4 Pilar Penting Dalam Mengatasi Diabetes

Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 18/03/2020 . Waktu baca 5 menit
Bagikan sekarang

Diabetes kini menjadi masalah kesehatan yang kompleks bagi masyarakat dunia. Diabetes menyebabkan banyak penyakit antara lain katarak, kebutaan, penyakit jantung koroner, bahkan stroke. Menurut Riset Kesehatan Dasar (RISKESDAS) 2013, kenaikan jumlah penderita diabetes di Indonesia semakin tinggi, dari yang semula 1,1% pada tahun 2007 menjadi 2,1% di tahun 2013. WHO pun memprediksi kenaikan jumlah penyandang DM di Indonesia dari 8,4 juta pada tahun 2000 menjadi sekitar 21,3 juta pada tahun 2030.

Pengelolan diabetes melitus membutuhkan waktu yang lama dan terus-menerus. Hal ini dilakukan untuk mengendalikan kadar glukosa darah sehingga diabetes tidak berkembang menjadi penyakit lain. Oleh sebab itu, dibutuhkan kerja sama banyak pihak termasuk penderita, keluarga, dokter dan ahli lain. Perkumpulan Endokrinologi Indonesia (PERKENI) mengatakan setidaknya ada 4 pilar sukses pengobatan diabetes melitus. Apa saja 4 pilar tersebut? Mari kita ikuti penjelasan berikut ini.

PILAR 1 – Pengetahuan tentang diabetes melitus

Diabetes melitus (DM) ada 2 tipe, yaitu diabetes melitus akibat bawaan (tipe 1) dan diabetes melitus tipe 2. Diabetes tipe 2 umumnya terjadi akibat pola gaya hidup dan perilaku, terutama pola makan dan aktivitas yang kurang. Pola makan yang tinggi gula ditambah aktivitas kurang menyebabkan seseorang dapat mengidap diabetes melitus 2. Pengetahuan tentang diabetes melitus, tata cara minum obat, pola makan, komplikasi, dan tanda kegawat-darutan perlu dimiliki oleh penderita dan keluarga. Ada baiknya ada “Polisi DM” dalam keluarga. Polisi DM berfungsi untuk mengingatkan penderita untuk menjaga pola makan yang baik. Selain itu, adanya polisi nutrisi tersebut dapat mendukung penderita untuk menjalani gaya hidup yang lebih sehat.

Pengetahuan tentang pemantauan glukosa darah mandiri perlu diajarkan. Pemantauan kadar glukosa darah dapat dilakukan secara mandiri, setelah mendapat pelatihan khusus dari dokter. Kemudian, pasien diajarkan untuk membuat diary pemantauan glukosa darah beserta tanda dan gejala hipoglikemia (turunnya glukosa darah) dan gejala hiperglikemia (naiknya glukosa darah) beserta cara penanganannya. Dari diary inilah, biasanya dokter akan menentukan terapi terbaik bagi masing-masing penderita.

PILAR 2 – Pola makan seimbang

Pola makan yang seimbang menjadi kunci kesuksesan pengelolaan diabetes melitus. Pada saat pertama kali didiagnosis diabetes pun, dokter biasanya tidak langsung memberikan terapi obat. Pengaturan makan dan aktivitas fisik dilakukan selama 2-4 minggu. Bila 2 hal ini belum cukup mengendalikan glukosa darah, barulah dokter memberikan terapi obat.

Pola makan yang seimbang tidaklah sulit. Asupan yang dimakan harus sesuai dengan kebutuhan tubuh. Makanan cepat saji sebaiknya dihindari. Berikut tata cara pola makan seimbang bagi penderita diabetes yang direkomendasikan PERKENI:

  • Karbohidrat yang dianjurkan sebesar 45- 65% total asupan energi. Jadwal makan tetap tiga kali sehari untuk mencukupi nutrisi yang dibutuhkan tubuh. Kalau diperlukan, dapat diberikan makanan selingan buah sebagai snack sebagai bagian dari kebutuhan kalori sehari.
  • Asupan lemak dianjurkan sekitar 20-25% kebutuhan kalori. Asupan lemak yang melebihi 30% tidak dianjurkan. Asupan kolesterol yang direkomendasikan adalan <200 mg/hari.
  • Protein yang dianjurkan adalah 10-20% total asupan energi dalam sehari. Namun, protein dapat dibatasi jumlahnya pada penderita diabetes yang sudah mengalami komplikasi gagal ginjal. Hal ini bertujuan agar protein yang dimakan tidak membebani ginjal. Sumber protein yang baik adalah yang berasal dari tumbuhan seperti kacang-kacangan juga produk laut seperti ikan, udang dan kerang.

PILAR 3 – Aktif bergerak

Aktif bergerak adalah pilar sukses ke-3 bagi pengobatan diabetes melitus. Latihan jasmani amat penting dilakukan minimal 3-4 kali dalam seminggu, selama 30 menit. Nah, apa saja kegiatan jasmani bagi penderita diabetes?

1. Aktivitas fisik sehari-hari

Dengan membiasakan pola hidup sehat, kadar glukosa darah pun dapat terkontrol. Misalnya, membatasi penggunaan kendaraan bermotor dan memilih aktif berjalan kaki. Begitu pun ketika di kantor atau pertokoan, hindari penggunaan lift dan aktif naik tangga.

2. Aktivitas rekreasi

Aktivitas rekreasi adalah aktivitas dengan intensitas sedang-tinggi yang dilakukan pada waktu liburan, biasanya berupa olahraga. Bagi penderita diabetes, olahraga yang baik adalah yang bersifat aerobik, seperti jalan cepat, jogging, bersepeda, dan berenang. Namun, bila kondisi cukup fit dan belum terdapat komplikasi, olahraga beregu seperti futsal dan voli juga dapat menjadi pilihan.

3. Hindari aktivitas sedentari

Aktivitas sedentari adalah aktivitas yang memerlukan energi sedikit. Dalam arti sempit adalah kegiatan yang bermalas-malasan. Jadi ,hindari bentuk kegiatan seperti ini. Contohnya menonton telivisi, menggunakan internet dalam waktu lama, dan main game komputer.

PILAR 4 – Patuhi pengobatan Anda

Kadangkala diet dan aktivitas jasmani belum cukup mengendalikan kadar glukosa darah. Oleh sebab itu, dokter biasanya meresepkan sejumlah obat tertentu untuk menurunkan kadar glukosa agar normal. Patuhi jadwal dan tata cara minum obat. Bila mendapat suntikan insulin, Anda juga wajib mematuhinya. Pelajari tentang efek penggunaan obat dapat membantu apabila terjadi kegawat-darutan diabetes yang mengancam nyawa.

Dengan 4 pilar sukses ini, penderita diabetes melitus dapat meningkatkan kualitas hidup dengan lebih baik. Selamat mencoba.

BACA JUGA:

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

    Apakah artikel ini membantu Anda?
    happy unhappy"
    Sumber

    Yang juga perlu Anda baca

    7 Cara Mengatasi Sering Buang Air Kecil yang Mengganggu

    Poliuria membuat Anda sering buang air kecil sehingga bisa mengganggu kegiatan sehari-hari. Ini cara mudah mengatasi sering buang air kecil akibat poliuria.

    Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
    Urologi, Kandung Kemih 06/08/2020 . Waktu baca 6 menit

    8 Kondisi yang Menjadi Penyebab Sering Buang Air Kecil

    Ada banyak hal yang menjadi penyebab sering buang air kecil, mulai dari kebiasaan minum, konsumsi obat, hingga penyakit. Apakah Anda memiliki salah satunya?

    Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Fauzan Budi Prasetya
    Urologi, Kandung Kemih 06/08/2020 . Waktu baca 6 menit

    Berbagai Penyebab Penyakit Infeksi Saluran Kencing yang Perlu Anda Ketahui

    Anyang-anyangan alias infeksi saluran kencing membuat Anda sering kebelet dan terasa sakit saat buang air kecil. Apa saja penyebab infeksi saluran kencing?

    Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Novita Joseph
    Urologi, Urologi Lainnya 06/08/2020 . Waktu baca 6 menit

    Nokturia, Penyebab Sering Buang Air Kecil pada Malam Hari

    Nokturia adalah kondisi yang membuat Anda sering kencing pada malam hari. Pelajari gejala, penyebab, dan cara mengatasinya di sini.

    Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Rizki Pratiwi
    Urologi, Kandung Kemih 06/08/2020 . Waktu baca 6 menit

    Direkomendasikan untuk Anda

    rileksasi tubuh

    5 Cara Sederhana untuk Relaksasi Sehabis Olahraga

    Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Aprinda Puji
    Dipublikasikan tanggal: 07/08/2020 . Waktu baca 4 menit
    mengobati infeksi saluran kencing obat cefixime antibiotik

    7 Pengobatan Alami Mengobati Infeksi Saluran Kencing

    Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Rizki Pratiwi
    Dipublikasikan tanggal: 07/08/2020 . Waktu baca 8 menit
    cara menghilangkan varises dengan skleroterapi

    Sering Menggoyang-goyangkan Kaki Saat Tidur? Ini Penyebabnya

    Ditulis oleh: Novita Joseph
    Dipublikasikan tanggal: 06/08/2020 . Waktu baca 3 menit
    diabetes insipidus adalah

    Diabetes Insipidus

    Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
    Ditulis oleh: Novita Joseph
    Dipublikasikan tanggal: 06/08/2020 . Waktu baca 12 menit