Batuk Bikin Bekas Luka Operasi Semakin Sakit, Bagaimana Mengatasinya?

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum

Batuk adalah hal yang alamiah dan sangat wajar terjadi. Jika Anda dalam keadaan sehat, mungkin batuk sesekali tidak akan mengganggu aktivitas. Namun, apa jadinya jika Anda batuk setelah operasi? Luka bekas operasi yang ada di perut, dada, atau sekitarnya mungkin terasa nyeri dan sakit ketika batuk. Begini cara supaya batuk tidak menimbulkan rasa sakit pada luka bekas operasi.

Meski sakit, batuk setelah operasi juga penting

Banyak pasien yang sehabis melakukan operasi di bagian perut atau dada menghindari batuk karena sakit. Namun Anda harus tahu, bahwa batuk adalah sebuah cara tubuh bereaksi secara alami untuk mencegah masalah pada paru-paru.

Pneumonia adalah salah satu masalah pada paru-paru yang bisa mengancam jiwa sehabis operasi. Pasalnya, dengan menahan batuk berarti Anda juga menahan tubuh untuk membuat paru-paru jadi lebih bersih dari berbagai benda dan zat asing yang telah masuk ke saluran pernapasan. Batuk juga berfungsi membantu menjaga paru-paru tetap terbuka dan berkembang dengan baik.

Pasien yang menghindari batuk, atau terlalu lemah untuk batuk, mungkin perlu melakukan cara tertentu supaya paru-parunya tetap bersih. Biasanya, di rumah sakit tersedia alat pengisap yang dapat digunakan pasien untuk menjaga paru-paru mereka bersih.

Namun sebenarnya, batuk tetap jauh lebih efektif dan baik untuk membersihkan paru-paru dibanding harus melakukan pengisapan dengan alat.

Supaya luka operasi tidak sakit, begini cara batuk yang benar

Untuk mencegah rasa nyeri dan tidak nyaman pada sayatan bekas operasi, Anda bisa menahan bagian tubuh yang luka itu ketika merasa ingin batuk. Tahan luka operasi tersebut dengan lembut menggunakan bantal.

Ingat, lakukan ini dengan lembut dan perlahan. Jangan sampai Anda menekannya terlalu keras. Jika tidak ada bantal, Anda dapat menggunakan tangan Anda untuk menahan luka bekas operasi.

Namun memang lebih baik menggunakan bantal, karena lebih empuk dan nyaman. Bila bekas operasi ada di bagian kelamin atau bokong, menyilangkan kaki juga bisa menjadi salah satu cara menahan batuk setelah operasi yang aman dan bisa mengurangi rasa sakit.  

Mengapa penting untuk menahan sayatan bekas operasi dengan bantal atau tangan?

Menahan atau menopang sayatan bekas operasi saat batuk sangat penting, karena dapat mengurangi tekanan pada luka sayatan. Hal ini secara langsung juga dapat mengurangi rasa sakit yang Anda rasakan di bekas luka operasi.

Selain itu, menahan dengan bantal atau tangan dapat mencegah bekas luka operasi terbuka atau robek. Jika sampai luka operasi yang sudah dijahit robek dan terbuka kembali, maka risiko terkena infeksi sangat besar.

Latihan pernapasan setelah operasi

Batuk sehabis melewati operasi harus dilakukan dengan teknik pernapasan tertentu. Teknik yang digunakan ini berguna untuk membantu menjaga paru-paru tetap bersih selama waktu setelah operasi dan mencegah rasa sakit muncul.

  • Tarik napas dalam-dalam dan tahan selama beberapa detik, lalu keluarkan perlahan-lahan.
  • Tahan sayatan dan coba batuk dalam-dalam.
  • Ulangi setiap 1-2 jam

Latihan batuk dan pernapasan dalam ini baiknya diulang beberapa kali per hari. Teknik ini juga bisa menjadi alat yang sangat efektif untuk mencegah pneumonia dan atelectasis, yaitu kondisi paru-paru yang tidak bisa membesar seperti seharusnya.

Baca Juga:

Sumber