Kenali Penyebab Impetigo Pada Anak, Plus Beragam Cara Penularannya

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum

Impetigo adalah infeksi kulit yang sangat menular dan biasanya menyerang bayi dan anak-anak. Impetigo dapat terjadi pada seluruh tubuh, terutama di sekitar hidung, mulut, tangan, dan kaki anak. Memang, apa saja, sih, penyebab impetigo? Cari tahu informasinya di bawah ini.

Apa penyebab impetigo?

Penyebab impetigo yang paling umum adalah kontaminasi bakteri Staphylococcus aureus (S. aureus). Bakteri ini ternyata ada di mana-mana, jadi Anda harus lebih waspada dan jeli mengawasi si kecil saat bermain di luar rumah.

Cara utama penyebaran infeksi impetigo adalah melalui kontak kulit dengan orang yang terinfeksi. Misalnya, saat anak sedang bermain dengan teman sebayanya dan tanpa sadar menyentuh bagian kulit temannya yang terinfeksi impetigo.

Penyebab impetigo juga bisa dari benda-benda di sekitar. Contohnya baju, seprai, handuk, atau benda-benda lainnya yang digunakan oleh anak yang terkena impetigo. Jika benda-benda tersebut digunakan secara bersamaan atau saling pinjam, maka anak Anda akan lebih mudah tertular impetigo.

Penyebab impetigo juga bisa dari kutu, gigitan serangga, infeksi jamur, dan eksim. Namun, ini hanya berperan sebagai pemicu yang dapat mempercepat penularan impetigo – bukan penyebab utamanya.

Berbagai hal yang bisa menjadi pemicu impetigo

Sekalipun Anda sudah menghindari berbagai penyebab impetigo, ada beberapa kondisi yang bisa membuat Anda atau si kecil lebih mudah terkena impetigo. Beberapa faktor risiko yang dapat meningkatkan risiko penularan di antaranya:

  1. Usia. Impetigo lebih sering menyerang anak usia 2 sampai 5 tahun. Orang dewasa juga bisa terkena impetigo, tetapi kasusnya cukup jarang.
  2. Lingkungan yang ramai. Hati-hati saat berada di tempat ramai, penularan impetigo bisa terjadi dengan cepat. Contohnya di sekolah atau tempat penitipan anak.
  3. Lingkungan panas dan lembap. Impetigo sering terjadi saat cuaca panas disertai kelembapan tinggi.
  4. Olahraga tertentu. Kontak kulit dengan orang lain saat olahraga sepak bola, basket, atau gulat dapat meningkatkan risiko terkena impetigo.
  5. Luka pada kulit. Bakteri penyebab impetigo dapat masuk ke dalam tubuh lewat luka terbuka pada kulit.

Jika ada teman atau anggota keluarga yang terkena impetigo, sebaiknya ambil jarak untuk sementara waktu. Hindari kontak kulit dan menggunakan barang yang sama supaya Anda maupun anak Anda tidak ikut tertular impetigo.

Baca Juga:

Share now :

Direview tanggal: September 14, 2018 | Terakhir Diedit: November 15, 2019

Sumber
Yang juga perlu Anda baca