Punya Jerawat Membandel? Hati-hati, Ini Bisa Jadi Penyebab Depresi

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum

Jerawat di wajah sering kali membuat kesal dan jadi kurang percaya diri. Tak jarang beberapa orang menutupinya dengan masker agar tidak terlihat. Mungkin Anda sudah mencari dan mencoba banyak cara untuk membasmi jerawat tersebut. Sebaiknya, segera atasi masalah jerawat Anda, jika tidak Anda berisiko alami depresi. Bagaimana bisa jerawat menjadi faktor penyebab depresi? Simak penjelasannya di sini.

Jerawat bisa jadi salah satu faktor penyebab depresi

Ada banyak faktor penyebab depresi, tapi mungkin Anda baru tahu jika masalah jerawat Anda salah satunya. Ya, tak jarang orang yang memiliki jerawat bisa bikin depresi. Kondisi ini biasanya disebabkan karena jerawat membuat seseorang krisis kepercayaan diri.

Banyak yang menganggap punya jerawat adalah hal yang memalukan, sampai-sampai mereka menarik diri dari lingkungan sosialnya. Sebuah penelitian mengumpulkan data orang yang berusia 17-50 tahun selama periode 15 tahun. Peneliti mengambil data orang yang memiliki masalah jerawat dan tidak berjerawat sama sekali.

Dari penelitian tersebut diketahui bahwa orang yang berjerawat memiliki risiko 46 persen lebih tinggi untuk terkena depresi. Namun, penelitian ini tidak menilai tingkat keparahan jerawat. Sebab itu, mungkin dibutuhkan penelitian lebih lanjut untuk melihat apakah tingkat keparahan jerawat juga berperan dalam risiko depresi seseorang. Meski begitu, tingkat keparahan dari jerawat juga memiliki peran terhadap tingginya risiko depresi akibat jerawat.

Apa tandanya jika mengalami depresi?

Orang yang memiliki jerawat sangat rentan mengalami gejala depresi seperti sering menangis, nafsu makan menurun, mood gampang berubah, sulit tidur, tidak berenergi,  menarik diri dari kehidupan sosial, dan terdapat masalah di sekolah atau kantor.

Jika Anda mengalami hal-hal tersebut, perlu waspada bahwa mungkin Anda sedang mengalami gejala depresi yang  disebabkan karena kondisi jerawat Anda.

Lalu, apa yang harus dilakukan?

Untuk mengatasi depresi yang disebabkan jerawat, penting untuk merawat kedua kondisi dan fokus pada kesehatan Anda dalam dan luar tubuh.

Jika Anda memiliki jerawat yang tidak dapat disembuhkan dengan perawatan jerawat yang dijual bebas, sebaiknya segera kunjungi dokter kulit. Obat oral dan topikal yang diresepkan dapat membersihkan jerawat dan mencegah munculnya jerawat. Selain itu juga dapat membuat kulit yang bersih dan meningkatkan kepercayaan diri dalam penampilan fisik Anda.

Seorang psikoterapis, psikiater, atau ahli kesehatan mental lainnya dapat membantu Anda mengatasi depresi Anda, dan masalah kesehatan mental lainnya yang bisa diakibatkan atau diperburuk oleh jerawat Anda. Untuk mengobati depresi, seorang psikiater mungkin akan merekomendasikan:

  • Psikoterapi, seperti terapi perilaku kognitif
  • Sesi konseling kelompok atau individu
  • Resep obat antidepresi

Depresi dan gejalanya, terutama jika muncul pemikiran ingin bunuh diri, harus selalu ditanggapi dengan serius. Untuk orang dengan jerawat, penting untuk mencari tanda-tanda depresi sehingga perawatan yang tepat dan tepat dapat dicari, untuk menyembuhkan jerawat dan efek emosionalnya.

Baca Juga:

Share now :

Direview tanggal: Mei 5, 2018 | Terakhir Diedit: November 15, 2019

Sumber
Yang juga perlu Anda baca