Obat Batuk Apa Saja yang Boleh Dikonsumsi Ibu Menyusui?

Ditinjau secara medis oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 06/04/2020
Bagikan sekarang

Ibu menyusui tidak boleh sembarangan dalam mengonsumsi obat. Kandungan obat tertentu dapat menghambat produksi ASI, bahkan bukan tak mungkin efek samping dari obat juga dapat memengaruhi kesehatan bayinya, karena pada beberapa obat dikeluarkan melalui ASI. Lantas bagaimana solusinya jika Anda terserang batuk saat sedang menyusui? Obat batuk untuk ibu menyusui jenis apa  yang efektif?

Sebaliknya, kandungan seperti apa yang sebaiknya dihindari pada obat batuk untuk ibu menyusui? Temukan jawabannya pada ulasan berikut ini.

Bolehkah ibu menyusui mengonsumsi obat batuk?

Mengonsumsi obat saat sedang menyusui memang diperbolehkan, namun Anda harus hati-hati dalam memilih. Yang paling ditakutkan oleh ibu menyusui saat mengonsumsi obat tertentu adalah kandungan obat dapat terserap ke dalam ASI sehingga efek samping obat bisa ikut memengaruhi si kecil.

Akan tetapi sebenarnya, menurut laporan The Royal Women’s Hospital Australia sedikit sekali kandungan obat batuk yang bisa terserap ke dalam ASI sehingga tak memberikan pengaruh apapun untuk bayi.

Dengan catatan, obat batuk  menyusui perlu dikonsumsi menyesuaikan dengan dosis yang dianjurkan oleh dokter dan menghindari obat-obat yang berfungsi mengatasi beberapa gejala sekaligus dan memiliki kandungan zat aktif lebih dari satu.

Dokter biasanya akan memberi dosis yang rendah untuk setiap obat batuk untuk ibu menyusui  dengan periode konsumsi yang juga sebentar untuk menghindari terjadinya efek samping.

Risiko terserapnya kandungan obat batuk  ke dalam ASI akan lebih rendah jika produksi ASI yang dihasilkan juga sedikit. Begitupun pada bayi sehat berumur 6 bulan atau lebih yang tubuhnya telah memiliki kemampuan untuk menyaring obat-obatan.

Lain halnya dengan kondisi bayi yang dilahirkan prematur ataupun mengalami kerusakan ginjal, mereka lebih rentan terkena risiko dari kandungan aktif obat batuk .

Obat batuk yang aman untuk ibu menyusui

Ibu menyusui masih dapat menyembuhkan penyakit batuk yang menyerangnya secara mandiri dengan menggunakan obat batuk tanpa resep atau over-the-counter (OTC). Namun penggunaan obat batuk untuk ibu menyusui ini tetap harus dikonfirmasi keamanannya kepada dokter terlebih dahulu.

1. Dekongestan

Sebagian besar jenis obat batuk dekongestan aman digunakan bagi ibu menyusui. Namun terdapat pengecualian untuk jenis pseudoephedrine, phenylpropanolamine, dan phenylephrine karena berpotensi mereduksi kadar prolaktik sehingga menghambat proses laktasi pada ibu menyusui. Akibatnya, produksi ASI ibu menyusui menjadi menurun dari biasanya. Ketiga obat batuk ini biasanya terdapat dalam bentuk sirup atau tablet.

Penggunaan dekongestan sebagai obat batuk untuk ibu menyusui yang lebih aman adalah dalam bentuk spray nasal yang disemprotkan pada hidung untuk melegakan saluran pernapasan di bagian atas. Dekongestan yang digunakan sebagai obat uap seperti menthol dan eucalyptus juga aman mengatasi penyumbatan saluran napas pada ibu menyusui.

2. Antihistamin

Obat batuk ini biasanya digunakan untuk menghilangkan batuk yang disebabkan oleh alergi. Antihistamin seperti loratadine aman dikonsumsi sebagai obat batuk untuk ibu menyusui, namun jenis lainnya seperti  diphenhydramine dan chlorpheniramine berpotensi memberi efek samping antihistamin seperti sedasi sehingga membuat bayi terus-terusan mengantuk.

3. Supresan Batuk

Jenis supresan batuk yang aman digunakan sebagai obat batuk untuk ibu menyusui adalah pholcodine atau dextromethrophan.

Obat batuk  ini ampuh meredakan batuk kering yang disebabkan oleh kondisi post-nasal drip, yaitu saat sistem pernapasan di bagian atas, yaitu hidung, memproduksi lendir berlebih sehingga masuk ke tenggorokan bagian belakang dan menimbulkan batuk.

4. Obat Pereda Nyeri

Selain obat batuk untuk ibu menyusui, jenis obat pereda nyeri yang mengandung parasetamol dan ibuprofen dapat dikonsumsi oleh ibu menyusui. Dosis maksimal dari paracetamol untuk ibu menyusui adalah 500 mg selama 24 jam.

Apabila di saat yang bersamaan bayi juga diberikan paracetamol untuk penyembuhan pilek atau demam, maka penambahan dosis dari paracetamol yang dikonsumsi oleh sang ibu tidak berpengaruh secara signifikan sehingga keduanya bisa mengonsumsi obat ini dalam dosis normal.

5. Lozenges dan pastilles

Kedua jenis obat batuk ini kandungannya tidak mudah larut ke dalam ASI. Obat batuk  jenis lozenges yang mengandung zat antibakteri atau benzydamine yang dapat meredakan rasa nyeri pada tenggorokan yang kering akibat batuk.

Namun, usahakan ibumenyusui untuk tidak mengonsumsi obat batuk terdapat kandungan povidone-iodine karena dapat meningkatkan kadar yodium dalam ASI.

Perhatikan hal ini sebelum mengonsumsi obat batuk

Meskipun memiliki risiko kesehatan yang tidak terlalu signifikan, ada baiknya bagi Anda untuk selalu berkonsultasi terlebih dahulu kepada dokter kandungan sebelum mengonsumsi obat batuk.

Konsultasi diperlukan untuk mengetahui seberapa besar dosis obat batuk untuk ibu menyusui yang tepat dan lamanya periode pengobatan yang harus dilakukan.

Selalu perhatikan efek samping yang bisa ditimbulkan dari konsumsi obat batuk , terutama yang berhubungan dengan risiko kesehatan bayi, seperti memicu rasa kantuk, gatal-gatal, sampai diare. Namun yang jelas pengaruh obat batuk untuk ibu menyusui pada bayi bergantung pada volume ASI yang dikonsumsi, waktu diberikannya ASI, dosis obat yang diberikan, dan durasi lamanya pengobatan.

Selalu pilih obat-obatan yang paling sesuai mengatasi gejala yang dikeluhkan, maksimal memiliki satu kandungan aktif. Hindari penggunaan obat-obatan kombinasi yang kerap digunakan untuk mengatasi beberapa gejala dalam satu waktu. Semakin banyak kandungan aktif, semakin bertambah risiko efek sampingnya.

Tak menutup kemungkinan, dokter mau tidak mau harus menambah dosis obat batuk apabila batuk yang Anda alami bertambah parah. Jika demikian, Anda akan diminta sementara untuk berhenti menyusui. Begitupun ketika, waktu pengobatan yang harus dijalani berlangsung dalam jangka panjang.

Jenis obat batuk yang sebaiknya dihindari

Obat pil untuk ibu menyusui

Tidak semua jenis obat batuk dapat memberikan efek positif bagi kesehatan ibu menyusui dan bayinya. Terdapat kandungan obat yang malah berpotensi mengakibatkan sejumlah dampak kesehatan yang merugikan sehingga tidak direkomendasikan sebagai obat untuk ibu menyusui, di antaranya:

1. Aspirin

Jika diberikan dalam dosis kecil, misalnya sebanyak 150 mg per hari, sebenarnya aspirin masih aman digunakan sebagai obat untuk ibu menyusui. Namun dalam hal mengatasi nyeri pada tubuh dan demam yang menjadi gejala dari penyakit batuk, para dokter menyarankan jenis obat batuk yang lebih kecil risikonya, yaitu paracetamol dan Non-steroidal anti-inflammatory drugs (NSAIDs) seperti ibuprofen.

Oleh karena itu, hindari penggunaan aspirin sebagai obat untuk ibu menyusui dalam dosis tinggi karena efek samping aspirin dapat menyebabkan gangguan serius pada bayi, seperti sindrom Reye.

2. Pseudoephedrine, phenylephrine, dan phenylpropanolamine

Ketiga obat batuk ini termasuk ke dalam jenis obat dekongestan, yang dapat digunakan tak hanya untuk mereduksi gejala batuk, namun juga flu dan pilek. Meskipun ketiganya mudah diperoleh, namun jika pseudoephedrine, phenylephrine, dan phenylpropanolamine digunakan sebagai obat untuk ibu menyusui bisa berpotensi mengurangi produksi ASI.

Kandungan obat tersebut awalnya menyempitkan arteriol atau pembuluh darah yang ada di payudara. Akibatnya, ASI akan lebih sedikit keluar dari puting. Efek menggunakan obat batuk ini akan memengaruhi asupan makanan bayi, apalagi pada bayi yang masih berusia di bawah 6 bulan.

3. Kodein

Obat batuk yang mengandung kodein juga sebaiknya dihindari penggunaaanya oleh ibu menyusui, terkecuali saat konsumsinya dilakukan di bawah pengawasan dokter. Kandungan aktif kodein dapat menyebabkan konstipasi dan kolik pada bayi.

Sekalipun diberikan dokter untuk mengatasi batuk kering yang disebabkan oleh iritasi, dosis kodein dibatasi dalam penggunaan jangka pendek.

Obat batuk untuk ibu menyusui ala rumahan

Ibu menyusui bayi

Efek samping dari obat batuk untuk ibu menyusui yang merupakan obat kimia dapat dihindari dengan beralih pada pengobatan batuk secara alternatif, yaitu dengan melakukan beberapa penanganan sederhana dan mengonsumsi ramuan obat batuk alami.

Berikut adalah beberapa cara yang bisa Anda lakukan untuk membantu mengobati batuk tanpa mengonsumsi obat batuk  di antaranya:

  • Mengurangi aktivitas fisik berat dan memperbanyak istirahat.
  • Banyak mengonsumsi air putih agar asupan cairan tubuh tetap tercukupi.
  • Menghirup uap air hangat atau berendam air hangat untuk membantu melegakan saluran pernapasan yang tersumbat akibat dahak.
  • Minum ramuan madu yang telah dicampur oleh lemon dan teh setiap malam untuk mempercepat penyembuhan infeksi di tenggorokan di saat tidur.
  • Berkumur menggunakan campuran garam dan air hangat.
  • Menyemprotkan campuran garam dan air hangat untuk melegakan hidung yang tersumbat.
  • Menggunakanhumidifier untuk melembabkan udara di sekitar ruangan dan menghilangkan polusi dan iritan yang dapat menyebabkan infeksi pada saluran pernapasan.

You are already subscribed to notifications.

Baca Juga:

Sumber

Sim, T. F., Sherriff, J., Hattingh, H. L., Parsons, R., & Tee, L. B. (2013). The use of herbal medicines during breastfeeding: a population-based survey in Western AustraliaBMC complementary and alternative medicine13, 317. https://doi.org/10.1186/1472-6882-13-317

Mitchell, J. (1999). Use of Cough and Cold Preparations During Breastfeeding. Journal Of Human Lactation, 15(4), 347-349. doi: 10.1177/089033449901500417

McGuire T. M. (2018). Drugs affecting milk supply during lactation. Australian prescriber, 41(1), 7–9. https://doi.org/10.18773/austprescr.2018.002

Breast-feeding and medications: What's safe?. (2020). Retrieved 1 April 2020, from https://www.mayoclinic.org/healthy-lifestyle/infant-and-toddler-health/in-depth/breastfeeding-and-medications/art-20043975

Cough and cold remedies and Breastfeeding - The Breastfeeding Network. (2020). Retrieved 1 April 2020, from https://www.breastfeedingnetwork.org.uk/cold-remedies/

Medicines In Breastfeeding - The Royal Women Hospital. (2018). Retrieved 1 April 2020, from https://thewomens.r.worldssl.net/images/uploads/fact-sheets/Medicines-in-breastfeeding-151018.pdf

Cold Medicine While Breast-Feeding: Is It Safe?. (2020). Retrieved 1 April 2020, from https://www.healthline.com/health/parenting/cold-medicine-while-breast-feeding

Rodriguez, D., & Cynthia Haines, M. (2013). Cold Medicine and Breastfeeding: Is it Safe? - Cold and Flu Center - EverydayHealth.com . Retrieved 1 April 2020, from https://www.everydayhealth.com/cold-flu/cold-medicine-and-breastfeeding.aspx