Prediabetes merupakan peringatan awal dari penyakit diabetes. Kondisi ini terjadi ketika kadar gula darah mulai melebihi batas normal, namun belum terlalu tinggi untuk dapat dikategorikan sebagai penyakit diabetes.

Kalau tidak segera diantisipasi, kondisi prediabetes bisa menjadi diabetes yang sangat rawan terhadap komplikasi berbagai penyakit berbahaya seperti penyakit jantung, pembuluh darah, ginjal, saraf, dan mata. Itu sebabnya, kenali tanda-tanda awal prediabetes sejak dini untuk mengurangi risiko terkena diabetes sepenuhnya.

Apa penyebab prediabetes?

Sampai saat ini penyebab pasti prediabetes masih belum diketahui. Namun, para ahli meyakini jika faktor genetik dan riwayat keluarga berperan penting terhadap terjadinya prediabates.

Selain itu, prediabetes seringnya dipicu karena pola makan sehari-hari yang tidak sehat, seperti tinggi gula, tinggi kalori, tinggi lemak, dan kurang serat. Minim aktivitas fisik – atau jarang bergerak dan berolahraga juga bisa menjadi faktor penyebab tambahan kondisi ini.

Seseorang yang mengalami prediabetes, membuat tubuhnya tidak dapat menggunakan insulin secara efektif. Terkadang hal ini menyebabkan penumpukkan gula yang terlalu banyak beredar di aliran darah. Nah, kadar gula yang tinggi dalam darah ini bisa menyebabkan komplikasi kesehatan serius, terutama kerusakan pada pembuluh darah, jantung, dan ginjal.

Apa saja gejala awal prediabetes?

Kebanyakan orang tidak menyadari jika mereka sedang mengalami salah satu gejala prediabetes. Dalam kebanyakan kasus, ketika seseorang mulai menyadari adanya gejala, kondisi tersebut telah berkembang menjadi diabetes tipe 2.

Tapi, ada beberapa gejala paling umum yang bisa jadi indikasi awal prediabetes, yaitu:

Jika Anda mengalami salah satu dari kondisi yang sudah disebutkan di atas, Anda harus waspada. Terlebih jika Anda memiliki riwayat keluarga pengidap diabetes dan darah tinggi serta kelebihan berat badan. Segeralah mengecek kadar gula darah Anda untuk memastikan kondisi ini.

Yang harus dilakukan jika Anda mengalami prediabetes

Penderita prediabetes memiliki risiko lebih besar mengidap diabetes type 2. Meski begitu, dengan melakukan antisipasi dan penanganan yang tepat risiko ini bisa diminimalisir.

Menerapkan gaya hidup sehat merupakan salah satu cara untuk mencegah komplikasi diabetes yang lebih serius. Ada beberapa perubahan gaya hidup yang bisa Anda lakukan, di antaranya:

1. Menurunkan berat badan

Studi telah menunjukkan bahwa penurunan berat badan yang sederhana – 5 persen sampai 7 persen dari berat tubuh Anda – dapat mencegah atau menunda perkembangan diabetes. Misalnya, jika Anda adalah orang yang beratnya 90 kilogram, kehilangan sekitar 10 kilogram dari berat badan awal Anda dapat membantu mengurangi risiko terkena diabetes.

2. Kurangi asupan karbohidrat Anda

Karbohidrat adalah nutrisi yang paling banyak mempengaruhi gula darah dalam tubuh. Anda bisa mengurangi gula darah dan menurunkan berat badan dengan mengonsumsi lebih sedikit karbohidrat.

Hindarilah mengonsumsi karbohidrat olahan, seperti roti putih, pasta, nasi, dan keripik, soda, dan jenis makanan atau minuman yang kaya gula. Sebaliknya, perbanyaklah asupan makanan yang non-tepung seperti biji-bijian, gandum, kacang polong, jagung, kentang, gandum, nasi merah, dan kacang merah.

3. Melakukan diet diabetes

Prinsip diet diabetes pada dasarnya bagaimana Anda mengatur porsi kebutuhan gizi dan nutrisi yang seimbang agar tidak membuat kadar gula darah melonjak dengan cepat. Kurangi makanan yang mengandung gula tinggi, dan pilihlah pemanis rendah kalori dan bebas gula untuk mencegah diabetes dan mengontrol asupan kalori.

Jangan lupa, perhatikan juga porsi makannya. Konsultasikan ke dokter atau ahli gizi terlebih dahulu untuk membantu mengetahui kebutuhan nutrisi harian Anda.

4. Aktivitas fisik

Aktivitas fisik tidak hanya membantu menjaga berat badan Anda tetap terkendali, tapi juga membantu Anda memanfaatkan insulin dengan lebih baik. Insulin merupakan hormon alami dalam tubuh yang berfungsi untuk mengubah glukosa menjadi energi.

Selain itu, hormon ini juga berperan untuk membantu mengontrol kadar gula darah (glukosa) dalam tubuh. Anda bisa melakukan olahraga kardio atau latihan beban secara rutin setidaknya 3 kali dalam seminggu selama 30 sampai 45 menit. Jika Anda tidak punya cukup waktu untuk berolahraga, lakukanlah aktivitas fisik sederhana seperti jalan kaki, bersepeda, berenang, berkebun, atau hal lainnya yang Anda sukai.

Baca Juga:

Sumber
Yang juga perlu Anda baca