Benarkah Minum Bubble Tea Bisa Bikin Jerawatan?

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: | Oleh

Tanggal update Februari 13, 2020
Bagikan sekarang

Demam bubble tea belakangan ini sedang melanda masyarakat, mungkin sebagian dari Anda atau orang terdekat juga keranjingan minuman ini. Meski begitu, konon bubble tea juga dapat menyebabkan jerawat. Bagaimana bisa? Simak penjelasannya berikut ini.

Benarkah bubble tea bisa menyebabkan jerawat?

Anda tentu tak asing lagi dengan minuman manis dari teh dan susu asal Taiwan ini yang tengah jadi primadona. Tak hanya menggunakan teh dan susu, minuman ini juga dapat dikombinasikan dengan cokelat, sari buah-buahan, atau karamel.

Satu hal yang menjadi ciri khas lainnya adalah campuran topping boba, alias bola-bola tapioka yang kenyal.

Anda mungkin berpikir bahwa kandungan teh yang ada pada bubble tea tidak akan memberikan efek buruk bagi kulit. Apalagi, teh sendiri diketahui memiliki banyak manfaat.

Kandungan vitamin B2, C, dan E dalam teh dapat melawan radikal bebas yang berbahaya untuk kulit. Kafein di dalamnya juga dapat membantu mencegah infeksi kulit dan jerawat. Tak hanya itu, teh bisa juga mengurangi tanda-tanda penuaan.

Meski begitu, ada anggapan bahwa bubble tea bisa menyebabkan jerawat. Hal ini kemungkinan besar disebabkan karena khasiat baik pada teh bisa jadi tidak bekerja maksimal ketika dicampur bahan-bahan lainnya, seperti susu dan gula.

Apalagi, minuman semacam ini biasanya memiliki kalori yang tinggi. Tak hanya diabetes, bahan-bahan pada bubble tea dapat menimbulkan dampak buruk pada kulit jika dikonsumsi berlebihan, termasuk jerawat.

Gula

gula alkohol

Salah satu kandungan dalam bubble tea yang bisa menyebabkan munculnya jerawat adalah gula.

Seperti yang telah diketahui, gula memiliki indeks glikemik yang tinggi. Artinya, gula dapat menaikkan kadar gula darah dengan cepat.

Ketika gula darah meningkat, maka kadar insulin dalam tubuh juga ikut meningkat. Kenaikan insulin ini akan menyebabkan peningkatan hormon androgen.

Akibatnya, peningkatanan itu akan membuat kulit wajah berminyak dan rentan terhadap jerawat.

Susu

susu untuk osteoporosis

Meski dikenal memiliki nutrisi yang baik untuk pertumbuhan dan kesehatan tulang, The Journal of Clinical and Aesthetic Dermatology menyebut, susu yang jadi bahan pembuatan bubble tea bisa menyebabkan jerawat.

Ketika kita meminumnya, protein dari susu akan melepas hormon yang menyerupai insulin bernama insulin-like growth factor-1 (IGF-1) dan dapat menyebabkan jerawat. Susu juga mengandung gula alami yang disebut laktosa.

Bola tapioka

bubble tapioka bagi kesehatan

Bola tapioka atau boba terbuat dari tepung tapioka yang berasal dari singkong. Walau tidak mengandung lemak, bola tapioka yang disajikan pada bubble tea biasanya sudah direbus dan dimasak dengan sirup gula.

Hal ini tentu akan meningkatkan kalori pada boba. Seperti yang sudah dijelaskan, bola tapioka yang sudah manis ditambahkan dengan campuran teh dan susu membuat kandungan gulanya bertambah.

Akibatnya, lagi-lagi gula darah Anda meningkat dan insulin juga meningkat untuk memecah gula.

Bagaimana cara mengurangi dampak jerawat dari bubble tea?

Jika Anda masih ingin menikmati bubble tea tanpa harus khawatir akan menyebabkan jerawat bermunculan, berikut beberapa hal yang bisa Anda lakukan:

  • Sebisa mungkin, pilihlah takaran gula yang lebih rendah (less sugar).
  • Pesan minuman tanpa tapioca pearls untuk mengurangi kalori.
  • Membuatnya sendiri di rumah dengan resep yang lebih sehat

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Tips Mengonsumsi Susu untuk Penderita Intoleransi Laktosa

Seseorang yang intoleransi laktosa umumnya akan mengalami gangguan pencernaan sesudah mengonsumsi produk susu. Berikut cara aman menghindarinya.

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh Ihda Fadila
Hidup Sehat, Tips Sehat April 24, 2020

Cara Praktis Menakar Porsi Makan untuk Menjaga Berat Badan

Saat mengatur porsi makan, Anda mungkin terkendala cara menakar bahan makanan yang tepat. Berikut langkah yang bisa Anda lakukan.

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh Diah Ayu
Nutrisi, Hidup Sehat April 17, 2020

Apakah Pengidap Thalassemia Bisa Sembuh Total?

Thalassemia merupakan penyakit keturunan yang sulit diobati. Meski demikian, para ahli terus mencari cara untuk mengobati thalassemia hingga sembuh total.

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh Roby Rizki
Hidup Sehat, Tips Sehat April 10, 2020

Memilih Obat Tidur yang Aman untuk Ibu Hamil dan Janin

Untuk membantu ibu hamil yang sesah tidur, obat dapat menjadi solusinya. Namun, Anda perlu memilih obat tidur yang aman dan tidak berisiko pada kehamilan.

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh Roby Rizki

Direkomendasikan untuk Anda

Ini Penjelasan Ilmiah Mengapa Beberapa Orang Suka Bau Hujan

Ini Penjelasan Ilmiah Mengapa Beberapa Orang Suka Bau Hujan

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh Shylma Na'imah
Tanggal tayang Mei 15, 2020
Mengenal Hubungan Poliamori, Saat Cinta Anda Tak Hanya untuk Satu Orang

Mengenal Hubungan Poliamori, Saat Cinta Anda Tak Hanya untuk Satu Orang

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh Rena Widyawinata
Tanggal tayang Mei 13, 2020
Apa Pengaruh TBC pada Ibu Hamil dan Janin?

Apa Pengaruh TBC pada Ibu Hamil dan Janin?

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh Riska Herliafifah
Tanggal tayang Mei 11, 2020
Jangan Asal Pilih, Begini Cara Menentukan Terapis Seks yang Cocok untuk Anda

Jangan Asal Pilih, Begini Cara Menentukan Terapis Seks yang Cocok untuk Anda

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh Nabila Azmi
Tanggal tayang April 28, 2020