Cacar Air Penyakit Kulit Menular, Bisakah Terserang Kedua Kalinya?

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum

Cacar air adalah penyakit menular yang disebabkan oleh infeksi virus varicella-zoster. Penyakit cacar air paling sering dialami oleh anak-anak. Sebagian besar orang dewasa yang pernah mengalami penyakit menular ini di waktu kecil cenderung tak lagi mewaspadai penularan cacar air. Hal ini dikarenakan, banyaknya anggapan yang beredar bahwa tidak mungkin terkena cacar dua kali, jika sebelumnya sudah pernah mengalaminya. Benarkah demikian?

Bagaimana cacar air bisa menular?

Penularan cacar air terbilang sangat mudah. Cacar air bisa menular saat anda melakukan kontak langsung dengan orang yang mengalami cacar air, misalnya dengan menyentuh bagian kulit yang terkena cacar. Begitupun saat terpapar barang-barang yang terkontaminasi dengan cairan yang berasal dari lenting cacar air yang pecah akibat digaruk.

Bukan hanya itu, virus penyebab cacar air dapat terbawa angin atau udara sehingga kemudian masuk ke dalam tubuh Anda. Artinya, percikan mukosa atau air liur yang keluar saat penderita cacar air batuk, bersin, dan bernapas dapat menjadi media penularan virus penyebab cacar air.

Risiko penularan akan semakin tinggi apabila banyak orang berada di dalam satu ruangan yang sama dengan penderita. Virus cacar air bisa jauh lebih cepat menular karena setiap orang sama-sama menghirup udara yang terkontaminasi virus varicella zoster.

Itulah mengapa orang yang cacar air dianjurkan sebisa mungkin untuk melakukan karantina, yaitu dengan memisahkan diri atau menjaga jarak dengan orang yang belum pernah terinfeksi cacar air.

Apa gejala yang muncul saat terserang cacar air?

cacar air

Setelah cacar air menular dari satu orang ke orang lainnya dan virus masuk ke dalam tubuh, gejala tidak langsung muncul begitu saja. Butuh sekitar 7-21 hari untuk virus berkembang di dalam tubuh sampai akhirnya menimbulkan gejala awal cacar air, berupa:

  • demam
  • sakit kepala
  • kelelahan
  • kehilangan nafsu makan

Sekitar 1-2 hari setelah tanda tersebut muncul, gejala khas cacar air berupa ruam kulit kemerahan yang juga akan mulai berkembang secara perlahan. Mulanya ruam kemerahan berupa bintik-bintik akan muncul di wajah dan badan bagian depan lantas dapat menyebar ke seluruh bagian tubuh, terutama tangan dan kaki.

Dalam beberapa hari bintik akan berkembang menjadi lenting atau bintil yang berisi cairan. Lenting cacar air biasanya terasa sangat gatal sehingga membuat Anda tidak tahan untuk menggaruknya.

Perlu diingat, tidak boleh asal menggaruk cacar air karena justru dapat menimbulkan luka yang berbekas sehingga sulit dihilangkan. Sebaiknya, tunggu sampai seluruh ruam dan lenting cacar air tersebut mengelupas dari kulit dengan sendirinya.

Mungkinkah terkena cacar air untuk kedua kalinya?

Rata-rata orang yang sudah pernah mengalami cacar air telah memiliki kekebalan seumur hidup terhadap infeksi virus varicella zoster.

Maka dari itu, ketika cacar air menular kembali atau mengalami “re-infeksi”, gejala atau gangguan kesehatan yang disebabkan cacar air tidak muncul. Tubuh orang yang terinfeksi sebelumnya telah memiliki antibodi yang cukup protektif melawan virus patogen yang hendak merusak sel-sel yang sehat di dalam tubuh.

Meskipun kasus reinfeksi cacar air sebenarnya sangat jarang terjadi, tidak menutup kemungkinan virus cacar air menular kedua kalinya  dan kembali menimbulkan gejala bahkan saat telah menerima vaksin cacar air.

Salah satu kasusnya dianalisis dalam studi di tahun 2015 berjudul Reinfection of Varicella zoster in a vaccinated adult. Kasus ini memperlihatkan terjadinya re-infeksi cacar air pada orang dewasa (19 tahun) yang terkena cacar di umur 5 tahun dan melakukan vaksinasi saat berumur 15 tahun.

Belum diketahui secara pasti apa yang menyebabkan re-infeksi berlangsung. Dugaan mengarah pada terjadinya mutasi genetik virus, tapi tetap memerlukan penelitian lanjutan yang lebih komprehensif untuk membuktikannya.

Dari kasus-kasus reinfeksi lainnya, terdapat beberapa kondisi yang memungkinkan seseorang bisa terserang cacar air kembali meskipun telah terinfeksi sebelumnya:

  • Terinfeksi cacar air saat masih sangat kecil, terutama saat berusia kurang dari 6 bulan.
  • Saat pertama kali terkena cacar, hanya memunculkan gejala yang bersifat ringan atau bahkan tidak terdeteksi karena infeksi yang berlangsung singkat di awal (subklinis).
  • Memiliki gangguan pada sistem kekebalan tubuh.

Kemungkinan lain gejala cacar air kembali muncul

Kemungkinan gejala kembali muncul sebenarnya memang bisa terjadi, tapi bukan karena virus cacar air menular untuk kedua kalinya sehingga terjadi reinfeksi.

Gejala khas cacar air seperti ruam kemerahan yang berubah menjadi lenting bisa muncul lagi akibat re-aktivasi virus varicella-zoster di dalam tubuh. Mengapa hal ini bisa terjadi?

Jadi, setelah Anda sembuh dari penyakit cacar air yang menular, virus cacar air sebenarnya tidak sepenuhnya hilang di dalam tubuh. Virus tersebut masih menetap di dalam tubuh tapi dalam keadaan “tidur” atau tidak aktif (dorman). Anda dikatakan terkena cacar dua kali ketika virus cacar air yang berstatus dorman kembali aktif menginfeksi di dalam tubuh.

Virus cacar air yang aktif kembali ini akan menimbulkan herpes zoster atau cacar api. Gejala herpes zoster memang hampir mirip dengan infeksi varicella zoster, tapi salah satu yang membedakannya adalah pola lokasi lentingnya.

Penyebab reaktivasi virus dalam kasus cacar api sebenarnya belum diketahui secara pasti, tapi diketahui terdapat kaitannya dengan kondisi sistem imun tubuh yang sangat melemah. Salah satunya bisa diakibatkan oleh penyakit infeksi yang menyerang sistem imun seperti HIV.

Pada cacar air, biasanya lenting terjadi hampir seluruh tubuh, sedangkan pada infeksi herpes zoster biasanya tidak timbul lenting pada seluruh tubuh, namun pola lenting mengikuti dermatom (pola persarafan) tubuh.

Mencegah bahaya cacar air menular kedua kalinya

Selain melalui identifikasi perbedaan gejala cacar air dan cacar api, untuk memastikan apakah yang Anda alami adalah re-infeksi atau re-aktivasi virus, Anda bisa segera memeriksakan diri ke dokter untuk mendapatkan diagnosis yang lebih pasti.

Meski banyak anggapan yang mengatakan bahwa anak-anak yang sudah pernah terkena cacar air tidak akan mengalaminya kembali setelah cacar kembali menular, penting untuk tetap mempertimbangkan melakukan vaksinasi.

Terutama ketika cacar air muncul di usia yang sangat dini dan tidak terlalu parah. Dengan begitu, peluang untuk terkena cacar air kedua kalinya pun lebih kecil. Vaksinasi untuk mencegah terjadinya caca air yang kedua kalinya juga sangat diperlukan bagi orang yang memiliki kondisi sistem imun yang lemah atau imunokompeten.

Baca Juga:

Share now :

Direview tanggal: Desember 9, 2018 | Terakhir Diedit: Maret 17, 2020

Sumber
Yang juga perlu Anda baca