Manfaat Vitamin D dari Sinar Matahari untuk Mencegah Kanker Kulit

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum

Kebanyakan orang menganggap bahwa cara yang paling efektif untuk mencegah kanker kulit adalah dengan menggunakan tabir surya. Namun, para ahli mengungkapkan bahwa bersembunyi dari sinar matahari juga bisa memberikan dampak negatif yang sama bagi kesehatan. Lalu, bagaimana cara mencegah yang aman dan efektif?

Ketahui dulu bahaya dan manfaat sinar UV matahari untuk kulit

Radiasi sinar UV dapat meningkatkan risiko kanker kulit tertentu, seperti sel skuamosa dan sel basal. Namun ada perbedaan yang perli Anda ketahui, atara sinar UV yang menyebabkan kanker dengan manfaat sinar matahari yang menyehatkan. Dalam beberapa kasus, sinar UV malah mungkin lebih bermanfaat untuk kesehatan.

Umumnya, dokter sering memberikan saran, bila semakin bertambah usia akan semakin baik untuk menghindari paparan sinar matahari. Pasalnya kulit di usia tua mulai menunjukkan tanda-tanda kerusakan dari paparan sinar matahari yang berlebihan selama hidup terdahulu

Tapi faktanya, begitu Anda menghindari sinar matahari sama sekali, sama saja Anda membiarkan tubuh untuk tidak dapat bekerja secara alami sebagaimana alam merancang tubuh Anda. Paparan sinar matahari yang sehat sebenarnya merupakan bagian tak terpisahkan dari langkah mencegah kanker kulit.

Berdasarkan penelitian, orang yang lebih sering beraktivitas di luar ruangan ternyata memiliki penurunan risiko terkena kanker melanoma dibandingkan dengan orang yang bekerja dan beraktivitas di dalam ruangan.  Hal tersebut menunjukkan bahwa paparan sinar matahari sebenarnya juga memiliki efek perlindungan.

Lalu,  adakah vitamin untuk mencegah kanker kulit?

Vitamin D adalah vitamin yang diproduksi sendiri oleh tubuh Anda saat terkena paparan matahari. Vitamin D dapat mempengaruhi gen dalam kulit dan mencegah kerusakan akibat sinar UV. Berdasarkan prinsip kerja tubuh yang satu ini, menghindari sinar matahari justru menjadi senjata makan tuan bagi Anda untuk memicu risiko kanker kulit.

Singkatnya, vitamin D yang diproduksi dalam tubuh berfungsi untuk menanggapi radiasi UVB sehingga dapat bermanfaat sebagai pelindung dari melanoma (jenis sel kanker), seperti yang tercantum dalam salah satu studi Lancet. Sayangnya, mengoleskan tabir surya secara teratur dapat mencegah pembentukan vitamin D di kulit Anda. 

Asosiasi dokter penyakit kulit di Amerika, American Academy of Dermatology, memang tidak menyarankan untuk menjadikan vitamin D yang terbentuk dari paparan sinar matahari sebagai sumber utama vitamin D Anda. Risiko kanker kulit dari paparan sinar ultraviolet membuat mereka menyimpulkan bahwa sebaiknya Anda melindungi diri dari paparan sinar UV dan mendapatkan vitamin D dari makanan, minuman, dan atau suplemen.

Berapa banyak vitamin D yang tubuh butuhkan sehari-hari?

Kebutuhan vitamin D tubuh orang berbeda-beda. Hal ini didasari oleh usia dan kondisi Anda. Menurut sumber Angka Kecukupan Gizi (AKG), berikut adalah kebutuhan vitamin D yang diperlukan tubuh berdasarkan usia

  • Lahir sampai 1 tahun – 200 IU (5 mcg/hari)
  • 1 tahun sampai 64 tahun – 600 IU (15 mcg/hari)
  • Lebih dari 64 tahun – 800 IU (20 mcg/hari)
  • Wanita hamil dan menyusui – 600 IU (15 mcg/hari)

Selain bisa didapat dari berjemur sinar matahari, vitamin D untuk mencegah kanker kulit ini bisa Anda dapatkan dari makanan, minuman dan suplemen tambahan. Anda bisa dapatkan lewat beberapa sumber makanan yang mengandung vitamin D seperti ikan, kuning telur, organ hati, keju, dan produk susu.

Manfaat sinar matahari lainnya untuk kulit

Bukan hanya mencegah kanker kulit,  vitamin D juga mampu memberikan beragam manfaat kesehatan lainnya, yang sudah pasti tidak akan bisa Anda dapatkan bila Anda terus-terusan menghindari sinar matahari. Beberapa manfaat untuk kesehatan yang dapat Anda peroleh dari vitamin D, di antaranya seperti:

  • Peningkatan sistem imun tubuh
  • Peningkatan fungsi ginjal
  • Kekuatan gigi dan tulang
  • Peningkatan sistem kardiovaskular
  • Peningkatan fungsi otak

Memahami risiko dan manfaat paparan sinar matahari

Bila berbicara mengenai risiko dan manfaat sinar matahari untuk kesehatan manusia, salah satu hal yang paling penting adalah melakukan analisis terhadap kedua faktor tersebut agar Anda bisa memaksimalkan manfaatnya dan meminimalisir risikonya dengan cara yang aman dan meminimalisir penggunaan tabir surya.

Bila yang dikatakan oleh para dermatologis mengenai penggunaan tabir surya untuk terhindar dari melanoma itu benar, maka seharusnya melanoma akan berkurang seiring dengan semakin bertambahnya orang yang menggunakan tabir surya. Namun kenyataannya lebih dari 30 tahun terakhir ini, seiring dengan meningkatnya pengguna tabir surya, jumlah orang yang terkena melanoma juga mengalami peningkatan.

Selain dapat memblokir aktivasi vitamin D, banyak produk tabir surya yang mengandung zat beracun, yang tentunya merupakan hal terakhir yang ingin Anda miliki dalam tubuh sehat Anda. Lebih lanjut, beragam produk tabir surya juga mengandung vitamin A dan turunannya (retinol dan retinil palmitat) serta berbagai bahan berbahaya lainnya, seperti oxybenzone, yang terbukti bisa mempercepat perkembangan dan penyebaran sel-sel ganas kanker kulit.

Faktor penting lainnya yang perlu anda ingat juga, SPF yang terkandung dalam kebanyakan produk tabir surya biasanya hanya dapat melindungi kulit dari sinar UVB, sebuah sinar spektrum ultraviolet yang memungkinkan tubuh anda untuk memproduksi vitamin D. Padahal spektrum sinar matahari yang berbahaya bagi kulit dalam hal ini menyebabkan kerusakan dan kanker kulit adalah sinar UVA. Jadi, jika Anda tetap ingin menggunakan tabir surya, sebaiknya pastikan terlebih dahulu bahwa produk yang anda beli tersebut dapat melindungi kulit anda dari UVA dan UVB.

Cara yang paling masuk akal dan lebih bijaksana untuk melindungi tubuh dari paparan sinar matahari adalah dengan menutupi bagian tubuh yang terbuka dengan kain tipis jika Anda hanya akan keluar sebentar saja. Anda juga dapat  memakai topi lebar ketika sedang berada di luar ruangan dalam jangka waktu yang cukup lama.

Baca Juga:

Yang juga perlu Anda baca