Daftar Obat Herbal yang Berpotensi Meredakan Gejala Psoriasis

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 02/04/2020 . Waktu baca 9 menit
Bagikan sekarang

Tidak sedikit orang yang memadukan pengobatan medis untuk penyakit psoriasis dengan penggunaan obat herbal dari bahan alami. Bahkan, pengobatan psoriasis secara alami cenderung banyak dipilih karena dirasa lebih praktis, mudah didapatkan, dan terjangkau daripada obat medis. Memang, apa saja bahan herbal yang bisa digunakan sebagai obat psoriasis?

Namun, yang jadi pertanyaan paling penting sebetulnya adalah apakah penggunaan obat alami benar-benar aman dan ampuh untuk mengatasi penyakit psoriasis? Yuk, cari tahu semua jawabannya lewat ulasan berikut ini.

Obat herbal yang berpotensi mengatasi psoriasis

Tujuan pengobatan psoriasis yang paling utama adalah mengembalikan kesehatan dan tampilan alami kulit serta meredakan rasa gatal dan nyeri akibat peradangan sehingga pasien bisa kembali beraktivitas tanpa gangguan.

Nah, pemakaian obat herbal dari bahan-bahan alami menjadi salah satu cara mengatasi kambuhnya penyakit psoriasis yang banyak dipercaya oleh orang selain dengan obat dokter.

Sudah banyak penelitian yang membuktikan bahwa obat herbal tertentu dapat membantu menenangkan kulit yang meradang dan mengalami iritasi. Berikut ini adalah beberapa obat herbal yang sudah terbukti ampuh mengatasi gejala psoriasis.

1. Lidah buaya

lidah buaya untuk wajah obat psoriasis

Manfaat lidah buaya sebagai obat alami meredakan gatal dan iritasi, termasuk akibat penyakit psoriasis, sudah banyak dibuktikan oleh studi ilmiah.

Lidah buaya dikenal dengan sifat antibakteri dan antiradangnya yang mampu membantu meredakan gatal serta sensasi panas, perih, dan kemerahan akibat peradangan pada kulit. Namun, potensinya bukan cuma itu.

Sebuah studi yang diterbitkan dalam jurnal Biomed Research International tahun 2015 menemukan kandungan glucomannan pada lidah buaya dapat membantu mengatur kembali proses regenerasi kulit yang terlalu cepat. Proses pergantian sel kulit terlalu cepat adalah salah satu faktor utama penebalan kulit yang dialami oleh penderita psoriasis.

Studi tersebut juga melaporkan glucomannan dalam lidah buaya bantu mempercepat penyembuhan luka akibat psoriasis. Gel lidah buaya dapat membantu melembapkan kulit sembari melawan bakteri yang menyebabkan infeksi pada kulit terdampak psoriasis.

Gel lidah buaya juga memicu produksi kolagen yang lebih banyak pada kulit untuk mempercepat penyembuhan gejala. Selain itu, kolagen dapat mengurangi bercak kulit bersisik yang disebabkan oleh psoriasis.

2. Kunyit

manfaat kunyit untuk ibu menyusui

Lebih populer digunakan sebagai obat alami untuk penyakit seperti maag dan nyeri haid, potensi kunyit untuk psoriasis tidak boleh dipandang sebelah mata.

Sebuah laporan di Open Access Macedonian Journal of Medical Sciences (OAMJMS) meneliti kandungan polifenol dalam kunyit sebagai obat herbal untuk psoriasis. Polifenol adalah antioksidan dengan sifat seperti antivirus, antiradang, antibakteri, dan antijamur yang kemungkinan bisa membantu meredakan gejala psoriasis.

Manfaat kunyit sebagai obat herbal untuk psoriasis bisa Anda dapatkan dengan minum suplemen ekstrak kunyit. Namun, konsultasikan lebih lanjut dengan dokter mengenai dosis dan aturan minumnya.

3. Mahonia aquifolium

Obat alami untuk penyakit psoriasis selanjutnya adalah Mahonia aquifolium. Ini merupakan tanaman berbunga yang juga dikenal dengan nama oregon grape.

Tanaman ini sejak lama dimanfaatkan sebagai obat untuk berbagai penyakit yang berkaitan dengan peradangan, seperti psoriasis. Menurut National Institute of Health, Mahonia aquifolium memiliki potensi terkuat dalam mengobati psoriasis dibanding obat herbal psoriasis lainnya.

Tanaman ini mengandung berberin yang bertugas menekan peradangan di tubuh. Selain itu, senyawa aktif antiproliferatif dari obat alami juga mampu memperlambat pertumbuhan sel-sel kulit sehingga mengurangi efek kulit bersisik pada penderita penyakit psoriasis.

Orang dengan penyakit psoriasis juga bisa mendapatkan manfaat alami Mahonia aquifolium dalam bentuk obat krim atau minyak yang dioleskan langsung pada kulit terdampak.

4. Indigo naturalis

Tanaman berbunga lainnya yang bisa dijadikan obat alami untuk penyakit psoriasis adalah Indigo naturalis. Tanaman ini merupakan obat tradisional Tiongkok yang disebut dengan qing dai.

Para peneliti dalam studi pada jurnal BMC Complement Altern Med menemukan konsumsi suplemen ekstrak Indigo naturalis mampu memperlambat proses peradangan dalam tubuh pada 24 pasien psoriasis setelah rutin diminum dalam 8 minggu.

5. Cuka apel

obat batuk alami

Manfaat cuka apel sebagai obat alami untuk penyakit psoriasis pun juga memberikan efek yang serupa. Menurut National Psoriasis Foundation, cuka apel memiliki sifat antiseptik yang dapat membantu meredakan gatal atau iritasi akibat psoriasis, terutama pada kulit kepala.

Selain sebagai obat herbal psoriasis, cuka sari apel telah digunakan sejak zaman dahulu kala sebagai disinfektan atau pembasmi bakteri. Beberapa orang bahkan sudah membuktikan adanya penurunan gejala psoriasis setelah menggunakan cuka sari apel sebagai obat herbal selama beberapa minggu.

6. Temu lawak

manfaat temulawak untuk kesehatan obat

Ketika ditemui oleh tim Hello Sehat di RSCM Kencana, Jakarta Pusat, Kamis (1/11), dr. Endi Novianto, SpKK, FINSDV, FAADV, selaku Ketua Kelompok Studi Psoriasis Indonesia (KSPI) memaparkan bahwa manfaat temu lawak tak kalah efektif dengan obat herbal lainnya untuk meredakan gejala psoriasis yang sering kambuh.

Beliau menjelaskan, sifat antioksidan dalam temu lawak disebut-sebut dapat mengurangi stres oksidatif pada lesi psoriasis. Namun sayangnya, masih diperlukan penelitian lebih lanjut untuk membuktikannya.

Hati-hati menggunakan obat alami untuk mengobati psoriasis

memilih obat herbal yang aman untuk dikonsumsi

Sudah banyak penelitian yang berhasil membuktikan bahwa bahan alami di atas dapat dijadikan obat herbal untuk psoriasis. Namun, ada beberapa hal penting yang perlu Anda perhatikan, terutama tentang tujuan, keamanan, dan cara pakainya.

Pada dasarnya pengobatan psoriasis secara alami dengan lidah buaya, cuka apel, atau bahan-bahan obat herbal lainnya boleh saja dilakukan. Akan tetapi, kebanyakan efek dari pengobatan alami hanyalah bekerja untuk meringankan gejala yang muncul; bukan menyembuhkan penyakitnya secara tuntas.

Anda juga perlu memperhatikan dulu reaksinya pada kulit.

“Sebetulnya lidah buaya hanya bersifat untuk mendinginkan. Walaupun boleh digunakan, tapi lihat lagi cara penggunaannya. Bisa saja lidah buaya ini cocok digunakan oleh orang lain, tapi belum tentu pada diri Anda,” papar dr. Endi.

Ya. Lidah buaya bisa memicu reaksi alergi pada beberapa orang yang kulitnya sensitif. Supaya lebih aman, lakukan tes alergi terlebih dahulu sebelum Anda mencoba mengatasi psoriasis dengan obat herbal dari lidah buaya.

Begitu juga dengan cuka apel. Walaupun terbuat dari bahan alami, cuka apel tetap harus digunakan secara hati-hati sebagai obat untuk penyakit psoriasis. Sebab, penggunaan cuka apel yang asal-asalan dapat memicu iritasi dan malah membuat kulit terbakar. Alih-alih menyembuhkan, gejala psoriasis malah makin parah.

Cara alami mengatasi penyakit psoriasis tanpa obat herbal

Sinar matahari dan vitamin d untuk obat herbal psoriasis

Berikut ini berbagai cara yang bisa Anda lakukan untuk mengatasi penyakit psoriasis, selain dengan obat herbal dan bahan-bahan alami lainnya.

1. Berjemur di bawah sinar matahari

Menurut dr. Endi, obat herbal atau alami untuk penyakit psoriasis yang cukup ampuh justru dari sinar matahari. Berjemur di bawah sinar matahari 10-15 menit setiap hari di antara pukul 9 pagi sampai 3 sore dapat membantu tubuh mendapatkan vitamin D yang cukup.

“Pengobatan psoriasis secara alami dengan matahari terjadi dengan dua cara. Yang pertama adalah menekan sel-sel radang yang bersifat autoimun (bekerja secara tidak terkendali), atau bisa juga meningkatkan vitamin D. Vitamin D yang cukup dalam tubuh akan membuat penyakit autoimun jadi lebih ringan atau tidak aktif berlebihan,” lanjut dr. Endi.

2. Atur pola makan

Ada beberapa jenis makanan yang disebut-sebut dapat membuat gejala psoriasis Anda jadi lebih parah. Ambil contoh makanan tinggi lemak dan minuman mengandung alkohol yang dapat memicu peradangan dalam tubuh. Semakin banyak asupan ini, maka gejala psoriasis bisa semakin parah.

Meski sudah menghindari minuman beralkohol, gejala psoriasis juga bisa kambuh lagi kalau Anda masih sering mengonsumsi makanan yang mengandung alkohol. Contohnya tape dan durian. Ya, dua makanan ini juga bisa menyebabkan kulit Anda gatal dan iritasi akibat psoriasis.

Sebagai gantinya, tambahkan asupan antioksidan dan asam lemak omega-3 ke dalam menu makanan diet psiorasis Anda. Antioksidan dari sayuran, buah-buahan, dan biji-bijian tidak hanya bermanfaat untuk mencegah psoriasis, tapi juga membantu melawan radikal bebas yang bisa memicu penyakit jantung dan kanker.

Sementara itu, asam lemak omega-3 juga dapat membantu mengurangi reaksi peradangan akibat psoriasis. Anda bisa mendapatkan banyak omega-3 ini dari berbagai ikan berlemak seperti tuna, salmon, makerel, dan sarden.

3. Hindari merokok

Sudah bukan rahasia lagi bila rokok menyimpan segudang bahaya bagi tubuh, termasuk juga bagi penyakit kulit yang satu ini. Tanpa disadari, kandungan nikotin dalam rokok dapat merangsang gen psoriasis untuk aktif dan memicu stres oksidatif pada tubuh, khususnya pada kulit.

Banyak orang yang bilang kalau mengirup batang demi batang rokok dapat membantu menghilangkan stres. Padahal justru sebaliknya. Efek menenangkan ini hanyalah bersifat sementara dan justru membuat tubuh Anda jadi gampang stres, lho.

Semakin sering Anda mengalami stres, maka semakin mudah pula gejala psoriasis akan kambuh. Akibatnya, pengobatan psoriasis yang Anda jalani jadi kacau dan sia-sia.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Umur Berapakah Sebaiknya Anak Laki-laki Disunat?

Momen anak disunat menjadi salah satu hal penting, khususnya di Indonesia. Tapi, dari sisi medis, kapan waktu yang tepat untuk melakukan sunat?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Hidup Sehat, Tips Sehat 07/07/2020 . Waktu baca 4 menit

8 Gejala Penyakit Berbahaya yang Sering Anda Abaikan

Banyak gejala penyakit yang sering kali kita abaikan karena terkesan remeh. Padahal, jika dibiarkan justru efeknya bisa fatal.

Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Hidup Sehat, Tips Sehat 03/07/2020 . Waktu baca 4 menit

Sering Mimpi Buruk? Ini Cara Mengatasinya

Mimpi buruk bisa datang kapan saja di setiap malam Anda. Ini bisa sangat mengganggu Anda jika sering terjadi. Temukan cara mengatasi mimpi buruk di sini.

Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Hidup Sehat, Tips Sehat 02/07/2020 . Waktu baca 5 menit

Mengungkap Mitos dan Fakta Seputar Masalah Cacingan

Banyak mitos membuat infeksi cacing menjadi hal sepele. Cek fakta seputar cacingan yang berbahaya jika dibiarkan, seperti menghambat pertumbuhan anak.

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Willyson Eveiro
Hidup Sehat, Tips Sehat 29/06/2020 . Waktu baca 5 menit

Direkomendasikan untuk Anda

kode wadah plastik pada makanan atau minuman

Apakah Wadah Plastik untuk Makanan Anda Aman Bagi Kesehatan? Cari Tahu Lewat Kode Ini

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 10/07/2020 . Waktu baca 4 menit
botol plastik hangat

Amankah Minum Air dari Botol Plastik yang Sudah Hangat?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 10/07/2020 . Waktu baca 4 menit
manfaat bersepeda

Yuk, Ketahui Beragam Manfaat Bersepeda Bagi Kesehatan

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novi Sulistia Wati
Dipublikasikan tanggal: 08/07/2020 . Waktu baca 3 menit
kelopak mata bengkak, apa penyebabnya

Penyebab Kelopak Mata Bengkak dan Cara Tepat Mengatasinya

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 08/07/2020 . Waktu baca 3 menit