Hati-hati, Berat Badan Berlebih Bisa Memperburuk Gejala Psoriasis

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 15/11/2019 . Waktu baca 3 menit
Bagikan sekarang

Obesitas tidak hanya meningkatkan risiko berbagai penyakit kronis. Jika Anda memiliki penyakit psoriasis, berat badan berlebih bisa memperburuk gejala yang timbul. Penelitian terbaru menunjukkan bahwa orang obesitas dengan lingkar perut besar memiliki risiko dua kali lipat mengalami kekambuhan psoriasis yang lebih parah.

Penyakit psoriasis tidak bisa sembuh, hanya datang dan pergi alias kambuhan

Psoriasis adalah penyakit autoimun yang menyebabkan peradangan kronis pada kulit. Kulit yang mengalami psoriasis terasa kering dan gatal, pecah-pecah, nyeri, dan panas seperti terbakar, bahkan hingga bisa berdarah.

Penyakit psoriasis tidak bisa disembuhkan karena bersifat kambuhan, terlebih ketika dipicu oleh faktor risiko tertentu. Keparahan psoriasis sangat tergantung pada setiap individu. Pada beberapa orang, psoriasis akan tampak sebagai iritasi ringan; sementara pada orang lainnya, psoriasis akan dapat menyebabkan penurunan kualitas hidup.

Kenapa obesitas bisa memperparah gejala psoriasis?

Penyebab psoriasis sampai saat ini belum diketahui. Walaupun demikian, beberapa faktor risiko psoriasis bisa memperparah gejalanya — misalnya luka pada kulit, infeksi, dan penggunaan obat-obatan.

Baru-baru ini, sebuah penelitian menunjukkan bahwa risiko psoriasis meningkat dengan peningkatan berat badan dan lingkar perut. Penelitian yang melibatkan 33.734 orang yang diikuti selama 10 tahun ini menunjukkan bahwa berat badan dan lingkar perut yang berlebih dapat meningkatkan risiko psoriasis hingga dua kali lipat. Penelitian lain juga menunjukkan bahwa pasien psoriasis yang mengalami obesitas ternyata merasakan gejala yang lebih parah.

Peneliti menduga bahwa jaringan lemak, terutama lemak perut (lemak visceral), memproduksi zat kimia adipokin yang memicu peradangan kronis. Beberapa adipokin yang terlihat meningkatkan kondisi peradangan kronik, seperti leptin, visfatin, dan resistin ditemukan dalam jumlah yang lebih banyak pada orang-orang dengan psoriasis. Sebaliknya, adipokin yang bersifat anti-radang (adiponektin) berjumlah lebih sedikit.

Selain itu, makrofag (sel imun) di dalam jaringan lemak juga turut meningkatkan produksi zat kimia yang menyebabkan proses peradangan pada psoriasis, seperti IL-6 dan TNF-α. Tingginya zat kimia yang menyebabkan peradangan tersebut diduga meningkatkan resistensi insulin, menyebabkan gangguan metabolisme lemak, hipertensi, serta meningkatnya risiko penyakit kardiovaskular.

Kesimpulan

Penelitian terbaru menunjukkan bahwa berat badan berlebih dapat meningkatkan risiko kekambuhan penyakit psoriasis. Semakin banyak berat badan dan semakin lebar lingkar perut Anda, semakin tinggi pula risiko psoriasis. Oleh karena itu, penderita psoriasis dapat mengurangi berat badan sebagai langkah untuk mencegah psoriasis yang dialami bertambah parah serta mengurangi frekuensi kekambuhan.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

5 Hal yang Sering Jadi Penyebab Mati Rasa pada Kaki dan Tangan

Mati rasa sering terasa pada jari, tangan, kaki, lengan, maupun telapak kaki Anda. Apa sebenarnya yang menjadi penyebab mati rasa?

Ditulis oleh: Theresia Evelyn
Hidup Sehat, Fakta Unik 22/07/2020 . Waktu baca 3 menit

5 Manfaat Buah Melon yang Menyehatkan Tubuh

Suka makan buah melon? Tapi, tahukah Anda kalau manfaat buah melon sangat baik untuk kesehatan tubuh manusia? Apa saja manfaatnya?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Hidup Sehat, Fakta Unik 22/07/2020 . Waktu baca 3 menit

5 Jenis Makanan yang Bikin Kita Sering Kentut

Bila dalam satu hari rasa ingin buang angin datang terlalu sering, lama-lama Anda tentu kewalahan. Apa saja makanan pemicu sering kentut?

Ditulis oleh: Theresia Evelyn
Hidup Sehat, Fakta Unik 21/07/2020 . Waktu baca 4 menit

Sering Mengigau Saat Tidur Bisa Jadi Tanda Penyakit Demensia

Apakah Anda sering mengigau saat tidur? Atau memperagakan mimpi Anda ketika tidur? Hati-hati, bisa saja itu pertanda Anda mengalami gangguan otak ini.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Hidup Sehat, Fakta Unik 20/07/2020 . Waktu baca 3 menit

Direkomendasikan untuk Anda

minum madu

Minum Madu Setelah Minum Obat, Boleh atau Tidak?

Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 27/07/2020 . Waktu baca 3 menit

Tidur yang Sehat, Dengan Lampu Menyala atau Mati?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Adinda Rudystina
Dipublikasikan tanggal: 23/07/2020 . Waktu baca 4 menit
apa itu power nap

Menguak Manfaat Power Nap dan Bedanya Dengan Tidur Siang Biasa

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novi Sulistia Wati
Dipublikasikan tanggal: 23/07/2020 . Waktu baca 4 menit
penyebab sulit mengingat

6 Penyebab Otak Anda Sulit Mengingat dan Mudah Lupa

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novi Sulistia Wati
Dipublikasikan tanggal: 22/07/2020 . Waktu baca 4 menit