Batuk Tidak Sembuh-sembuh Meski Sudah Minum Obat, Apa yang Bisa Dilakukan ?

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum

Batuk merupakan hal yang sangat sering terjadi. Namun, bila batuk tidak sembuh juga meski sudah minum obat, bahkan terjadi dalam waktu yang sangat lama, tentu rasanya akan sangat mengganggu. Jadi apa yang bisa Anda lakukan selain minum obat?

Apa yang dimaksud dengan batuk kronis?

Batuk kronis merupakan batuk yang terjadi selama lebih dari 8 minggu. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, batuk kronis terjadi sebanyak 3,3 persen sampai 12 persen pada orang di seluruh dunia.

Penyebab batuk kronis tersering pada pasien yaitu adanya gangguan pada saluran napas seperti asma, bronkitis, dan infeksi paru-paru (misalnya tuberkulosis); konsumsi obat penurun tekanan darah golongan ACE inhibitor; serta penyakit refluks asam lambung (GERD atau sering disebut maag).

Biasanya, batuk tidak sembuh juga meskipun Anda sudah minum obat batuk. Apalagi kalau Anda punya kebiasaan yang tidak sehat seperti merokok atau sering berada di tempat yang tingkat polusi udaranya sangat tinggi.

Apa yang harus dilakukan kalau batuk tidak sembuh juga?

Bila Anda sudah mengalami batuk yang tidak sembuh juga selama delapan minggu atau lebih, segera periksa ke dokter. Pasalnya, cara terbaik untuk menyembuhkan batuk kronis adalah dengan mendeteksi penyebabnya.

Coba perhatikan apakah Anda mengalami gejala atau punya keluhan kesehatan selain batuk tidak sembuh. Misalnya perut terasa perih, sesak napas, napas berbunyi seperti siulan lirih (mengi), dada panas seperti terbakar (heartburn), dan batuk darah.

Beri tahu dokter bila Anda mengalami gejala-gejala tersebut karena bisa menjadi acuan untuk diagnosis dan pemeriksaan. Setelah itu, berikut adalah hal-hal yang bisa Anda lakukan untuk mengatasi masalah batuk tidak sembuh.

1. Minum obat-obatan dari dokter secara rutin dan sesuai aturan

Bila batuk kronis disebabkan oleh refluks asam lambung atau GERD, maka Anda mungkin diberikan obat maag jenis PPI (proton pump inhibitor) hingga gejala menghilang atau terkontrol. Pengobatan harus diberikan secara berkelanjutan selama tiga bulan berikutnya.

Hal ini disebabkan karena GERD merupakan gangguan yang bersifat kronis. Apabila pengobatan langsung dihentikan, maka batuk dapat muncul lagi sehingga pengobatan harus dihentikan secara bertahap.

Obat maag dapat dikonsumsi 30-60 menit sebelum makan (sebelum sarapan dan makan malam). Namun, sebaiknya pastikan lagi ke dokter atau apoteker yang menangani Anda.

Sementar itu, kalau pasien mengalami penyakit bronkitis, maka Anda mungkin diberikan obat kortikoseteroid yang dihirup dan hindari dulu paparan terhadap alergen.

2. Menyesuaikan dosis dan jenis obat tertentu

Ya, batuk kronis bisa dipicu oleh penggunaan obat untuk menurunkan tekanan darah (tensi), tepatnya yaitu obat jenis ACE inhibitor. Terutama kalau Anda memang tidak menunjukkan gejala-gejala pencernaan atau pernapasan lainnya.

Bila batuk disebabkan karena konsumsi ACE inhibitor, maka penggunaan obat ini dapat dihentikan atau diganti dengan obat tekanan darah tinggi yang lebih aman dan berasal dari golongan lain.

3. Menjalani gaya hidup sehat

Menghindari makanan manis, makanan pedas, dan lain-lain adalah cara untuk melindungi tenggorokan atau hidung Anda dari peradangan yang mungkin akan bertambah serius.

Selain itu, sangat penting buat Anda untuk berhenti merokok dan menjauhi lingkungan yang banyak asap rokok maupun polusinya.

Baca Juga:

Sumber
Yang juga perlu Anda baca