Terkadang sakit kepala bisa sangat menyakitkan, sehingga tidak heran jika banyak orang khawatir sakit kepala yang dialaminya sebenarnya adalah gejala stroke.

Apa hubungan antara sakit kepala dan stroke?

Terdapat hubungan antara sakit kepala dan stroke karena keduanya mempengaruhi bagian yang sama dari tubuh. Akan tetapi, sakit kepala biasanya tidak membahayakan. Sekitar 10-15% orang yang pernah mengalami stroke akan mengalami sakit kepala baru setelah stroke.

Perkiraan orang dewasa yang menderita sakit kepala rutin berkisar antara 30-60%. Hanya sedikit dari para penderita sakit kepala yang berlanjut ke stroke, tetapi ada sedikit peningkatan stroke di antara orang yang menderita sakit kepala berat dibandingkan dengan mereka yang tidak pernah menderita sakit kepala berat.

Stroke, sakit kepala, dan faktor genetik

Sakit kepala, entah itu migrain, kelelahan yang diakibatkan sakit kepala, atau penggunaan obat sakit kepala berlebih biasanya tidak menyebabkan stroke. Banyak penelitian ilmiah yang menginvestigasi ada atau tidaknya hubungan antara sakit kepala dan stroke.

Sakit kepala dan stroke keduanya adalah kondisi yang dipengaruhi faktor keturunan, yang berarti bahwa beberapa orang berisiko tinggi memilikinya karena faktor genetik. Beberapa gen yang sama jugkea bisa meningkatkan risiko sakit kepala sebelah (migrain). Bahkan ketika faktor turunan berperan dalam migrain dan stroke, sakit kepala biasanya tidak terjadi bersamaan dengan stroke. Apa artinya ini bagi penderita migrain? Intinya adalah penting untuk memahami faktor risiko stroke dan tetap menjaga perawatan medis yang tepat terkait faktor risiko stroke untuk menghindari stroke.

Haruskah saya khawatir akan stroke bila sering menderita sakit kepala?

Di kebanyakan waktu, gejala stroke terdiri dari lemas, perubahan penglihatan, mati rasa, kebingungan, atau kesulitan berbicara. Sakit kepala biasanya bukan tanda dari stroke yang tertunda.

Namun, ada juga jenis stroke yang terjadi bukan karena kurangnya aliran darah ke otak, tetapi dari perdarahan pada pembuluh darah di otak. Ini disebut stroke perdarahan, dan merupakan stroke yang menyebabkan perdarahan, biasanya berasal dari pembuluh darah yang berbentuk tidak normal. Perdarahan akan melukai dan merusak jaringan otak, juga menyebabkan kurangnya darah yang diterima oleh otak (karena perdarahan pembuluh darah tidak bisa mengalirkan darah ke tempat yang seharusnya bila terjadi kebocoran).

Bagaimana cara membedakan sakit kepala yang disebabkan pembuluh darah abnormal atau yang karena perdarahan otak?

Sakit kepala yang merupakan tanda dari stroke adalah kejadian yang langka. Hanya ada sekitar 1-3% pasien yang masuk ruang gawat darurat karena sakit kepala yang ternyata sebenarnya stroke. Pada salah satu penelitian yang ada pada Jurnal Medis Inggris (The British Medical Journal), hampir 2000 pasien yang masuk ruang gawat darurat karena sakit kepala berat akan melakukan pemeriksaan terhadap stroke. Kebanyakan pasien mengeluh bahwa sakit kepala yang membuat mereka masuk ruang gawat darurat adalah sakit kepala terburuk yang pernah mereka rasakan sepanjang mereka hidup. Sebuah penelitian kemudian mengevaluasi gejala lain yang terjadi bersamaan dengan sakit kepala berat tersebut. Mayoritas pasien penderita sakit kepala yang didiagnosis dengan stroke perdarahan juga mengeluhkan gejala lainnya. Seorang pasien penderita sakit kepala berat akan diduga mengalami stroke perdarahan jika:

  • Usianya lebih dari 40 tahun (umumnya sakit kepala jarang berkembang setelah usia 40 tahun, dan karena itu sakit kepala yang dimulai saat usia melewati 40 tahun harus segera dilakukan pemeriksaan medis)
  • Kehilangan kesadaran
  • Nyeri atau kaku pada leher
  • Muntah-muntah
  • Tekanan darah lebih dari 160/100
  • Sakit kepala dipicu karena kelelahan fisik
  • Riba di ruang gawat darurat dengan ambulans

Walau ada keterkaitan yang lemah antara sakit kepala dan stroke, umumnya aman untuk mengatakan bahwa sakit kepala bukanlah indikasi dari stroke. Namun, bila Anda mengalami gejala di atas, Anda sebaiknya segera mencari bantuan medis.

Sumber
Yang juga perlu Anda baca