Diet yang Tepat untuk Mengobati Tuberkulosis (TBC)

Oleh

TBC merupakan 1 dari 10 penyakit penyebab kematian paling banyak di dunia, menurut WHO. Penyakit ini termasuk dalam penyakit infeksi yang disebabkan oleh bakteri, tetapi penyakit ini bisa diobati dan dicegah. Salah satu cara untuk mencegah atau mengobati TBC adalah dengan mencukupi kebutuhan nutrisi Anda. Hal ini bertujuan agar sistem kekebalan tubuh Anda kuat dalam melawan infeksi sebagai penyebab TBC. Kekurangan gizi dapat membuat penyakit tuberkulosis (TBC) semakin parah dan semakin lama untuk bisa sembuh.

Seperti apa diet untuk penderita TBC?

Penderita TBC harus makan yang banyak. Walaupun pada umumnya penderita TBC mengalami penurunan nafsu makan, mual, dan muntah karena pengaruh obat-obatan yang dikonsumsinya, tapi konsumsi makanan yang cukup juga menjadi salah satu syarat kesembuhan pasien TBC. Pemenuhan nutrisi untuk pasien TBC bertujuan untuk menjaga berat badan dan juga untuk memperkuat sistem kekebalan tubuh penderita.

BACA JUGA: Mengapa Penderita TBC Harus Makan Banyak?

Lalu, bagaimana saya harus makan saat menderita TBC? Mudah saja. Mungkin terlalu rumit bagi Anda jika harus menghitung nilai gizi dari makanan yang Anda makan satu per satu. Tapi, tenang karena Anda tidak perlu melakukan hal ini. Yang terpenting adalah Anda memenuhi 5 kelompok makanan dalam piring Anda, terdiri dari:

  1. Sumber karbohidrat

    Pasien TBC sangat membutuhkan banyak energi yang diperoleh dari makanan sumber karbohidrat. Energi yang didapat dari makanan tersebut digunakan sebagai bahan bakar sel-sel dalam tubuh untuk melakukan tugasnya. Tentunya, sel-sel dalam tubuh kita membutuhkan banyak energi untuk melawan infeksi. Karbohidrat juga digunakan tubuh untuk menjaga berat badan atau status gizi. Berat badan yang kurang pada pasien TBC dapat membuat TBC lebih buruk. Kebutuhan karbohidrat pada pasien TBC lebih dari kebutuhan karbohidrat pada orang normal. Sumber karbohidrat bisa didapatkan dari nasi, bubur, nasi tim, kentang, roti, dan lainnya.

  2. Sumber protein hewani

    Kebutuhan protein juga dibutuhkan pasien TBC lebih banyak daripada orang normal. Protein digunakan tubuh untuk mencegah dan mengurangi kerusakan jaringan dan juga untuk menjaga berat badan pasien agar masih dalam rentang normal. Sel-sel yang berperan dalam melawan infeksi tentu membutuhkan sumber protein untuk memperkuat serangannya. Anda harus mendapatkan sumber protein dari dua sumber, yaitu sumber hewani dan sumber nabati. Sumber hewani, contohnya ayam, daging tanpa lemak, ikan, seafood, susu, keju, telur, dan sebagainya.

  3. Sumber protein nabati

    Sama seperti sumber protein hewani, sumber protein nabati juga diperlukan tubuh untuk memperkuat sistem kekebalan tubuh. Sehingga, tubuh lebih mampu melawan infeksi dari penyakit TBC. Sumber protein nabati, misalnya tahu, tempe, kacang merah, kacang hijau, kacang kedelai, dan masih banyak lagi.

  4. Sayuran

    Dalam sayuran, Anda bisa mendapatkan berbagai vitamin dan mineral yang dibutuhkan oleh tubuh, terlebih lagi jika Anda menderita TBC. Ya, vitamin dan mineral, terutama yang kaya akan antioksidan (seperti vitamin A dan vitamin C), mampu membantu tubuh Anda dalam memperkuat sistem kekebalan tubuh. Hal ini penting untuk mempercepat penyembuhan pasien TBC. Jangan lupa untuk memenuhi piring Anda dengan sayuran, seperti bayam, buncis, daun singkong, kacang panjang, labusiam, dan masih banyak lagi jenis sayuran lainnya yang dapat Anda konsumsi.

  5. Buah-buahan

    Tidak lupa adalah buah-buahan. Buah juga mengandung banyak vitamin dan mineral penting yang dibutuhkan untuk membantu tubuh melawan infeksi. Anda bisa memakan langsung buah-buahan ini sebagai pencuci mulut setelah makan atau bisa dibuat jus sebagai minuman Anda. Anda bisa memakan jenis buah-buahan yang Anda suka, tidak ada pantangan.

Pastikan dalam satu kali makan, Anda memenuhi kelima kelompok makanan tersebut dalam piring Anda. Idealnya, Anda makan makanan utama sebanyak 3 kali dalam sehari dan 2 kali makanan selingan di antara makanan utama. Makanan selingan bisa berupa roti, susu, buah, salad sayur, dan makanan sehat lainnya cukup dalam porsi kecil.

BACA JUGA: Mengapa Pengobatan Tuberkulosis Memakan Waktu Berbulan-bulan?

Bagaimana dengan sumber lemak?

Pada diet TBC yang lebih ditekankan di sini adalah asupan tinggi energi dan protein. Namun, Anda juga perlu mengonsumsi makanan sumber lemak, tapi dalam batas normal. Sebaiknya juga Anda lebih pintar dalam memilih asupan lemak, pilihlah asupan makanan yang mengandung lemak tidak jenuh daripada lemak jenuh atau lemak trans. Sebisa mungkin, sebaiknya batasi konsumsi makanan yang mengandung lemak trans (dari gorengan atau fast food).

Anda bisa mendapatkan lemak tidak jenuh dari konsumsi minyak ikan, kacang-kacangan, dan minyak zaitun. Saat memilih daging atau susu, sebaiknya pilih daging yang tidak berlemak dan susu yang rendah lemak. Juga, kurangi konsumsi makanan yang digoreng dan mengandung santan, terlebih lagi jika Anda merasa mual.

Apa yang harus saya hindari saat menderita TBC?

Intinya adalah Anda menerapkan pola hidup sehat dengan mengonsumsi berbagai macam makanan sehat, melakukan olahraga teratur, mendapatkan waktu tidur yang cukup, dan meninggalkan kebiasaan-kebiasaan buruk Anda. Yang tidak kalah penting adalah selalu rutin mengonsumsi obat yang diresepkan oleh dokter. Semua hal ini bisa membantu Anda lebih cepat sembuh dari TBC.

Beberapa kebiasaan yang harus Anda kurangi atau hindari saat menderita TBC adalah:

  • Batasi konsumsi minuman berkafein, seperti kopi, dan minuman bersoda
  • Batasi konsumsi makanan dengan lemak tinggi, seperti daging berlemak dan jeroan
  • Hentikan kebiasaan merokok Anda dan jauhi asap rokok. Rokok dapat memperburuk kondisi paru-paru Anda.
  • Hentikan juga kebiasaan minum alkohol. Alkohol dapat meningkatkan risiko kerusakan hati, selain dari beberapa obat yang Anda konsumsi untuk mengobati TBC.

BACA JUGA: Mengenal Gejala Tuberkulosis (TB) Pada Anak

Sumber
Yang juga perlu Anda baca