Diet paleo dan diabetes sering diakitkan satu sama lain. Pasalnya, beberapa orang yang memiliki diabetes sering dianjurkan menggunakan pola diet manusia gua ini. Apa benar diet paleo ini cocok digunakan untuk penderita diabetes? Cari tahu informasi lengkapnya di sini.

Apa itu diet paleo?

Paleo merupakan sebuah diet yang namanya diambil dari sebuah masa purba, yakin zaman paleolitikum atau zaman batu. Diet ini disesuaikan dengan kondisi di zaman paleo tersebut. Pola makannya terdiri dari makanan sederhana yang utuh dan tidak banyak diproses. Artinya kita tidak boleh mengonsumsi makanan yang diawetkan atau dimasak dengan cara-cara yang rumit.

Teorinya, jika manusia kembali makan seperti manusia di zaman batu, tubuh akan lebih sehat dan bebas racun kimia. Diet ini terdiri dari asupan makanan seperti daging tanpa lemak, sayuran, buah-buahan, dan kacang-kacangan. Pantangannya adalah makanan olahan, biji-bijian, susu, kacang-kacangan, dan segala jenis pemanis termasuk gula.

Menurut para ahli, diet paleo merupakan diet yang tinggi protein, serat dan lemak sehat tapi rendah asupan garam. Diet ini juga merupakan diet rendah karbohidrat. Asupan karbohidrat yang berlebihan menjadi musuh utama untuk para diabetesi (sebutan untuk orang yang memiliki diabetes). Asupan karbohidrat yang harus dihindari antara lain nasi, pasta, kentang, kacang, roti, dan makanan olahan lainnya.

Lalu, apa benar diet paleo bermafaat untuk orang diabetes?

Sebuah studi yang diterbitkan pada 2015 oleh European Journal of Clinical Nutrition (EJCN) menunjukkan bahwa orang dengan diabetes tipe 2 yang menjalani diet paleolitikum mampu memperbaiki tekanan darah, kadar gula darah, dan kolesterol dalam jumlah yang signifikan, hanya dalam waktu dua minggu.

Peserta studi lain yang menjalani metode diet lain yang bahkan sudah direkomendasikan oleh American Diabetes Association, hasilnya tidak banyak membantu. Sebetulnya, para periset belum yakin mengapa pengikut diet paleo memiliki efek yang lebih baik, tapi mungkin saja makanan pada pola makan paleo lebih sesuai untuk diet penyakit diabetes tipe 2 daripada makanan lainnya. Hal ini dipaparkan oleh dr. Lynda Frassetto, seorang spesialis ginjal dan peneliti utama dari studi EJCN tahun 2015 tersebut.

Para peneliti percaya ada beberapa faktor yang terlibat, termasuk lebih banyak serat yang diasup bisa menyebabkan penurunan serapan gula dari usus. Serat juga megandung lebih banyak zat gizi mikronutrien dan antioksidan, serta berpotensi lebih sehat untuk kesehatan usus.

Dr. Frassetto menambahkan bahwa tidak semua jenis karbohidrat diciptakan sama. Karbohidrat dari buah dan sayuran mengandung antioksidan dan mikronutrien, yang mana lebih baik untuk tubuh. Hal ini berlaku jika dibandingkan dengan karbohidrat di dalam roti gandum atau sereal.

Studi EJCN yang sama juga menemukan bahwa makan daging dan makanan berlemak lainnya yang ditemukan dalam makanan paleo seperti buah, sayuran, dan kacang-kacangan dalam jangka pendek bisa meningkatkan sensitivitas insulin tingkat lipid pada orang dengan diabetes tipe 2. Karena itu, orang dengan diabetes tipe 2 mungkin bisa mengendalikan gula darah dengan lebih baik berkat diet ini.

Apalagi makanan yang ada dalam diet zaman batu ini akan membuat Anda merasa kenyang dengan asupan kalori lebih sedikit sehingga bisa membantu pasien diabetes menjaga berat badan. Pengendalian berat badan tentu sangat bermanfaat untuk mencegah diabetes bertambah parah atau munculnya komplikasi lain. 

Namun, ada beberapa hal lain yang harus diperhatikan

Orang dengan diabetes yang tertarik untuk mencoba diet paleo harus berkonsultasi dahulu dengan dokter atau ahli gizi. Pasalnya, jika Anda memiliki masalah ginjal atau sedang menggunakan obat tertentu, mungkin Anda tidak dapat menjalani diet ini dengan aman dan leluasa.

Perlu diketahui, karena diet paleo juga melibatkan makanan berat seperti daging, usus jadi harus bekerja lebih keras untuk mencernanya, apalagi dalam porsi yang berlebihan. Hal ini juga berlaku bagi orang yang mengalami masalah pencernaan.

Namun, untuk mencoba pola makan dan mengelola diabetes, Anda masih bisa mengambil beberapa langkah awal. Makananlah makanan yang segar, organik, dan tidak banyak diolah. Kurangi juga konsumsi roti dan nasi. Pola makan yang sehat bisa membantu Anda menjalani kegiatan sehari-hari. 

Baca Juga:

Sumber
Ingin hidup lebih sehat dan bahagia?
Dapatkan update terbaru dari Hello Sehat seputar tips dan info kesehatan
Yang juga perlu Anda baca