Efek Samping Minum Obat Diabetes Metformin Dalam Jangka Panjang

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum

Meski diabetes tidak bisa disembuhkan, mendeteksi sejak dini penyakit ini memungkinkan kadar gula darah orang yang mengalami diabetes bisa dikendalikan. Tujuan pengobatan diabetes adalah untuk memertahankan keseimbangan kadar gula darah dan meminimalisasi risiko komplikasi.

Menjaga keseimbangan kadar gula darah dapat dilakukan dengan menerapkan pola makan sehat atau melakukan olahraga teratur.

Namun, terkadang tidak bisa hanya dengan melakukan itu. Anda juga mungkin membutuhkan batuan obat-obatan untuk mengatasinya. Ada beberapa jenis obat yang dapat digunakan untuk orang yang memiliki diabetes tipe 2. Salah satu obat yang sering dikonsumsi oleh diabetesi adalah metformin.

Metformin adalah obat yang digunakan untuk mengontrol gula darah tinggi. Metformin bekerja dengan mengurangi kadar gula yang disalurkan hati ke aliran darah dan membuat tubuh lebih responsif terhadap insulin.

Ini obat pertama yang sering dianjurkan bagi penderita diabetes tipe 2. Sama seperti dengan jenis obat lainnya, metformin memilki efek samping dalam penggunaan jangka panjangnya. Lalu apa saja efek samping metformin yang perlu Anda ketahui? Berikut penjelasannya.

Efek samping metformin dalam jangka panjang

Konsumsi obat metformin dalam jangka panjang ternyata dapat memengaruhi kondisi kesehatan penggunanya. Berikut adalah jenis-jenis efek samping yang berpotensi terjadi:

1. Asidosis laktat

Meski jarang terjadi, asidosis laktat berpotensi menjadi efek samping metformin yang paling serius. Asidosis laktat adalah penumpukan asam laktat dalam tubuh, yang dapat berakibat fatal. Metformin mampu menghasilkan asam laktat dalam jumlah besar. Hal tersebut bisa menghambat gangguan tertentu yang lantas memaksa sel-sel tubuh untuk melakukan metabolisme anaerob (proses pembentukan energi yang tidak menggunakan oksigen).

Nah, asam laktat adalah produk hasil metabolisme anaerob yang akan membuat pH darah lebih asam. Bila kadarnya sangat tinggi maka bisa menyebabkan kerusakan atau gagalnya fungsi berbagai organ tubuh.

Karena ginjal memproduksi hasil metabolisme obat metformin, kerusakan ginjal dalam hal apa pun akan menyebabkan peningkatan kadar metformin dalam darah sehingga akan terjadi peningkatan asam laktat. Inilah alasan mengapa metformin umumnya hanya diresepkan untuk orang dengan fungsi ginjal yang sehat.

Efek samping ini berpotensi mematikan dan bila Anda mengalami gejala apapun, Anda harus segera menghubungi dokter. Asidosis laktat bisa terjadi perlahan-lahan dan memburuk seiring dengan waktu. Cari bantuan medis segera jika Anda mengalami gejala asidosis laktat, seperti:

  • Nyeri otot atau merasa lemas
  • Mati rasa atau perasaan dingin di tangan dan kaki
  • Kesulitan bernapas
  • Merasa pusing, kepala berputar, lelah, dan sangat lemas
  • Sakit perut, mual disertai muntah
  • Detak jantung lambat atau tidak teratur

2. Kekurangan vitamin B12

Mengonsumsi metformin dalam jangka panjang menyebabkan menurunnya kadar vitamin B12. Kekurangan vitamin B12 dapat menyebabkan risiko kesehatan yang cukup berarti karena vitamin ini penting untuk menjalankan fungsi DNA, produksi sel darah merah, dan fungsi biokimia lain di dalam tubuh.

Berkurangnya vitamin B12 dalam darah dapat menyebabkan anemia megoblastik, di mana sumsum tulang tidak dapat memproduksi sel darah merah secara memadai. Meskipun jenis anemia ini tidak umum, tapi bisa terjadi akibat kekurangan vitamin B12 sebagai efek samping metformin dalam jangka panjang.

Berikut adalah gejala-gejala dari kekurangan vitamin B12:

  • Perubahan warna kulit
  • Peradangan di lidah
  • Reflek tubuh berkurang
  • Merasa gelisah dan tidak tenang
  • Kemampuan mencium bau berkurang
  • Kerusakan saraf-saraf
  • Kesulitan berjalan
  • Gejala-gejala yang menyerupai demensia

Selain itu, kekurangan vitamin B12 juga mungkin memicu komplikasi pembuluh darah kecil dan gangguan saraf tepi dalam tubuh. Hal ini menyebabkan munculnya efek samping seperti kesemutan pada jari, kelelahan, nyeri otot, dan cepat lupa.

Untuk meningkatkan kadar vitamin B12 dalam tubuh, Anda bisa mengonsumsi makanan yang kaya sumber vitamin B12 seperti daging sapi, ayam, telur, ikan, daging merah, sayuran berdaun hijau dan kacang-kacangan.

3. Hipoglikemia

Hipoglikemia adalah kondisi di mana kadar gula darah Anda lebih rendah dari biasanya. Jika gula darah turun secara drastis, hal ini berisiko menimbulkan bahaya bagi kesehatan Anda. Kondisi ini juga terkadang dijumpai sebagai efek samping dari konsumsi metformin pada penderita diabetes.

Umumnya, efek samping berupa hipoglikemia terjadi ketika Anda mengonsumsi metformin bersamaan dengan:

  • Diet atau pola makan yang buruk
  • Olahraga terlalu keras
  • Minum alkohol berlebihan
  • Obat-obatan diabetes lainnya

Jika Anda mengalami tanda-tanda dan gejala hipoglikemia di bawah ini, segera hubungi dokter:

  • Tubuh lemas dan lelah
  • Pusing
  • Mual
  • Muntah
  • Sakit perut
  • Kepala terasa ringan atau melayang
  • Detak jantung melambat atau semakin cepat

Untuk mencegah terjadinya hipoglikemia saat Anda menjalani pengobatan dengan metformin, pastikan Anda selalu minum obat sesuai dengan dosis yang diberikan dokter. Selain itu, Anda juga disarankan untuk memiliki pola makan dengan menu yang bergizi dan sehat, disertai dengan aktif bergerak setiap hari.

Efek samping metformin lainnya

Selain efek samping jangka panjang yang telah disebutkan yang telah disebutkan, sekitar 30% orang mengeluhkan efek samping lain, seperti diare, mual, dan muntah.

Dokter biasanya akan meresepkan metformin dalam dosis rendah untuk orang-orang yang baru pertama kali menjalani pengobatan diabetes. Jika diperlukan, dokter akan meningkatkan dosis obat. Namun, hal ini dapat berpotensi memicu timbulnya efek samping.

  • Mual dan muntah
  • Gangguan pencernaan
  • Penurunan nafsu makan
  • Nyeri otot dan kram
  • Sakit perut
  • Pilek
  • Sakit perut
  • Tubuh melemah
  • Batuk dan suara serak
  • Diare
  • Lemas dan mengantuk

Faktor-faktor risiko pemicu efek samping metformin

Selain perubahan dosis, terdapat pula beberapa faktor yang berpotensi meningkatkan risiko seseorang untuk mengalami efek samping dari metformin, seperti:

1. Menjalani operasi

Dilansir dari Healthline, jika Anda berencana menjalani prosedur operasi atau radiologi, Anda harus berhenti minum metformin 48 jam sebelum menjalani prosedur tersebut.

Operasi dan radiologi dapat memperlambat pembuangan metformin dari tubuh Anda. Akibatnya, hal tersebut dapat meningkatkan risiko Anda mengalami efek samping berupa asidosis laktat.

Apabila dokter telah menyatakan fungsi ginjal Anda kembali normal setelah menjalani prosedur operasi atau radiologi, Anda boleh kembali mengonsumsi metformin.

2. Minum alkohol secara berlebihan

Minum alkohol ketika Anda sedang menjalani pengobatan dengan metformin dapat meningkatkan risiko Anda mengalami hipoglikemia. Selain itu, konsumsi alkohol yang berlebihan juga berpotensi memicu terjadinya asidosis laktat. Hal ini dikarenakan alkohol meningkatkan kadar asam laktat di tubuh Anda.

Anda tidak diperbolehkan minum alkohol secara berlebihan saat minum obat ini. Jika perlu, sebaiknya Anda tidak minum alkohol sama sekali agar Anda dapat terhindar dari risiko terkena efek samping metformin.

3. Terdapat masalah ginjal

Ginjal Anda membuang sisa metformin dari tubuh. Jika ginjal Anda tidak berfungs dengan baik, akan ada terlalu banyak metformin di dalam tubuh Anda. Kondisi ini meningkatkan risiko Anda mengalami asidosis laktat.

Apabila Anda menderita masalah ginjal yang tergolong ringan dan sedang, dokter mungkin akan meresepkan metformin dalam dosis yang rendah.

Namun, jika masalah ginjal yang Anda derita cukup parah, dan Anda sudah memasuki usia 80 tahun ke atas, dokter tidak akan meresepkan metformin untuk mengatasi diabetes yang Anda idap.

4. Menderita masalah jantung dan hati

Anda tidak disarankan minum metformin apabila Anda menderita penyakit gagal jantung akut, atau baru saja mengalami serangan jantung.

Jantung yang tidak bermasalah mungkin tidak dapat menyuplai darah yang cukup ke ginjal Kondisi ini menyebabkan ginjal tidak mampu membuang metformin dengan baik, dan risiko terkena asidosis laktat pun tinggi.

Anda juga tidak boleh menjalani pengobatan dengan metformin jika hati Anda bermasalah. Salah satu fungsi hati Anda adalah membuang asam laktat dari tubuh.

Jadi, jika hati tidak berfungsi dengan baik, asam laktat akan menumpuk dalam tubuh. Kondisi ini yang dapat meningkatkan risiko terjadinya asidosis laktat.

Tubuh setiap orang berbeda, sehingga respon terhadap obat metformin ini juga akan berbeda-beda pula. Dengan kata lain, berbagai efek samping metformin yang telah disebutkan di atas bukan harga mati yang sudah pasti akan muncul.

Dokter Anda akan mempertimbangkan risiko mana yang lebih besar, risiko efek samping metformin atau risiko komplikasi diabetes yang berbahaya. Karena itu, selalu konsultasikan kondisi Anda dan perubahan apa pun yang Anda rasakan setelah minum obat ini pada dokter.

Baca Juga:

Sumber
Yang juga perlu Anda baca