Seks dan hasrat seksual adalah bagian alami dari semua insan manusia. Tak terkecuali pada orang-orang dengan autisme. Namun begitu, menjalani hubungan seks untuk autisme mungkin akan sedikit berbeda dengan seks pada umumnya. Pasalnya, autisme dapat memengaruhi bagaimana Anda berinteraksi dan berkomunikasi dengan orang lain, termasuk dengan pasangan Anda.

Tapi jangan khawatir. Beragam tips seks untuk autisme di bawah ini bisa Anda simak untuk memanaskan malam-malam Anda dan pasangan di ranjang.

Tips dan trik menjalani hubungan seks untuk autisme

1. Bicara pada orang-orang yang Anda percayai

Gejala autisme pada dasarnya sudah muncul dan berkembang semenjak dalam masa tumbuh kembang anak, tapi dapat tersamarkan hingga ia beranjak dewasa karena gejalanya bisa tidak muncul sepenuhnya. Itu sebabnya banyak orang yang terlambat menerima diagnosis autisme sampai mereka beranjak dewasa.

Agar seks bersama pasangan dapat terasa nyaman, ada baiknya ceritakan kekhawatiran hal ini pada seseorang yang Anda percayai. Jangan menganggap hal ini sebagai sesuatu yang memalukan dan tabu. Tanyakan hal-hal yang belum Anda mengerti pada orang lain, dengan begitu Anda akan paham dan bisa melakukannya.

Bila perlu, Anda bisa menanyakan hal ini langsung pada dokter, terutama terkait pertanyaan mengenai seputar kesehatan seks atau pengunaan kontrasepsi. Anda bisa mengajak keluarga atau teman terdekat untuk menemani Anda.

2. Bedakan ruang publik dan ruang pribadi

Penting untuk mengetahui ruang mana yang bersifat publik dan bersifat pribadi sehingga Anda dapat mengetahui etika dan aturan mana yang akan digunakan. Ada berbagai perilaku dan tindakan berbeda yang diperbolehkan di area “pribadi”, tapi tidak diperkenankan di ruang ‘publik’. Begitu juga sebaliknya. Pada umumnya, aktivitas seksual tidak diizinkan di ruang publik. Hal ini karena bisa membuat orang lain merasa tidak nyaman atau bahkan marah dan bisa membuat Anda rentan disalahpahami. Hal ini juga terkadang bertentangan dengan hukum sehingga Anda berpotensi mengalami masalah.

Pada umumnya, seks boleh dan aman dilakukan di ruang pribadi. Sederhananya, ruangan pribadi adalah tempat personal/privat milik Anda di mana Anda bisa merasa sepenuhnya aman dan nyaman. Hanya Andalah yang boleh memasuki ruang pribadi tersebut, dan jika orang lain ingin memasukinya mereka harus izin terlebih dulu. Ini termasuk kamar tidur dan kamar mandi pribadi. Atau bahkan rumah Anda, jika Anda tidak tinggal bersama orang lain. Namun jika Anda berada di ruang pribadi Anda sendiri dan ada orang lain (kecuali pacar atau suami/istri), sekarang tempat itu menjadi ruang publik.

3. Anda hanya harus percaya diri

Jangan membandingkan kemampuan Anda dengan orang lain, tidak perlu membayangkan bahwa Anda berbeda dan “rasanya” pasti juga akan berbeda. Anda terkadang takut tidak bisa membahagiakan pasangan di ranjang, kenyataannya, seseorang yang hidup bersama Anda sekarang adalah seseorang yang telah menerima “kondisi istimewa” Anda. Jadi tidak ada alasan untuk Anda merasa khawatir.

4. Ketahui apa yang membuat Anda dan pasangan nyaman dan tidak

Seks bukan hanya soal memasukkan penis ke dalam vagina atau memenuhi hasrat seksual Anda. Kegiatan intim yang satu ini harus dibarengi dengan rasa cinta dan kasih sayang, dengan begitu Anda bisa menikmatinya.

Jika pasangan Anda merasa tidak nyaman dengan apa yang Anda lakukan, Anda tidak boleh meneruskannya atau memaksanya. Tanyakan dengan nada pelan atau berbisik mesra, apa yang dia sukai, atau apa yang harus Anda lakukan untuk membuatnya senang. Menanyakan hal ini membuat Anda mengerti apa yang harus Anda lakukan untuk mencapai kenikmatan bersama.

Begitu juga sebaliknya, jika ada sesuatu hal yang Anda tidak sukai, katakan langsung pada pasangan, jangan takut hal ini akan merusak acara intim Anda berdua. Sangat penting untuk menghargai diri sendiri dan tahu apa yang Anda sukai dan tidak, serta minat dan kebutuhan Anda. Anda harus yakin untuk mengkomunikasikan hal-hal ini kepada pasangan Anda.

Anda juga harus yakin untuk menghormati pasangan Anda, dan hak mereka untuk memiliki kebutuhan yang berbeda dengan Anda dan untuk mengungkapkan kebutuhan tersebut. Hubungan adalah tentang komunikasi, negosiasi, dan kesepakatan bersama. Sebuah hubungan tanpa hal-hal ini tidak dapat berlangsung lama.

Baca Juga:

Sumber
Ingin hidup lebih sehat dan bahagia?
Dapatkan update terbaru dari Hello Sehat seputar tips dan info kesehatan
Yang juga perlu Anda baca