Pilihan Olahraga yang Aman untuk Pasien TBC

Ditinjau secara medis oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 24/04/2020
Bagikan sekarang

TBC atau tuberculosis merupakan penyakit paru-paru yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis. Penyakit tuberkulosis dapat memberikan efek yang signifikan pada kualitas hidup pasien, berbagai aktivitas pun tidak lagi bisa dilakukan dengan leluasa akibat menurunnya fungsi paru-paru.

Namun bukan berarti pasien harus menghentikan kegiatan fisik secara sepenuhnya, berikut adalah berbagai olahraga yang aman dilakukan untuk para pasien tuberkulosis.

Olahraga yang aman untuk pasien tuberkulosis

Memang, kegiatan berolahraga pasti akan menjadi tantangan tersendiri bagi pasien yang menderita tuberkulosis. Terutama bagi pasien dengan keadaan tuberkulosis aktif, ruang untuk beraktivitas pun akan sangat dibatasi karena pasien juga bisa menularkan penyakitnya ke orang lain.

Meski demikian, hanya berdiam di kasur dan tidak melakukan latihan sama sekali tidak disarankan. Beristirahat di tempat tidur untuk waktu yang lama hanya ditujukan pada pasien dengan kondisi yang lebih parah, sedangkan para pasien yang kondisinya lebih ringan tetap dianjurkan untuk  melakukan latihan fisik dengan intensitas rendah.

Jika dilakukan secara tepat, olahraga dapat membantu pasien untuk meningkatkan kerja paru dalam menyerap oksigen sekaligus mengurangi nyeri di dada. Berikut adalah berbagai olahraga yang aman dilakukan oleh para pasien tuberkulosis.

Yoga

yoga cegah covid-19

Yoga dikenal dengan latihan teknik pernapasannya yang dapat membantu meningkatkan kapasitas paru-paru. Bahkan menurut kasus yang dilaporkan dalam jurnal pada International Journal Preventive Medicine, berlatih yoga bisa membantu pasien untuk menaikkan berat badan yang turun akibat penyakit tuberkulosis.

Salah satu pose yoga yang bisa dicoba adalah pose kriya kapala hati. Latihan pernapasan melalui pose ini akan membersihkan saluran hidung dan saluran pernapasan bagian atas dengan bantu mengeluarkan dahak berlebih yang ada pada area tersebut.

Untuk melakukannya, mulailah dengan posisi duduk, tegakkan tulang belakang, leher, dan kepala. Tarik nafas lalu hembuskan nafas dengan tajam, kuat, dan cepat menggunakan otot-otot tenggorokan dengan tetap menjaga otot wajah tetap rileks. Hindari mengembangkan lubang hidung dan pastikan napas dilakukan dengan konsisten. Lakukan sebanyak 10-15 kali dalam satu sesi.

Jalan kaki

olahraga untuk pasien tuberkulosis
Sumber: Stanford University

Olahraga mudah yang aman untuk pasien tuberkulosis selanjutnya adalah berjalan kaki. Jalan kaki sering menjadi terapi bagi para pasien yang sedang menjalani rehabilitasi paru-paru. Jalan kaki dapat memperkuat jaringan di sekitar paru-paru yang akan membuat organ berfungsi lebih baik dan mengurangi gejala sesak napas.

Biasanya pada pasien yang sedang direhabilitasi, kegiatan berjalan kaki dilakukan selama 6 menit dengan pengawasan fisioterapis. Namun, pasien yang mulai membaik juga bisa melakukannya selama 20 sampai 30 menit.

Angkat beban ringan

small dumbells

Ketika keadaan tubuh sudah berangsur pulih, olahraga seperti angkat beban ringan juga aman dilakukan oleh pasien dengan kondisi tuberkulosis.

Bagi pasien yang telah dirawat selama beberapa waktu, minimnya gerakan tubuh bisa menyebabkan penurunan masa otot. Untuk mengembalikannya ke sedia kala, melatih kekuatan menggunakan beban ringan bisa dilakukan.

Salah satunya adalah melakukan gerakan one-two punch menggunakan barbel ringan. Anda cukup merentangkan tangan kiri dan kanan ke depan secara bergantian sambil membawa barbel. Latihan bisa dilakukan 12-20 kali di setiap sisi.

Sebelum melakukan olahraga untuk pasien tuberkulosis

Selayaknya program latihan tubuh lainnya, Anda tentu harus melakukan pemanasan sebelum olahraga terlebih dahulu sebelum memulai olahraga. Bagi Anda yang masih memiliki kondisi ini, ingatlah bahwa tubuh Anda belum mampu melakukan olahraga seperti biasanya, maka Anda juga butuh pengawasan terapis fisik.

Intensitas latihannya sendiri tergantung pada toleransi tubuh Anda selama menjalankannya. Biasanya dokter di tempat rehabilitasi akan mengukur seberapa kuat tubuh Anda dengan memberikan berbagai latihan kecil. Jika Anda melakukan rawat jalan, Anda tetap harus konsultasikan kembali dengan dokter Anda.

Jika tuberkulosis yang diderita tidak lagi menular, Anda mungkin sudah bisa melakukan aktivitas di luar seperti biasa. Tanyakan pada dokter untuk memastikan kondisi yang dimiliki memungkinkan Anda untuk melakukan aktivitas seperti berolahraga di tempat gym.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Panduan Merawat Orang yang Menderita Tuberkulosis di Rumah

Perawatan pasien tuberkulosis di rumah membutuhkan pengetahuan khusus agar Anda sebagai perawat tidak tertular penyakit tersebut. Ini tips-tipsnya.

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh Nabila Azmi
Hidup Sehat, Tips Sehat Februari 9, 2020

Penyakit TBC Bisa Kambuh, Ini Ciri-Ciri, Penyebab dan Cara Mencegahnya

Penyakit tuberkulosis (TBC) tidak hanya sulit diobati, tapi juga berisiko muncul kembali. Lalu, bagaimana cara mencegah agar TBC tidak kambuh?

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh Diah Ayu

Jangan Sampai Pengobatan Gagal, Ini 4 Tips Taat Aturan Minum Obat TBC

Jika tak mematuhi aturan minum obat TBC dengan benar, penderita bisa mengalami efek samping yang lebih merugikan. Ikuti tips ini agar tidak lupa!

Ditulis oleh Fidhia Kemala

TBC Bisa Menular Melalui Aktivitas Seks, Tidak, Ya?

Penyakit TBC bisa ditularkan melalui udara. Namun, apakah TBC juga bisa menular melalui aktivitas seks? Temukan jawabannya dalam artikel berikut.

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh Annisa Hapsari

Direkomendasikan untuk Anda

pantangan makanan bagi TBC

Kenali Pola Makan Sehat dan Pantangan Makanan Penderita TBC

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh Ihda Fadila
Tanggal tayang April 4, 2020
perkembangan infeksi TB laten tuberkolosis

Mewaspadai TB Laten, Perlukah Melakukan Pengobatan?

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh Ihda Fadila
Tanggal tayang Maret 31, 2020
mencegah tbc

Tips Sederhana Terhindar dari Penyebaran dan Penularan TBC

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh Roby Rizki
Tanggal tayang Maret 24, 2020
TB XDR

Mengenal Penyakit TB XDR dan Pengobatannya

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh Winona Katyusha
Tanggal tayang Maret 21, 2020