dengan kondisi ini, gula darah pasien lebih tinggi dari 180 mg/dL 2 jam setelah mereka makan. Normalnya, apabila seseorang tidak memiliki diabetes, gula darah jarang mencapai 140 mg/dL setelah makan, bahkan apabila makan berat.

Penyebab paling umum dari hiperglikemia adalah diabetes. Sementara gejala dari hiperglikemia meliputi:

  • Sering merasa haus
  • Sakit kepala
  • Berkurangnya konsentrasi
  • Pandangan kabur
  • Sering buang air kecil
  • Kelelahan
  • Menurunnya berat badan
  • Kadar gula darah tinggi: lebih dari 180 mg/dL

Penting untuk mengatasi gejala gula darah tinggi sebelum kondisi berkembang ke komplikasi lainnya.

Hiperglikemia yang sering atau berjangka panjang dapat menyebabkan:

  • Infeksi vagina dan kulit
  • Luka yang lama sembuh
  • Berkurangnya penglihatan
  • Kerusakan saraf, disertai dengan kaki yang dingin dan sakit atau tidak sensitif, rambut rontok pada tangan dan kaki, atau disfungsi ereksi
  • Gangguan pada lambung atau usus (seperti konstipasi kronis atau diare)
  • Kerusakan pada mata, pembuluh darah atau ginjal

Hiperglikemia juga dapat menyebabkan kondisi serius lainnya. Pasien dengan diabetes tipe 1 lebih mungkin mengalami ketoasidosis (kondisi dimana asam menumpuk pada darah). Sementara itu, pasien dengan diabetes tipe 2 berisiko terhadap hyperglycemic hyperosmolar nonketotic syndrome (HHNS). Kondisi ini berpotensi mematikan, ditandai dengan ketidakmampuan tubuh memproses gula.

Kadar gula darah rendah

Kondisi lain yang bisa disebabkan oleh tidak normalnya kadar gula darah adalah hipoglikemia atau gula darah rendah Kondisi ini terjadi saat tubuh tidak mendapatkan gula yang cukup untuk keperluan tenaga. Orang dengan diabetes biasanya memiliki hipoglikemia.

Penyebab hipoglikemia meliputi pola makan, obat-obatan atau kondisi medis tertentu, serta olahraga.

Gejala dari hipoglikemia meliputi:

  • Linglung
  • Pusing
  • Merasa goyah
  • Kelaparan
  • Sakit kepala
  • Mudah tersinggung
  • Detak jantung tidak teratur (jantung berdetak kencang)
  • Kulit pucat
  • Berkeringat
  • Gemetar
  • Kelelahan
  • Kecemasan

Hipoglikemia yang sering atau sedang berlangsung dapat menyebabkan:

  • Berkurangnya koordinasi
  • Berkurangnya konsentrasi
  • Mati rasa pada mulut dan lidah
  • Pingsan
  • Mimpi buruk
  • Koma

Hello Health Group tidak menyediakan nasihat medis, diagnosis, atau pengobatan.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

3 Hal yang Bisa Jadi Penyebab Anda Sering Pusing Setelah Makan Daging

Meski daging menawarkan banyak manfaat kesehatan bagi tubuh Anda, makanan satu ini juga bisa menimbulkan masalah. Salah satunya bikin sering pusing.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari

Langkah Pertolongan Pertama Jika Kadar Gula Darah Merosot (Hipoglikemia)

Hipoglikemia ditandai dengan penurunan kadar gula darah hingga di bawah 70 gr/dL. Lantas, adakah cara mengatasi gula darah rendah pada tubuh ini?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri

Memasak Nasi dengan Campuran Tepung Kelapa Baik untuk Penderita Diabetes

Anda yang punya diabetes tak perlu lagi khawatir jika ingin makan nasi. Katanya, mencampur nasi putih dan tepung kelapa bisa bantu kendalikan gula darah.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari

Apakah Anda Berisiko Kena Diabetes Labil? Coba Cek di Sini!

Diabetes labil lebih rentan dialami oleh orang dengan diabetes tipe 1. Namun selain itu, beberapa orang ini juga sama berisikonya mengalami diabetes labil.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari

Direkomendasikan untuk Anda

pengaruh sensitivitas insulin

Pemanis Buatan dan Karbohidrat Ternyata Memengaruhi Sensitivitas Insulin

Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Winona Katyusha
Dipublikasikan tanggal: 31/03/2020
gaya hidup sedentari

Mengulik Bahaya Gaya Hidup “Mager” Warga Kota dan Efeknya Pada Risiko Diabetes

Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 24/08/2019
komplikasi diabetes melitus

9 Komplikasi Diabetes Melitus, dari yang Paling Ringan Sampai Fatal

Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 14/05/2019
penyakit diabetes melitus

Diabetes Melitus

Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 25/04/2019