11 Cara Olahraga Bebas Cedera dan Aman

Oleh

Memperbanyak aktivitas dengan berolahraga sangat bagus untuk diabetes dan bagi kesehatan Anda secara keseluruhan. Namun kegiatan tersebut akan lebih baik kalau jadi pengalaman yang menyenangkan dan juga aman. Berikut adalah beberapa hal sederhana yang bisa Anda lakukan untuk membantu mencegah cedera, dehidrasi, dan hipoglikemia saat berolahraga.

  1. Jika Anda jarang aktif berolaraga atau sedang tidak aktif berolahraga untuk sementara waktu, mulailah dengan  perlahan. Jika Anda merasa tidak yakin dengan kesehatan Anda, bicarakan dengan dokter tentang contoh kegiatan yang paling aman untuk Anda. Saran dokter Anda akan bergantung pada kondisi jantung, pembuluh darah, mata, ginjal, kaki, dan sistem saraf Anda. Namun, banyak orang dengan penyakit diabetes dapat melakukan kegiatan yang sama dengan orang lain yang tidak sakit diabetes.
  2. Lakukan pemanasan selama 5 menit sebelum mulai berolahraga dan pendinginan selama 5 menit bila sudah selesai. Pemanasan dan pendinginan harus berada pada intensitas rendah dari sisa waktu Anda berolahraga. Ini membantu memperlancar peredaran darah dan menghangatkan sendi Anda.
  3. Hindari melakukan aktivitas di suhu yang sangat panas atau dingin. Pilih olahraga dalam ruangan ketika cuaca sedang ekstrem.
  4. Minum banyak air sebelum mulai, selama, dan setelah olahraga agar tetap terhidrasi.
  5. Jika Anda merasa lemah karena kadar gula Anda sedang rendah, bawalah obat Anda. Selalu bawa sumber karbohidrat Anda sehingga Anda akan siap untuk mengobati glukosa darah rendah. Ini penting jika Anda mengidap diabetes tipe 1 dan harus menggunakn insulin.
  6. Jika berolahraga untuk jangka lebih dari 1-2 jam, Anda mungkin butuh minuman olahraga yang mengandung karbohidrat. Hati-hati dan periksa dulu kandungan gizinya, karena minuman seperti ini biasanya mengandung gula tinggi, dan minum terlalu banyak mungkin dapat menyebabkan glukosa darah Anda naik.
  7. Kenakan identifikasi medis yang bisa berbentuk gelang, kalung, atau tanda pengenal yang dapat mengindentifikasi Anda sebagai seseorang pengidap diabetes jika terjadi keadaan darurat, dan jangan lupa membawa ponsel jika Anda perlu menelepon seseorang untuk bantuan.
  8. Aktivitas harus berenergi tapi tidak terlalu sulit.

Gunakan “tes bicara” untuk memastikan Anda tidak berolahraga terlalu keras. Contohnya jika Anda sesak nafas dan tidak dapat berbicara, atau bicara Anda terengah-engah, artinya Anda harus beristirahat. Ketika Anda sudah lebih terbiasa berolahraga, Anda dapat berolahraga dengan intensitas yang lebih tinggi.

  • Kenakan sepatu dan kaus kaki bersih yang pas dengan Anda.¬†Anda juga harus memeriksa sepatu Anda sebelum memakainya. Sepatu dengan silica gel atau udara di tengah sol adalah pilihan yang baik untuk menahan beban seperti berjalan karena mereka dibangun untuk mengurangi stres pada kaki dan sendi. Kaus kaki yang terbuat dari bahan yang dapat mengurangi gesekan dan menyerap kelembapan dari kulit Anda juga dapat membantu melindungi kaki Anda.
  • Hati-hati memeriksa kaki Anda sebelum dan sesudah aktivitas jika lecet, kemerahan, atau tanda-tanda lain dari iritasi. Bicarakan dengan dokter Anda jika Anda memiliki cedera kaki atau luka yang lama sembuh.
  • Berhenti berolahraga jika Anda merasa sakit, sesak napas, atau pusing. Bicarakan dengan dokter Anda tentang gejala tidak biasa yang Anda alami.

(diabetes.org)

Ingin hidup lebih sehat dan bahagia?
Dapatkan update terbaru dari Hello Sehat seputar tips dan info kesehatan
Yang juga perlu Anda baca