Disadari atau tidak, bentuk tubuh seseorang ternyata memegang peranan penting dalam menentukan risiko diabetes. Diabetes tidak hanya memengaruhi orang-orang dengan berat badan berlebih, bahkan orang yang bertubuh kurus pun juga bisa terkena diabetes. Lantas, bentuk tubuh seperti apa yang paling berisiko diabetes? Cari tahu jawabannya dalam artikel ini

Bentuk tubuh paling rentan terkena diabetes

1. Yang memiliki perut buncit

Perut buncit tidak hanya dialami oleh orang yang kelebihan berat badan saja. Pasalnya, orang kurus yang memiliki berat badan ideal pun dapat mengembangkan kondisi ini. Lemak perut adalah jenis lemak jahat penyebab utama dari perut buncit yang berbahaya bagi kesehatan Anda.

Dikutip dari laman Harvard Health Publications, lemak perut dapat memengaruhi produksi lemak darah yang secara langsung dihubungkan dengan kenaikan kolesterol total dan kolesterol jahat (LDL), menurunnya kolesterol baik (HDL), serta resistensi insulin.

Nah, resistensi insulin inilah yang kemudian jadi awal mulanya penyakit diabetes. Kondisi ini terjadi ketika insulin tidak bekerja optimal sehingga menyebabkan glukosa darah meningkat dan tidak dapat masuk dalam sel-sel tubuh

2. Yang memiliki lingkar pinggang besar

Beberapa penelitian menyebutkan bahwa pria dan wanita yang memiliki lingkar pinggang besar berisiko lebih tinggi untuk mengembangkan berbagai penyakit kronis di kemudian hari, salah satunya diabetes.

Biasanya lingkar pinggang besar diidentikan dengan orang yang memiliki berat badan berlebih atau obesitas. Faktanya, orang yang memiliki berat badan normal namun memiliki lingkar pinggang yang besar juga berisiko terkena berbagai penyakit dibandingkan dengan orang yang memiliki lingkar pinggang normal.

American Heart Association National Heart serta Lung and Blood Institute menetapkan ukuran lingkar pinggang yang sehat pada wanita yaitu lebih kecil dari 88 cm, sedangkan pada laki-laki lebih kecil dari 102 cm. Sedangkan target lingkar pinggang yang ideal untuk orang Asia adalah kurang dari 90 cm (untuk laki-laki) dan kurang dari 80 cm (untuk wanita)

3. Yang memiliki berat berlebih

Secara keseluruhan beberapa orang nyatanya dapat menumpuk lemak di mana-mana dengan kecepatan yang cukup rata. Namun terlepas dari bentuk tubuh, kelebihan berat badan atau obesitas meningkatkan risiko diabetes. Obesitas merupakan akar dari berbagai masalah kesehatan, seperti penyakit jantung, stroke, tekanan darah tinggi, dan diabetes.

Bahkan dikutip dari laman WebMD, obesitas menjadi faktor risiko nomor satu penyebab diabetes. Obesitas sendiri adalah penumpukan lemak berlebih yang dapat menyebabkan perubahan metabolisme tubuh. Perubahan ini menyebabkan jaringan lemak (jaringan adiposa) melepaskan molekul lemak ke dalam darah, yang dapat mempengaruhi sel responsif insulin dan menyebabkan berkurangnya sensitivitas insulin.

Pengecekan status gizi dengan menggunakan Indeks Massa Tubuh (IMT) merupakan salah satu cara untuk menentukan apakah Anda masuk katogeri obesitas atau tidak. Selain itu, indeks massa tubuh juga dapat digunakan untuk melihat risiko kesehatan seseorang. Anda dapat menghitung Indeks Massa Tubuh di Kalkulator BMI Hello Sehat (bisa juga cek di tautan ini bit.ly/indeksmassatubuh)

Tips menurunkan risiko diabetes

Jika Anda termasuk yang memiliki salah satu bentuk tubuh seperti yang sudah disebutkan di atas, Anda jangan khawatir. Pasalnya ada beberapa cara yang dapat Anda lakukan untuk menurunkan risiko diabetes supaya bisa tetap menikmati #HidupEnak, seperti:

1. Perhatikan asupan makanan

Perbanyaklah mengonsumsi buah-buahan, sayuran, dan makanan yang mengandung serat tinggi. Hindari mengonsumsi makanan manis dan berlemak, Jangan lupa, perhatikan pula porsi makan yang Anda konsumsi. Selain dapat membuat gula darah Anda jadi lebih terkendali, memperhatikan asupan makanan, juga dapat membantu Anda mendapatkan berat badan ideal sehingga terhindar dari risiko obesitas dan diabetes.

2. Perbanyak aktivitas fisik

Mulai sekarang, Anda harus meninggalkan gaya hidup sedentari, alias kurang gerak. Tidak perlu melakukan olahraga berat dengan intensitas tinggi. Pasalnya dengan melakukan olahraga ringan asal rutin dan konsisten setidaknya tiga kali dalam seminggu selama kurang lebih 30 menit bisa membantu Anda menurunkan risiko diabetes. Tidak hanya itu, olahraga teratur yang diimbangi dengan asupan nutrisi yang tepat juga dapat membantu Anda mendapatkan bentuk tubuh yang ideal, loh.

3. Rutin cek gula darah

Tips #HidupEnak selanjutnya untuk menurunkan risiko diabetes adalah dengan rutin mengecek gula darah Anda. Periksalah gula darah Anda secara rutin sebelum dan sesuadah makan. Pemeriksaan gula darah secara rutin akan memberitahu Anda kadar gula darah saat itu juga.

Baca Juga:

Sumber
Ingin hidup lebih sehat dan bahagia?
Dapatkan update terbaru dari Hello Sehat seputar tips dan info kesehatan
Yang juga perlu Anda baca