Hindari Risiko Efek Samping Obat, Pilihlah Obat Batuk Alami untuk Ibu Hamil

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Carla Pramudita Susanto

Batuk ringan pada orang dewasa umumnya dapat pulih hanya dalam beberapa hari dengan alokasi waktu istirahat yang cukup. Namun batuk pada ibu hamil kerap kali berlangsung lebih lama karena perubahan sistem imun yang lebih rentan terhadap kuman penyakit. Batuk berkepanjangan dapat mengganggu apabila tidak segera diobati, tapi Anda tidak bisa memilih sembarang obat.

Pasalnya, obat batuk yang dijual di apotek memiliki efek samping yang berisiko mengancam kesehatan ibu dan kandungannya. Untuk mengurangi dampak negatif dari penggunaan obat kimia, Anda bisa menggunakan obat batuk alami untuk ibu hamil.

Kenapa memilih obat batuk alami untuk ibu hamil?

Ibu hamil yang jatuh sakit perlu hati-hati dalam memilih obat. Segala sesuatu yang dikonsumsi oleh ibu hamil dapat berefek secara langsung terhadap kandungan. Memang terdapat beberapa jenis obat batuk yang dinyatakan aman penggunaannya oleh berbagai institusi kesehatan, namun masih terdapat pengecualian yang berkaitan dengan usia kandungan.

Para dokter dari University of Michigan Health System menjelaskan tidak semua obat over-the-counter  aman bagi kandungan yang masih berusia kurang dari 12 minggu. Hal ini disebabkan pada periode tersebut tengah berlangsung proses pembentukan organ-organ vital pada bayi. Efek samping dari obat-obat OTC dapat memengaruhi perkembangan janin.

Untungnya, masih terdapat pengobatan alternatif yaitu dengan mengonsumsi obat batuk alami untuk ibu hamil. Selain aman karena terbuat dari bahan-bahan natural, obat batuk ini juga mudah diperoleh sekaligus mudah diolah. Dengan obat batuk alami, Anda juga tidak perlu khawatir dengan pengeluaran berlebih karena lebih ramah di kantong.

Pilihan obat batuk alami untuk ibu hamil

1. Madu

Madu efektif digunakan sebagai obat batuk alami untuk ibu hamil. Penelitian yang dilakukan Pennsylvania State University pada tahun 2007 hanyalah satu dari sekian banyak penelitian yang memperlihatkan khasiat madu sebagai bahan alami yang memiliki efek serupa dengan obat batuk yang mengandung dextromethorphan dan diphenhydramine (antihistamin).

Madu bisa dikonsumsi secara langsung dengan takaran 2 sendok teh setiap harinya. Selain itu, Anda juga bisa mencampurkan madu ke dalam teh herbal yang dicampur dengan perasan lemon. Minumlah ramuan ini satu sampai dua kali sehari selama gejala batuk berlangsung.

2. Air garam

Anda dapat memanfaatkan bahan dapur seperti garam sebagai obat batuk alami untuk ibu hamil. Caranya? Anda bisa melarutkan setengah sendok teh garam ke dalam secangkir air hangat. Lalu, berkumurlah menggunakan larutan tersebut sebanyak 3 sampai 4 kali atau sampai kondisi Anda mulai  membaik. Usahakan jangan sampai tertelan.

Larutan garam akan bekerja dengan cara menarik air sehingga dahak menjadi lebih encer dan dapat membawa bakteri atau kuman yang dapat menyebabkan batuk sehingga kuman penyebab keluhan dapat berkurang.

Rutin berkumur menggunakan air garam juga dapat membantu menjaga kesehatan tenggorokan, pembekakan di area mulut, dan menjaga napas tetap segar.

3. Jahe

Jenis rempah yang satu ini dikenal memiliki banyak manfaat kesehatan, salah satunya juga bisa digunakan sebagai obat batuk untuk ibu hamil. Kandungan bahan alami pada jahe memiliki sifat antibakteri dan antivirus yang kuat sehingga bisa melawan infeksi yang berlangsung di dalam saluran pernapasan, sekaligus mencegah perkembangan virus dan bakteri baru.

Manfaat dari obat batuk alami ini dapat diperoleh secara maksimal dengan mengonsumsinya secara langsung. Jika tak suka dengan rasanya yang pahit, Anda dapat mencoba mencampurnya air perasan lemon, teh, madu, ataupun susu. Konsumsi obat batuk alami ini sebanyak dua kali sehari selama mengalami gejala batuk.

Pasalnya, terlalu banyak mengonsumsi jahe bisa menyebabkan sakit perut dan mulas. Anda bisa mengolahnya jadi minuman wedang jahe. Tumbuklah 1 ruas jahe sampai halus, lalu rebus ke dalam 4 gelas air. Setelah mendidih, saringlah air rebusan jahe dan sajikan.

4. Kunyit

Kunyit dapat mengurangi gejala yang disebabkan oleh penyakit batuk, terutama batuk kering. Dalam kunyit, terdapat curcumin yang mana merupakan senyawa antiinflamasi yang mampu melawan partikel asing yang mengakibatkan infeksi di saluran pernapasan.

Cara memanfaatkan kunyit sebagai obat batuk alami adalah dengan menghancurkannya menjadi bubuk halus, lalu mencampurkannya ke dalam satu gelas susu panas. Selain itu, Anda bisa mencampur kunyit dengan garam dalam teh yang dilarutkan dalam 4 gelas air untuk meredakan rasa gatal pada tenggorokkan.

Usahakan untuk tak meminum air putih setelah mengonsumsi ramuan kunyit ini. Air putih dapat menghambat kerja dari senyawa anti-inflamasi yang terkandung pada kunyit.

5. Nanas

Nanas mengandung bromelanin, ,memiliki sifat anti-inflamasi yang efektif untuk meredakan peradangan di saluran napas yang memicu terjadinya batuk. Kandungan bormelain yang tersusun dari enzim proteolytic dan protease ini  dapat memecah dahak yang menggumpal di bagian tenggorokan dan paru-paru.

Sebagai obat batuk kering tradisional, Anda bisa mengonsumsi buah nanas segar atau mengolahnya menjadi jus. Anda bisa mengonsumsi buah ini setidaknya 2-3 kali sehari untuk meredakan batuk kering. Namun, sebelum mencoba menggunakan nanas sebagai obat batuk alami untuk ibu hamil, pastikan Anda tidak memiliki alergi terhadap buah ini, ya.

6. Bawang putih

Bawang putih merupakan salah satu obat batuk alami untuk ibu hamil yang paling mudah diperoleh. Bau menyengat yang dihasilkan saat mengunyah bawang putih secara langsung dapat menghentikan batuk.

Bawang putih bisa mencegah terjadinya infeksi lanjutan yang dapat menyebabkan batuk, misalnya pneumonia atau bronkitis. Hal ini karena bawang putih memiliki sifat antivirus, antibakteri, dan antimikroba yang dinilai efektif untuk membunuh berbagai organisme penyebab penyakit.

Selain dimakan langsung,  Anda bisa mencampurkan bawang putih yang telah dihaluskan dengan madu dan teh. Minumlah larutan ini paling tidak dua kali sehari untuk meredakan batuk dan rasa sakit di tenggorokan.

7. Thyme

Thyme adalah tanaman herba asal Mesir yang juga bisa digunakan sebagai obat batuk untuk ibu hamil. Daun ini mengandung senyawa antioksidan flavonoid yang bisa membantu meredakan peradangan di tenggorokan.

Untuk memanfaatkan thyme sebagai obat batuk alami, Anda bisa menyeduh 2 sendok teh daun thyme kering dalam 1 cangkir air panas. Kemudian, aduk rata dan tunggu selama beberapa menit hingga daun meresap. Minumlah selagi hangat.

8. Sup kaldu hangat

Sup yang dibuat dari campuran kaldu tulang, bawang putih, dan sedikit kunyit dapat menjadi obat batuk alami untuk ibu hamil.

Ketika Anda mengalami batuk berkepanjangan, kadar cairan tubuh cenderung menurun sehingga Anda pun rentan mengalami dehidrasi. Kaldu tulang memiliki kandungan elektrolit (natrium) yang sehingga tubuh dapat lebih mudah menyerap cairan yang masuk.

Senyawa aktif allicin dalam bawang putih memiliki fungsi antivirus, antimikroba, dan antijamur yang ampuh membunuh berbagai organisme penyebab batuk. Sementara itu, kunyit bekerja melawan peradangan yang bikin batuk tak tuntas dan tenggorokan gatal.

9. Daun mint

Daun mint atau pepermin mengandung menthol yang mampu memberikan efek hangat dan lega pada tenggorokan, sekaligus mengencerkan lendir di saluran pernapasan.

Cara terbaik untuk mengonsumsi obat batuk alami untuk ibu hamil ini adalah dengan menghirup uap hangat dari campuran 4 tetes minyak atsiri daun mint dalam secangkir air panas.

Akan tetapi, pilihlah jenis daun yang berkualitas agar manfaatnya terasa maksimal. Daun mint yang masih segar memiliki warna hijau cerah dan tidak bernoda.

Cara lain mengobati batuk pada ibu hamil

Di samping mengonsumsi obat batuk alami untuk ibu hamil, Anda juga bisa melakukan sejumlah langkah sederhana untuk meredakan batuk.

Tidak sekadar memperbanyak istirahat, kualitas waktu istirahat juga perlu ditingkatkan. Selama beristirahat pastikan Anda tidak melakukan pekerjaan berat dan perbanyaknya minum air putih dan vitamin yang memperkuat daya tahan tubuh.

Saat Anda jatuh sakit, tubuh memerlukan banyak energi agar mampu memerangi infeksi, sehingga bisa menyebabkan ibu hamil gampang merasa kelelahan. Selain itu, kadar cairan tubuh juga lebih banyak berkurang. Minum banyak air putih dapat menghindari risiko dehidrasi. 

Pastikan juga kualitas udara di dalam ruangan tetap dalam tingkat kelembapan ideal. Udara yang kering dapat memperburuk kondisi batuk yang dialami ibu hamil.

Sebaliknya, menghirup udara lembab dapat membantu melarutkan dahak yang menggumpal di sepanjang saluran pernapasan. Penggunaan humidifier di dalam ruangan mampu melembabkan udara di sekitar.

Baca Juga:

Sumber