Penderita diabetes pasti dianjurkan untuk menerapkan pola hidup sehat dan rutin menggunakan obat agar kadar gula darahnya terkendali. Akan tetapi, ketika gula darah tetap melonjak (setelah dievaluasi setiap 3 bulan dengan pemeriksaan darah HbA1c) meski telah diberikan obat, maka biasanya pilihan pengobatan selanjutnya adalah insulin suntik.

Bagi Anda yang dianjurkan untuk menyuntik insulin, ketahui dulu apa yang harus dilakukan dan yang dipantang ketika menggunakan insulin suntik ini.

Berbagai hal yang harus dilakukan dan dipantang ketika menyuntik insulin

Suntik insulin akan dilakukan sendiri oleh diabetesi di rumah. Biasanya dokter akan mengajari dan memberikan panduan pertama kali terkait apa saja yang harus dilakukan saat harus menyuntik insulin sendiri. Namun, ada banyak hal penting yang sering terlupakan ketika menggunakan suntikan insulin. Padahal, kesalahan saat suntik insulin dapat berakibat fatal bagi kesehatan, bisa saja gula darah Anda menjadi sangat rendah atau bahkan tinggi.

Maka dari itu, ada beberapa hal yang harus diperhatikan saat menggunakan insulin suntik, apa saja?

1. Simpan insulin di tempat yang tepat

Anda tidak bisa menyimpan suntikan insulin Anda di sembarang tempat. Pasalnya, obat ini memerlukan suhu yang tepat agar tidak rusak. Insulin hanya dapat bertahan sebulan jika disimpan di suhu ruangan antara 15-30 derajat celcius. Akan lebih bertahan lama bila insulin di simpan di lemari pendingin.

Insulin yang belum terbuka (masih tersegel) jika disimpan di dalam lemari pendingin dapat bertahan hingga masa kedaluwarsa insulin habis. Namun, bila insulin telah dibuka, meski disimpan di dalam lemari es, hanya dapat bertahan selama satu bulan saja. Letakkan insulin di dalam kotak yang tertutup rapat dan kemudian dapat Anda simpan di lemari dingin.

2. Menyuntik insulin tak bisa di sembarang tempat

Anda tidak bisa menyuntikkan insulin ke sembarang bagian di tubuh Anda. tidak sama seperti suntikan obat lain yang harus masuk ke dalam pembuluh darah, suntikan insulin harus mengenai jaringan lemak tubuh Anda.

Maka dari itu, insulin bisa disuntikkan ke beberapa titik tubuh yang memiliki lapisan lemak cukup tebal, seperti, perut, paha, dan lengan. Dengan masuk ke dalam lapisan lemak, insulin akan lebih mudah dan cepat diserap oleh tubuh.

3. Selalu suntik insulin di tempat yang sama

Pastikan Anda tetap konsisten dalam menyuntik insulin ke bagian tubuh tersebut. Maksudnya, jika suntikan insulin pagi Anda lakukan di bagian paha, maka suntikan keesokan paginya juga lebih baik di paha. Atau suntikan insulin untuk malam hari, biasa Anda lakukan pada perut, maka terus saja lakukan suntikan insulin khusus malam hari di bagian perut, jangan berpindah-pindah. Hal ini ternyata memengaruhi penyerapan insulin.

Akan tetapi, jika akan menyuntik insulin lagi di tempat yang sama, beri jarak sekitar satu jari dari bagian tubuh tersebut, agar jaringan lemak tidak menjadi kaku.

4. Pastikan memberikan jenis insulin yang tepat di waktu yang tepat

Suntikan insulin biasanya memang diberikan beberapa jenis, sesuai dengan dosis dan waktu pemberiannya. Insulin jenis long-acting biasanya digunakan malam hari, karena jenis insulin ini dapat menjaga gula darah dalam waktu yang cukup lama, yaitu lebih dari 12 jam.

Sementara, di siang hari, Anda akan diberikan insulin jenis short-acting yang dapat mempertahankan kadar gula darah hingga 5-8 jam. Biasanya, insulin jenis ini akan diberikan 30-60 menit sebelum makan.

Pemberian insulin yang salah di jam yang salah, dapat menyebabkan kadar gula darah Anda menjadi tidak terkendali. Misalnya saja, Anda salah menyuntikkan insulin long-acting justru ketika siang hari sebelum makan, hal ini dapat menyebabkan kadar gula darah malah turun dan berisiko hipoglikemia. Sebaliknya, kenaikan gula darah yang drastis (hiperglikemia), juga bisa terjadi akibat kesalahan pemberian insulin.

5. Perhatikan juga asupan makanan Anda

Menggunakan suntikan insulin adalah salah satu upaya agar gula darah Anda terjaga dengan baik. Namun bukan berarti dengan pengobatan insulin artinya Anda bisa bebas makan apapun yang Anda mau. Pola makan tetap harus dijaga supaya tetap sehat dan rendah gula.

Anda juga dapat menggunakan jenis pemanis non-gula yang rendah kalori dan mengandung kromium. Kromium adalah zat mineral yang dapat mempercepat respon insulin terhadap gula darah sehingga kadar gula darah dapat terkendali dengan baik.

Baca Juga:

Sumber
Ingin hidup lebih sehat dan bahagia?
Dapatkan update terbaru dari Hello Sehat seputar tips dan info kesehatan
Yang juga perlu Anda baca