Mengapa Gejala Penyakit Kulit Vitiligo Baru Muncul Saat Dewasa?

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum

Vitiligo adalah kondisi langka yang dialami kira-kira satu persen dari seluruh penduduk dunia. Kondisi ini menyebabkan warna kulit seseorang tidak merata. Namun, biasanya gejala vitiligo pertama kali muncul justru di usia dewasa, bukan sejak lahir atau kanak-kanak. Seseorang dengan vitiligo bisa saja tumbuh dengan kulit sehat. Kemudian menginjak usia 20-an atau 30-an, berbagai gejala vitiligo baru mulai tampak.

Mengapa bisa begitu, ya? Simak dulu ulasan berikut ini untuk mengetahui lebih jauh soal vitiligo dan gejalanya pada orang dewasa.

Apa itu vitiligo?

Vitiligo adalah masalah kulit yang ditandai dengan perubahan warna kulit di area-area tertentu. Area kulit yang kena vitiligo akan pelan-pelan berubah jadi seputih susu sehingga kulit Anda akan tampak tidak rata warnanya.

Biasanya yang pertama kali berubah warna adalah area yang paling sering terpapar sinar matahari. Misalnya wajah, punggung tangan, leher, lengan, lutut, serta siku.

Lama-lama, vitiligo bisa menyebar ke bagian tubuh yang lain atau semakin melebar seiring berjalannya waktu. Penyebaran ini bisa berbeda-beda pada setiap orang. Ada yang penyebarannya merata ke seluruh tubuh. Ada juga yang vitiligonya hanya muncul di bagian tubuh tertentu.

Perubahan kulit ini biasanya tidak menyebabkan nyeri, perih, gatal, atau sensasi apapun. Tekstur kulit juga tidak akan berubah jadi lebih kasar atau lunak. Yang berubah hanyalah warna kulit Anda.

Vitiligo bisa menyerang siapa saja. Kondisi ini tidak melihat jenis kelamin, ras, atau usia. Akan tetapi, pada kebanyakan kasus gejala vitiligo memang baru akan muncul ketika seseorang mencapai usia dewasa muda atau saat dewasa.

Penyebab vitiligo

Hingga saat ini para ahli masih terus mencari apa tepatnya penyebab vitiligo. Akan tetapi, bisa dipastikan bahwa vitiligo bukan disebabkan oleh kanker. Kondisi ini juga tidak diakibatkan oleh infeksi dari virus atau bakteri. Maka, vitiligo tidak bisa ditularkan.

Vitiligo terjadi karena pigmen yang memberi warna pada kulit Anda rusak atau hancur. Akibatnya, kulit Anda kehilangan warna dan jadi pucat atau seputih susu.

Menurut sejumlah penelitian, kira-kira 20 persen dari pengidap vitiligo juga mengidap penyakit autoimun. Penyakit autoimun terjadi ketika sistem kekebalan tubuh (imun) seseorang malah menyerang sel-sel dalam tubuhnya sendiri.

Karena itu, vitiligo digolongkan sebagai salah satu kondisi yang muncul akibat penyakit autoimun. Keduanya pun sama-sama dipicu oleh faktor risiko seperti keturunan.

Mengapa gejala vitiligo baru muncul saat dewasa?

Sebenarnya gejala vitiligo bisa saja muncul sejak lahir atau pada orang lanjut usia (lansia). Akan tetapi, kasus-kasus tersebut sangat jarang terjadi pada pengidap vitiligo. Sejumlah penelitian mencatat bahwa setengah kasus vitiligo baru muncul ketika seseorang memasuki usia remaja hingga dewasa.

Meskipun faktor risiko vitiligo yang terbesar adalah keturunan atau genetik, para peneliti juga mencatat bahwa umumnya gejala vitiligo muncul karena dipicu oleh faktor lingkungan. Misalnya kalau Anda habis terpapar sinar matahari, mengalami cedera, kena penyakit tertentu, atau sedang mengalami stres berat. Faktor-faktor tersebut akan mendorong munculnya gejala vitiligo.

Nah, itulah mengapa biasanya vitiligo baru muncul ketika memasuki usia dewasa. Orang dewasa biasanya lebih rentan kena pemicu-pemicu dari lingkungan seperti stres atau paparan sinar matahari. Berbagai pemicu tersebut dapat menyebabkan kerusakan pigmen pada kulit.

Baca Juga:

Sumber
Yang juga perlu Anda baca