Produk Olahan Susu Ternyata Bisa Bikin Jerawatan

Oleh

Isu terkait apakah makan dapat memicu jerawat sudah bermula sejak abad ke-19. Namun, penelitian pada 2002 dan disusul dengan penelitian berikutnya, menunjukkan bahwa pertumbuhan jerawat lebih mungkin terjadi pada seseorang yang sering mengonsumsi produk olahan susu. Meskipun demikian, perlu dipahami bahwa jerawat merupakan suatu perubahan pada kulit yang alami dan dapat dipicu oleh perubahan hormon seperti saat memasuki masa pubertas atau saat mengalami menstruasi. Lalu apa sebenarnya pengaruh dari konsumsi olahan susu terhadap timbulnya jerawat?

BACA JUGA: 5 Cara Kilat Menghilangkan Jerawat Dalam Semalam

Bagaimana jerawat bisa muncul?

Jerawat terjadi karena adanya penumpukan substansi lemak atau kulit mati pada pori atau saluran rambut di kulit, yang ditandai adanya titik benjolan kecil pada kulit wajah, leher, dada, dan punggung. Munculnya jerawat dipengaruhi oleh hormon pada seseorang dan menyebabkan beberapa mekanisme berikut:

  • Produksi sebum berlebih – produksi sebum dipengaruhi oleh aktivitas sel sebocyte yang membuat penumpukan gelembung yang berisi asam lemak dan akan muncul ke permukaan sebagai jerawat jika sudah cukup matang.
  • Penutupan saluran rambut kulit – hal ini terjadi saat kulit yang telah mati tertahan dalam kanal atau folikel rambut. Produksi sebum dan adanya bakteri Acnes akan menyebabkan jerawat lebih mudah muncul.
  • Inflamasi – ini merupakan mekanisme sistem pertahanan tubuh yang menghambat bakteri untuk masuk dari pori-pori kulit. Sistem imun ini bisa lebih sensitif jika dipengaruhi oleh hormon, khususnya pada pria.

BACA JUGA: Usia 30-an, Masih Jerawatan? Ini Penyebabnya

Hormon utama yang memicu jerawat

Terdapat tiga jenis hormon utama yang dapat memicu terjadinya jerawat yaitu hormon  insulin, insulin like growth factor 1 (IGF-1), dan hormon androgen, ketiganya memiliki peran dan mekanisme yang sedikit berbeda namun berkaitan. Insulin dan IGF-1 merupakan hormon yang memicu jerawat yang terkait apa yang kita makan, sedangkan sekresi hormon androgen berlebih sudah dapat menyebabkan timbulnya jerawat.

Pola makan, terutama yang tinggi karbohidrat atau glukosa serta protein, dapat menyebabkan peningkatan hormon insulin yang juga akan meningkatkan hormon IGF-1. Keduanya saling berkaitan memicu produksi sebum berlebih, sehingga jerawat lebih mungkin timbul dengan jumlah sebum yang lebih banyak. Hormon inslulin dan IGF-1 berlebih juga dapat meningkatkan kadar hormon androgen.

Efek dari hormon androgen berlebih akan berakibat pada timbuhya sel kulit mati yang lebih cepat, sehingga jika sel kulit mati menyumbat saluran rambut kulit, efeknya akan lebih mudah timbul jerawat. Hormon androgen juga menyebabkan pertahanan tubuh menjadi lebih agresif terhadap adanya bakteri, sehingga memicu inflamasi terutama saat area kulit berjerawat mengalami luka. Akibatnya, proses pemulihan kulit menjadi lebih lambat dan jerawat dapat muncul kembali.

BACA JUGA: Mencegah dan Mengatasi Jerawat Di Punggung

Kenapa produk olahan susu dapat memicu jerawat?

Suatu penelitian yang dilansir di Medscape.com bertujuan untuk melihat perbedaan konsumsi produk olahan susu pada kelompok dengan kulit sehat dan kelompok dengan gangguan kulit berjerawat. Hasil penelitian tersebut menunjukkan adanya konsumsi produk olahan susu sedikit lebih tinggi pada individu yang mengalami masalah jerawat. Konsumsi olahan susu lebih signifikan untuk menimbulkan jerawat, namun tidak demikian pada konsumsi susu murni.

Olahan susu lebih mungkin memicu timbulnya peningkatan hormone insulin dan IGF-1 sebagai pencetus jerawat. Hal ini dikarenakan konsumsi olahan susu seperti yogurt, es krim, susu dengan perisa, dan susu rendah lemak  cenderung memiliki gula yang lebih banyak dan dapat meningkatkan risiko peningkatan hormon insulin saat dikonsumsi bersamaan dengan makanan manis lainnya.

Tingginya kadar insulin dan IGF-1 dalam darah akibat pola konsumsi tersebut akan memicu reaksi pertumbuhan sebum yang lebih cepat untuk berkembang menjadi jerawat. Selain itu, jumlah protein dari susu juga dapat memicu kompleksitas masalah kulit melalui adanya inflamasi akibat peningkatan hormon androgen.

Meskipun demikian kedua hal tersebut lebih mungkin terjadi dengan adanya faktor penyebab lainnya seperti usia pubertas, kondisi kulit, infeksi bakteri dari lingkungan, dan kualitas pola makan secara keseluruhan. Konsumsi olahan susu mungkin bukanlah penyebab utama jika Anda memiliki jenis kulit berminyak yang lebih berisiko untuk timbulnya jerawat.

BACA JUGA: Mencegah dan Mengatasi Jerawat Di Punggung

Apa yang dapat dilakukan?

Apabila Anda memiliki kebiasaan untuk mengkonsumi susu secara rutin, maka perhatikan kualitas konsumsi pola makan secara keseluruhan. Kurangi konsumsi produk olahan susu dengan kadar gula berlebih, atau seimbangkan dengan mengurangi asupan nasi putih dan roti.  Namun jika Anda mengalami kompleksitas masalah jerawat yang lebih serius, segera konsultasikan dengan dokter serta kurangi konsumsi olahan susu dan menjaga kebersihan kulit untuk mencegah pertumbuhan jerawat.

Sumber