4 Pantangan yang Harus Dipatuhi Oleh Orang Penderita Kudis

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 15/11/2019 . Waktu baca 3 menit
Bagikan sekarang

Kudis atau scabies adalah penyakit kulit yang menyebabkan rasa gatal dan sangat mudah menular di kulit Anda. Biasanya jika ada satu anggota kelurga yang memiliki kudis, maka kemungkinan besar anggota keluarga lainnya pun akan mengalami hal yang sama. Oleh karena itu, orang dengan kudis sebaiknya menghindari beberapa hal yang dapat memicu kudis semakin parah. Berikut beberapa pantangan untuk kudis.

Pantangan untuk kudis yang harus dipatuhi agar infeksinya tidak menular

Belum ada penelitian medis yang membahas pantangan untuk kudis, seperti makanan yang harus dihindari pasien kudis. Namun bila Anda sudah memiliki kudis, ada beberapa pantangan yang perlu Anda patuhi guna mencegah infeksinya semakin parah.

1. Hindari makanan pemicu reaksi alergi

Makanan memang bukan penyebab dari penyakit kudis. Maka, Anda sebenarnya bisa mengonsumsi makanan apa saja, selama itu tidak menimbulkan reaksi alergi. Umumnya, reaksi alergi akan menyebabkan rasa gatal parah pada kulit yang mengalami kudis. Untuk itu, mungkin Anda perlu menghindari beberapa makanan pemicu alergi umum yang bisa meningkatkan gejala gatal kudis, antara lain:

  • Susu dan produk susu seperti keju dan mentega
  • Kacang-kacangan
  • Telur
  • Makanan laut seperti kerang, udang, ikan dan lainnya
  • Makanan tinggi gula
  • Makanan berlemak

2. Hindari makanan yang memengaruhi sistem kekebalan tubuh

Risiko kudis akan meningkat bila sistem kekebalan tubuh Anda menurun. Sistem Sistem kekebalan tubuh Anda bertanggung jawab untuk mempertahankan tubuh dari organisme patogen, termasuk tungau kudis.

Ketika tubuh mengenali adanya bahaya, sistem kekebalan tubuh akan merespon dengan melepaskan sel darah putih dan senyawa kimia lainnya ke dalam darah untuk melindungi sel dan jaringan tubuh yang terancam.

Hindari konsumsi makanan yang dapat mengganggu sistem kekebalan tubuh Anda seperti makanan yang kaya akan lemak jenuh, termasuk konsumsi terlalu banyak garam dan gula.

Untuk mempertahankan fungsi kekebalan tubuh ini, sebaiknya Anda mengonsumsi makanan yang bergizi. Perbanyaklah konsumsi buah dan sayuran yang kaya akan vitamin C dan E.

3. Hindari menggaruk kulit yang gatal

Menggaruk bagian tubuh yang gatal pastinya akan memberi kepuasan saat gatal menyerang. Namun, dengan menggaruknya akan menimbulkan masalah baru, yakni kulit bisa iritasi.

Menggaruk bagian tubuh yang gatal hanya menjadi “obat” sementara, dan tidak membantu proses penyembuhan sama sekali. Justru menggaruk akan membuat goresan baru di kulit yang akan tambah bikin gatal.

Oleh karena itu, sebaiknya hindari menggaruk kulit. Goresan-goresan yang muncul saat Anda menggaruk bisa membuka celah untuk bakteri masuk, infeksi pun terjadi. Masuknya bakteri baru pada kulit ini menjadi cikal bakal komplikasi gatal yang bisa semakin parah.

4. Selalu mengonsumsi obat sesuai anjuran dokter

Kudis dapat diobati dengan krim atau losion khusus yang diberikan dokter. Produk pengobatan tersebut mengandung permethrin atau kandungan lainnya. Pada kasus yang parah, dokter juga dapat memberikan pil.

Beberapa obat kudis tidak aman untuk anak-anak, lansia, serta wanita yang sedang hamil atau menyusui. Untuk mencegah efek samping yang berbahaya, pastikan untuk mengikuti petunjuk dokter dengan benar.

Selalu konsultasi dengan dokter mengenai obat yang sedang Anda konsumsi. Tanyakan pada dokter Anda apakah obat yang sedang Anda konsumsi boleh dikonsumsi bersamaan dengan obat kudis.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Waspadai Scabies pada Bayi, Begini Ciri-Ciri dan Cara Mengatasinya

Scabies pada bayi bisa menunjukkan ciri yang berbeda dari gejala scabies pada umumnya. Ketahui seperti apa ciri dan langkah penanganan yang perlu dilakukan!

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Fidhia Kemala
Penyakit Kulit, Health Centers 22/05/2020 . 7 mins read

6 Bahan Alami yang Bisa Dimanfaatkan untuk Obat Kudis Tradisional

Obat kudis tradisional dengan bahan-bahan alami dapat melengkapi pengobatan medis yang dilakukan sehingga penyakit kulit ini teratasi lebih cepat.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Fidhia Kemala
Penyakit Kulit, Health Centers 22/05/2020 . 6 mins read

Salep Apa yang Baik untuk Mengatasi Gatal Cacar Air?

Obat oles seperti salep dapat digunakan untuk membantu mengatasi rasa gatal akibat cacar air. Bagaimana cara penggunaannya yang efektif?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Fidhia Kemala
Penyakit Kulit, Health Centers 22/05/2020 . 6 mins read

Cara Jitu Menghilangkan Bekas Kudis Agar Kulit Mulus Kembali

Kudis bisa meninggalkan bekas yang lama hilang. Yuk, coba cara menghilangkan bekas kudis yang menghitam seperti di artikel ini!

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Fidhia Kemala
Penyakit Kulit, Health Centers 21/05/2020 . 7 mins read

Direkomendasikan untuk Anda

Ini Akibatnya Jika Bayi Memakai Popok Terlalu Lama

Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Dipublikasikan tanggal: 25/06/2020 . 5 mins read
bahan alami untuk mengusir kulit kepala gatal

Bahan-bahan Alami untuk Mengusir Kulit Kepala Gatal

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 09/06/2020 . 5 mins read
gatal karena kulit kering

Kulit Kering Bikin Gatal? Begini Cara Mengatasinya

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Rizki Pratiwi
Dipublikasikan tanggal: 01/06/2020 . 5 mins read
Sabun sulfur untuk scabies kudis

Jenis Sabun Scabies dan Perilaku Hidup Bersih untuk Bantu Sembuhkan Penyakit Kudis

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Fidhia Kemala
Dipublikasikan tanggal: 23/05/2020 . 6 mins read