Apakah Flu Bisa Sebabkan Kematian? Begini Penjelasannya

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum

Bagi kebanyakan orang, flu ditandai dengan gejala umum seperti badan panas, demam atau menggigil, batuk, pilek, hidung tersumbat, dan kelelahan. Dalam kasus yang lebih parah, ada beberapa kasus kesehatan yang menemukan beberapa orang meninggal karena flu. Benarkah flu bisa menyebabkan kematian?

Apa itu sakit flu?

Flu, atau influenza, adalah infeksi virus pada pernapasan. Influenza datang secara tiba-tiba, berlangsung selama 7 sampai 10 hari, dan biasanya hilang begitu saja. Kebanyakan orang sembuh lama kelamaan.

Namun, bagi orang tua, balita, dan orang dengan imunitas yang lemah, flu bisa memicu kondisi yang lebih parah dan bahkan mengakibatkan kematian akibat komplikasi. Tipe lain dari flu adalah flu babi (HIN1), flu burung (H5N1, H7N9), dan lain-lain.

Setiap tahun terdapat 10% hingga 15% kasus flu, memengaruhi 250.000 – 500.000 orang. Jenis baru dari influenza A/H1N1 menyebabkan wabah pada Juni 2009. Kebanyakan orang terjangkit flu pada musim hujan dan menjelang pergantian musim.

Pneumonia juga yang menjadi penyebab orang meninggal karena flu

Menurut profesor Dominic Dwyer, dilansir dari Sidney Morning Herald, yang juga sebagai dokter virologi dan penyakit menular di Westmead Hospital, kebanyakan orang yang meninggal akibat flu sebetulnya tidak terbunuh oleh infeksi influenza itu sendiri.

Flu hanyalah menjadi gejala awal dari adanya komplikasi penyakit pernapasan yang bisa menjadi fatal akibatnya. Namun, komplikasi flu yang bisa menyebabkan kematian sering kali disebabkan oleh pneumonia.

Bakteri Staphylococcus dan pneumococcus yang lewat di tenggorokan dan hidung dapat menembus lapisan mukosa saluran pernapasan yang rusak setelah Anda terkena flu. Kerusakan akibat flu ini bisa menjadikan “gerbang masuk” bagi bakteri atau virus ganas lainnya untuk masuk ke paru-paru atau aliran darah, yang mana bisa membuat tubuh terkena infeksi berbahaya.

Paru-paru yang rusak akibat flu juga bisa membuat tubuh seseorang jadi rentan terhadap infeksi bakteri. Profesor Dwyer juga menyatakan bahwa bakteri bisa tumbuh dan berdiam di dalam paru, yang biasanya akan bermukim di bagian lobis atau bahkan kedua paru-paru.

Flu juga bisa membuat kondisi kesehatan organ tubuh lain jadi lebih buruk, tidak hanya paru-paru. Kondisi ini meliputi penyakit jantung, ginjal, dan hati. Ini terutama lebih berisiko untuk terjadi pada orang yang memiliki sistem kekebalan imun yang lemah, anak-anak, dan orang yang berusia lanjut lebih rentan kena flu dan mengalami komplikasi.

sakit flu dialami laki-laki lebih parah

Lakukan pencegahan dengan suntik flu

Disari dari CNN, Centrals for Disease Control (CDC) Amerika Serikat, merilis data statistik para korban yang meninggal karena flu. Penyakit flu pada beberapa waktu kadang sudah menjadi sebuah wabah atau mencapai tahap epidemik. Pasalnya, tahun 2016 lalu saja telah ada 15 anak yang dilaporkan meninggal karena flu, salah satunya terdapat balita. Tapi CDC tidak bisa memastikan apakah mereka yang meninggal karena flu itu pernah menerima vaksin atau tidak.

Nah, vaksin flu atau influenza adalah vaksin yang melindungi tubuh kita dari influenza. Berhubung perkembangan virus influenza sangat cepat, versi baru vaksin ini akan muncul dua kali dalam setahun, dengan efektivitas yang bervariasi setiap tahunnya, kebanyakan vaksin influenza memberikan perlindungan sedang hingga tinggi terhadap influenza.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) merekomendasi hampir semua orang di atas 6 bulan untuk mendapatkan vaksin flu setiap tahunnya. Terutama untuk wanita hamil, balita, orang-orang dengan kondisi penyakit lain, dan pekerja layanan kesehatan.

Selain suntik flu, Anda juga bisa meningkatkan kekebalan tubuh dengan cara makan dengan gizi seimbang, rutin berolahraga, dan istirahat yang cukup.

Baca Juga:

Yang juga perlu Anda baca