Makan Tomat: Cara Mudah Menurunkan Risiko Kanker Kulit

Ditinjau secara medis oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 15/11/2019
Bagikan sekarang

Rasa tomat yang asam dan segar, membuat sayuran yang sering dianggap buah ini sangat cocok untuk dijadikan campuran salad atau diminum segar sebagai jus. Tidak hanya itu, sayuran berwarna oranye ini memiliki banyak khasiat, salah satunya bisa menurunkan risiko kanker kulit. Bagaimana bisa? Simak artikel ini.

Kandungan nutrisi dalam tomat bisa menurunkan risiko kanker kulit

Menurut penelitian yang dilakukan oleh Ohio State University, tomat bisa menurunkan risiko kanker kulit. Penelitian yang telah dipublikasikan di journal Scientific Reports ini menjelaskan bagaimana tomat bisa melindungi Anda dari kanker kulit seperti karsinoma sel skuamosa dan karsinoma sel basal. Jenis-jenis kanker kulit tersebut dapat terjadi akibat akumulasi paparan sinar matahari.

Menggunakan tabir surya yang bisa melindungi kulit dari sinar UVA dan UVB memang bisa membantu menurunkan risiko terkena karsinoma keratinosit. Namun sejak adanya imbauan dari Surgeon General’s Call to Action di Amerika Serikat untuk mencegah kanker kulit, para peneliti bekerja lebih keras untuk mencari cara mengurangi risiko kanker kulit.

Penelitian yang dilakukan oleh Ohio State University menunjukkan, risiko kanker berkurang hingga 50 persen karena asupan tomat. Penelitian ini dilakukan pada tikus jantan yang diberikan 10 persen bubuk tomat setiap hari selama 35 minggu.

Tikus-tikus ini lalu diberi paparan sinar ultraviolet. Hasilnya adalah terjadi penurunan risiko kanker kulit sebesar 50 persen dibandingkan kelompok tikus yang tidak mendapatkan asupan tomat.

Mengapa tomat bisa menurunkan risiko kanker kulit? Kandungan karotenoid yaitu pigmen yang memberikan warna pada tomat mampu melindungi kulit dari paparan sinar ultraviolet. Karotenoid ini disimpan di kulit manusia setelah Anda mengonsumsi tomat, dan mampu melindungi kulit Anda terhadap kerusakan sinar UV.

Peran utama kandungan karotenoid pada tomat diyakini ikut berperan adalah lycopene. Namun lycopene tidak berdiri sendiri, terbukti dalam penelitian lain, para peneliti menemukan perbedaan ketika lycopene diberikan dalam bentuk tomat utuh dibandingkan dengan suplemen yang disintesis.

Penelitian ini juga telah dilakukan uji coba pada manusia. Para partisipan yang mengonsumsi pasta tomat selama 12 minggu menunjukkan peningkatan perlindungan dari sinar matahari sebesar 33 persen.

Apa solusi untuk melindungi kulit dari sinar UV?

Kulit akan terbakar jika terkena sinar matahari terlalu lama dan tanpa perlindungan. Tidak hanya masalah kecantikan, sinar matahari juga bisa meningkatkan risiko timbulnya kanker kulit. Salah satu cara agar terhindar dari efek buruk sinar matahari memang dengan memakai tabir surya secara tepat.

Dengan memakai tabir surya secara tepat, kulit akan terlindung dari bahaya sinar matahari yang bisa memicu produksi melanin, yaitu pigmen penentuan kulit, yang bisa membuat kulit menjadi gelap. Sebenarnya dengan menggunakan tabir surya SPF 15 sudah cukup. Kadar SPF yang lebih tinggi hanya diperuntukkan bagi mereka yang memiliki kulit sangat putih, terlahir dari keluarga yang memiliki riwayat kanker kulit atau lupus.

Gunakanlah tabir surya setiap Anda beraktivitas di luar rumah, terutama pada pukul 10.00 hingga pukul 14.00. Gunakan tabir surya baik pada kondisi cuaca sedang panas atau mendung. Saat mendung ternyata sinar UV bisa menembus awan. Oleskan tabir surya 15 menit atau 30 menit sebelum beraktivitas di bawah sinar matahari.

Oleskan sekitar dua sendok makan tabir surya ke seluruh tubuh (jangan terlalu sedikit). Dan yang paling penting adalah gunakan tabir surya secara berulang ulang setiap dua jam sekali. Gunakan lebih sering jika Anda berkeringat atau berenang.

Jika Anda tidak melakukan cara-cara di atas, maka kemungkinan kulit Anda terbakar walaupun sudah menggunakan tabir surya sangat besar kemungkinannya.

Dan yang terakhir, sebagus atas setebal apapun tabir surya yang Anda pakai tidak dapat sepenuhnya melindungi Anda dari sengatan matahari. Kulit masih saja berpotensi menjadi lebih hitam, terbakar dan bahkan terkena kanker kulit. Oleh karena itu, selain menggunakan tabir surya maka harus ditambah dengan perlindungan lainnya, seperti memakai kaca mata, kenakan topi bertepi lebar, gunakan payung, atau memakai pakaian panjang.

You are already subscribed to notifications.

Baca Juga:

Sumber

An Update on the Health Effects of Tomato Lycopene - https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3850026/ Accessed 3 Aug. 2017

Daily tomato consumption may protect against skin cancer. http://www.medicalnewstoday.com/articles/318452.php. Accessed 31/07/2017.

Eating tomatoes may lessen risk of skin cancer. http://www.msn.com/en-us/health/healthtrending/eating-tomatoes-may-lessen-risk-of-skin-cancer/ar-BBEoS0q?li=AA51YE. Accessed 31/07/2017.

Choose the Right Sunscreen. https://www.cancer.org/latest-news/choose-the-right-sunscreen.html. Accessed 31/07/2017.

Yang juga perlu Anda baca

Tomat Dapat Membantu Mencegah Kanker Payudara

Sebagai buah yang menawarkan khasiat yang baik untuk kesehatan, tomat ternyata dipercaya dapat mencegah kanker payudara. Benarkah demikian?

Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi

Makeup Mengandung SPF Cukup Untuk Melindungi Kulit dari Sinar UV ?

Berbagai produk makeup kini telah dilengkapi dengan SPF untuk melindungi kulit dari paparan sinar ultraviolet. Lantas, perlukah menggunakan sunscreen lagi?

Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu

Sudah Pakai Tabir Surya tapi Kulit Masih Menghitam, Kenapa Begitu?

Tabir surya sudah digunakan, tetapi kulit masih saja bisa menghitam? Berikut beberapa kesalahan saat memakai tabir surya yang mungkin jadi penyebabnya.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Maria Amanda

4 Manfaat Tomat Cherry yang Tak Boleh Dilewatkan

Meskipun tidak sepopuler tomat pada umumnya, tomat cherry nyatanya menyimpan segudang manfaat bagi kesehatan. Apa saja ya, manfaatnya?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Diah Ayu
Nutrisi, Hidup Sehat 03/09/2019

Direkomendasikan untuk Anda

Apa Arti SPF dan PA pada Tabir Surya?

Apa Arti SPF dan PA pada Tabir Surya?

Ditinjau secara medis oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Dipublikasikan tanggal: 12/04/2020
Tips Melindungi Kulit dari Cuaca Ekstrem Saat Ibadah Haji

Tips Melindungi Kulit dari Cuaca Ekstrem Saat Ibadah Haji

Ditinjau secara medis oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Roby Rizki
Dipublikasikan tanggal: 23/03/2020
5 Tips Liburan Nyaman untuk Pasien Kanker Kulit

5 Tips Liburan Nyaman untuk Pasien Kanker Kulit

Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Winona Katyusha
Dipublikasikan tanggal: 15/02/2020
Operasi Kanker Kulit Bikin Anda Takut? Yuk, Pahami Dulu Prosedurnya

Operasi Kanker Kulit Bikin Anda Takut? Yuk, Pahami Dulu Prosedurnya

Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu
Dipublikasikan tanggal: 13/02/2020