Baby Zenecka Kena Ruam Popok, Begini Cara Carissa Putri Merawat Kulit Putra Keduanya

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum

Meski sudah cukup berpengalaman merawat putra pertamanya, Quenzino Acana Naif, Carissa Putri mengaku sesekali masih suka kagok ketika mengurusi Baby Zenecka, putra keduanya yang baru genap berusia 41 hari. Apalagi ketika ia menemukan ruam-ruam merah pada bokong bayinya.

Ketika ditemui oleh tim Hello Sehat di kawasan Mega Kuningan, Jakarta Selatan (5/11), ibu muda kelahiran Frankfurt, Jerman ini kemudian berbagi suka duka pengalamannya selama merawat kulit bayi yang sensitif.

Ruam di bokong Baby Zenecka muncul setelah dioleskan krim dari dokter

Carissa bercerita pada awalnya ia diberikan krim khusus dari dokter untuk mencegah ruam popok bayi. Namun sayang, yang terjadi justru sebaliknya; Pada kulit bokong Baby Z justru muncul ruam kemerahan mirip seperti gejala ruam popok. Kok bisa?

Penting untuk diketahui bahwa kulit bayi yang baru lahir sejatinya memang lebih sensitif daripada orang dewasa. Kulit mereka juga jauh lebih tipis sehingga cenderung lebih peka dan mudah terpengaruh oleh perubahan yang terjadi di sekitarnya. Selain itu, sistem perlindungan kulit bayi juga belum terbentuk sempurna untuk melawan zat-zat asing yang bisa saja masuk dengan mudah lewat pori-porinya.

Itulah kenapa kulit bayi yang baru lahir sangat rentan terkena masalah kulit seperti ruam merah, gatal eksim, dan iritasi. Pemakaian produk perawatan kulit bayi yang tidak tepat juga dapat memperburuk masalah kulitnya jika Anda tidak hati-hati.

Lalu, apa yang dilakukan Carissa Putri untuk mengobati ruam?

Setelah menyadari ruam-ruam tersebut, aktris pemeran film Ayat-ayat Cinta ini sontak langsung menghentikan pemakaian krim itu. Keputusannya ternyata diamini oleh spesialis kulit anak dari PERDOSKI (Perhimpunan Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin Indonesia), Dr. Srie Prihianti Sp.KK, PhD.

“Kalau (kulit) anak sudah telanjur ruam setelah pakai produk tertentu, sebaiknya memang segera hentikan saja pemakaiannya dan langsung diobati dulu masalahnya,” tutur dr. Yanti, sapaan akrabnya.

Kulit Zenecka pun memang berangsur-angsur membaik setelah tidak lagi dioleskan krim pencegah ruam tersebut, sambung Carissa. Setelahnya Carissa mengaku enggan sembarangan mencoba-coba produk untuk kulit bayinya yang sensitif karena takut akan menimbulkan masalah baru lagi di kemudian hari.

Tips dari Carissa Putri untuk merawat kulit bayi sensitif

Kapok coba-coba, Carissa kini jadi lebih selektif untuk memilih dan memakaikan produk perawatan kulit untuk anak bayinya. Semenjak ia tahu kulit baby Zenecka sangat sensitif, ia lantas lebih memilih produk perawatan kulit bayi yang berlabel hypoallergenic guna mengurangi risiko alergi, dan juga yang mengandung bahan-bahan alami serta organik.

Namun di antara semua produk perawatan kulit bayi, Carissa menekankan pentingnya memberikan pelembap pada anaknya setiap kali habis mandi. “Biasanya aku habis mandiin anak, langsung dihandukkin dan kasih pelembap biar kulitnya tetap lembap,” ungkap Carissa.

Menggunakan pelembap untuk bayi juga disarankan oleh dr. Yanti. Terlebih karena kulit bayi cenderung kering. Pelembap yang baik dapat membantu mempertahankan kadar air dalam kulitnya segera setelah mandi.

Dr. Yanti menganjurkan Carissa dan orangtua lainnya untuk memilih produk pelembap bayi yang mengandung ceramide. Ceramide adalah lemak alami yang dihasilkan oleh kulit manusia yang berfungsi memperbaiki dan menjaga tekstur kulit bayi agar tetap lembap, lembut, dan fleksibel. Pelembap ber-ceramide juga membantu menyempurnakan kekuatan kulit dari luar agar tidak gampang meradang.

Selain itu, Carissa juga mengutamakan membeli produk perawatan kulit bayi yang tidak berwarna, tidak berpewangi, dan tidak memproduksi banyak busa karena ini biasanya mengandung bahan kimia yang bisa semakin mengiritasi kulit.

Baca Juga:

Yang juga perlu Anda baca