Sederet Penyebab Flu yang Tak Boleh Anda Sepelekan

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum

Setiap orang pasti pernah terkena flu paling tidak sekali dalam hidupnya. Infeksi ini dapat menyerang siapa saja di segala usia, baik anak-anak maupun orang dewasa. Mengetahui berbagai penyebab flu merupakan salah satu langkah efektif supaya Anda bisa terhindar dari penyakit ini.

Penyebab flu yang harus diwaspadai

Flu alias influenza adalah infeksi pernapasan menular yang disebabkan oleh virus. Virus penyebab flu adalah influenza tipe A, B, dan C. Virus influenza tipe A dan B biasanya menyebabkan flu yang bersifat musiman, sementara influenza tipe C biasanya menyebabkan gangguan pernapasan ringan.

Anda bisa terinfeksi virus influenza jika menghirup percikan air liur yang keluar dari mulut orang sakit flu saat mereka bersin dan batuk tidak menutup mulut. Virus penyebab flu juga dapat menular lewat berbicara dengan orang yang sakit flu apabila jarak tubuh sangat berdekatan. Influenza juga bisa menular ketika Anda menyentuh mata, hidung, atau mulut setelah memegang benda-benda yang sebelumnya sudah terkontaminasi virus.

Infeksi ini memengaruhi hidung, tenggorokan, dan paru-paru. Jika tidak ditangani dengan tepat, flu bisa berubah menjadi infeksi serius yang membahayakan pengidapnya. Dalam kasus parah, flu bisa menyebabkan kematian tapi kasus seperti ini sudah cukup jarang.

Biasanya, gejala flu akan muncul kurang lebih 24-48 jam setelah Anda terpapar virus ini. Badan pegal, nyeri otot di sekujur tubuh, demam, hidung tersumbat, dan bersin-bersin merupakan sejumlah gejala flu yang paling khas.

Faktor risiko penyebab flu

Anda bisa saja terkena flu tanpa penyebab yang jelas. Mungkin Anda tidak merasa ada orang yang sakit di sekitar, tapi tiba-tiba jadi sakit flu.

Namun meski Anda sendiri tidak tahu dari mana asal-usulnya, ada banyak faktor risiko penyebab flu yang mungkin tidak pernah disadari. Entah dari lingkungan hingga kebiasaan yang sering Anda lakukan sehari-hari.

Berikut berbagai faktor risiko penyebab flu yang perlu Anda ketahui.

1. Perubahan cuaca

mencegah sakit setelah hujan

Kebanyakan orang mungkin lebih mudah terserang flu ketika musim hujan ketimbang musim panas. Hal ini disebabkan karena virus penyebab flu mudah berkembang dalam suhu dingin dan udara yang kering.

Ilmuwan menduga virus flu lebih mudah menyebar saat cuaca dingin karena orang-orang lebih suka berkumpul di dalam ruangan dengan jendela tertutup. Ini mengakibatkan Anda lebih berisiko menghirup udara yang sama dengan orang lain yang sedang sakit flu karena terkungkung di dalam satu ruangan.

3. Kurang tidur

penyebab tidur ngiler

Tidur adalah kebutuhan mendasar setiap manusia agar tubuh selalu bugar. Sayang, banyak yang tidak tahu kebiasaan begadang atau tidur larut malam bisa menjadi penyebab kita gampang kena flu. Sebab kebiasaan buruk ini lama-lama akan berdampak pada kesehatan secara menyeluruh. Terutama pada cara kerja sistem kekebalan tubuh.

Normalnya saat tidur, tubuh akan terus memproduksi hormon sitokin untuk melawan peradangan dan penyakit dalam tubuh. Namun jika Anda kurang tidur, tubuh tidak akan melepaskan sitokin sebanyak mestinya. Akibatnya, kemampuan sistem imun untuk melawan infeksi dan virus akan melemah sehingga. Anda lebih rentan sakit. Apalagi jika pada saat itu cuaca sedang buruk dan Anda juga stres.

Orang dewasa pada uumnya dikatakan cukup tidur jika berhasil tidur setidaknya 7-8 jam setiap malamnya. Jadi, pastikan Anda cukup tidur setiap malam supaya tidak gampang sakit, ya!

4. Kurang minum

sudah cukup minum air putih belom

Sebagian besar tubuh Anda tersusun dari air. Sayangnya, banyak orang tidak menyadari bahwa kurang minum bisa jadi salah satu faktor risiko penyebab flu.

Ketika kekurangan cairan atau mengalami dehidrasi, fungsi dan kerja organ tubuh Anda tentu akan terganggu. Akibatnya, Anda mungkin akan lebih rentan untuk mengalami sejumlah masalah kesehatan.

Di samping itu, asupan cairan yang cukup juga membantu menjaga mulut, hidung, dan tenggorokan Anda tetap lembap. Jika mulut, hidung, dan tenggorokan kering, maka Anda lebih mudah untuk terserang penyakit yang berhubungan dengan sistem pernapasan, seperti flu.

Agar Anda terhindar dari penyakit flu, pastikan Anda minum air putih setidaknya 8 gelas per hari. Namun sejatinya, kebutuhan air setiap orang berbeda-beda. Anda sendirilah yang tahu seberapa banyak air yang dibutuhkan. Intinya, minumlah setiap kali Anda merasa haus sehingga kebutuhan cairan tubuh tetap terpenuhi.

5.  Kekurangan vitamin D

sinar matahari pagi menurunkan berat badan

Kekurangan vitamin D ternyata juga bisa jadi faktor risiko penyebab flu. Selama ini kebanyakan orang mengira bahwa vitamin D bermanfaat untuk kesehatan tulang dan otot. Faktanya, vitamin D juga berperan untuk mencegah infeksi pernapasan akut.

Hal ini berdasarkan dari riset tinjauan yang dilakukan oleh para peneliti dari Queen Mary University of London. Dalam penelitian tersebut diketahui bahwa asupan vitamin D yang cukup dapat membantu mencegah infeksi virus penyebab flu, bronkitis, dan pneumonia.

Di samping itu, penelitian lain juga melaporkan bahwa kekurangan vitamin D terkait dengan melemahnya sistem kekebalan tubuh. Seperti yang kita tahu, ketika daya tahan tubuh maka kita lebih rentan untuk terkena berbagai penyakit, termasuk flu.

Untungnya, vitamin D termasuk salah satu vitamin yang sangat mudah didapatkan. Dengan berjemur di bawah sinar matahari pagi selama 10-15 menit, Anda sudah mendapatkan sebagian asupan vitamin D.

Selain dari matahari, Anda juga bisa mendapatkan asupan vitamin D dari makanan yang dikonsumsi sehari-hari. Beberapa di antaranya seperti ikan, kuning telur, susu, hati sapi, dan jamur.

6. Tangan tidak bersih

cuci tangan

Sehari-hari, tangan Anda akan bersentuhan dengan benda-benda yang mungkin saja sudah “dijajah” oleh banyak kuman penyakit. Seperti pegangan pintu, telepon, keyboard komputer, dan lain sebagainya.

Jika tangan Anda kotor, akan sangat mungkin berbagai kuman di tangan masuk dan menginfeksi tubuh. Apalagi Anda juga mungkin sering menyentuh bagian tubuh yang lain, seperti pipi, mulut, hidung, atau mata tanpa sadar.

Oleh karena itu, wajib hukumnya untuk menjaga kebersihan tangan Anda sendiri. Tangan yang kotor dan tidak bersih membuat kuman cepat menyebar dan memicu berbagai penyakit. Namun, pastikan Anda cuci tangan dengan cara yang benar, ya.

Mengutip dalam laman CDC, cuci tangan harus setidaknya selama 20 detik dan dilakukan ketika:

  • Sebelum dan setelah menjenguk atau berinteraksi dengan orang yang sakit
  • Sebelum, selama, dan setelah menyiapkan makanan
  • Sebelum makan
  • Sebelum dan setelah mengobati luka terbuka
  • Setelah menyentuh tong sampah
  • Setelah bersin, batuk, atau mengeluarkan ingus
  • Setelah selesai menggunakan kamar mandi
  • Seletah mengganti popok bayi

Ingat, Anda dapat menjaga kesehatan sehingga terhindar dari paparan virus penyebab flu dengan menjalani hidup yang lebih sehat. Baik itu lewat asupan makanan yang tepat dan cara menjaga kebersihan pribadi yang menyeluruh.

Baca Juga:

Sumber
Yang juga perlu Anda baca