Autisme adalah gangguan saraf yang memengaruhi perkembangan seseorang. Karena itu, anak atau orang dewasa dengan autisme mengalami kesulitan untuk berkomunikasi dan berinteraksi dengan orang lain. Namun, tidak jarang bagi anak yang tidak punya autisme untuk mengalami masalah perkembangan. Jadi, tes autisme apa saja yang perlu dilakukan sebelum dokter memberikan diagnosis? Simak artikel berikut ini.

Skrining perkembangan

Screening atau skrining perkembangan adalah tes autisme singkat untuk menguji apakah anak Anda mengalami keterlambatan perkembangan. Dokter akan mengajukan beberapa pertanyaan pada Anda menyangkut perkembangan anak Anda dan ia mungkin akan berbicara atau bermain dengan anak Anda. Tujuannya untuk melihat caranya belajar, berbicara, bergerak, berperilaku, bereaksi, dan berinteraksi dengan orang lain.

Nah, keterlambatan bisa menjadi tanda dari masalah perkembangan. Jadi bila kemampuan anak cenderung terlambat dibandingkan dengan anak-anak usianya, Anda perlu waspada.

Anak Anda harus melakukan skrining di usia 9 bulan, 18 bulan, dan 24 atau 30 bulan. Ia mungkin harus menjalani skiring tambahan jika ia lahir prematur, memiliki berat lahir yang ringan, atau mengalami masalah lainnya. 

Penilaian perilaku

Dokter akan mengajukan beberapa pertanyaan untuk menentukan jenis keterlambatan perkembangan yang dialami anak Anda.

Pertama, dokter akan mengulas rekam medis (riwayat kesehatan) anak Anda. Selama wawancara, dokter akan mengajukan pertanyaan menyangkut perkembangan anak Anda, seperti apakah ia menunjuk barang-barang bila ia menginginkan sesuatu. Seorang anak penderita autisme sering kali diam saja, tidak menunjuk apa pun jika ingin memberi tahu apa yang ia inginkan. Ia juga biasanya tidak memeriksa apakah orangtuanya melihat ke barang tersebut.

Kemudian, dokter akan menggunakan panduan diagnostik untuk mendapatkan penilaian perilaku anak Anda yang mungkin berkaitan dengan gejala utama autisme. Contoh gejala utama autisme adalah fokus yang tidak lazim pada beberapa hal. Ini berarti anak penderita autisme seringkali berfokus pada bagian-bagian suatu mainan, tetapi ia tidak ingin bermain dengan mainan tersebut secara keseluruhan dan ia tidak dapat memahami mainan tersebut.

Tes perkembangan dan kecerdasan bisa digunakan untuk menilai apakah keterlambatan perkembangan berpengaruh pada pemikiran dan kecerdasan anak Anda.

Penilaian fisik

Penilaian fisik digunakan untuk memeriksa apakah masalah fisik menyebabkan gejala anak Anda. Dokter akan mengukur tinggi, berat, dan lingkar kepala untuk memastikan bahwa anak Anda tumbuh dengan normal.

Tes pendengaran juga digunakan untuk memeriksa kemampuan mendengar anak Anda. Dokter juga akan memeriksa jika ada kaitan antara masalah pendengaran dan keterlambatan perkembangan, termasuk yang berkaitan dengan kemampuan bahasa.

Tes laboratorium

Tes autisme lewat laboratorium juga digunakan untuk menentukan apakah masalah fisik yang menyebabkan gejala autisme pada anak Anda. Biasanya hal ini dilakukan lewat tes DNA (genetik). 

Tes keracunan timbal mengukur jumlah timbal dalam darah anak Anda. Timbal adalah logam beracun yang dapat menyebabkan kerusakan otak dan bagian tubuh lainnya. Tes autisme ini bisa dilakukan dengan cara mengambil sampel darah. Menurut situs kesehatan WebMD, anak yang mengidap autisme punya kemungkinan lebih besar mengalami keracunan timbal. Ini karena anak mungkin suka makan atau memasukkan benda-benda asing ke mulutnya. 

Pindai (scan) MRI bisa menunjukkan gambar detail dari otak dan membantu dokter menentukan apakah tanda perbedaan pada struktur otak bisa menyebabkan gejala seperti autisme.

Analisis kromosom akan dilakukan jika anak Anda dicurigai memiliki kelainan kecerdasan (yang ditandai dengan kemampuan mental dan kecerdasan di bawah rata-rata dan kurangnya keterampilan dasar untuk hidup).

Diagnosis autisme bisa jadi sulit ditegakkan karena bisa bervariasi dari satu orang ke orang lainnya. Jika Anda berpikir bahwa anak Anda mengidap autisme, berkonsultasilah pada dokter sesegera mungkin. Sejumlah penilaian dan tes autisme akan dilakukan untuk membantu para spesialis mendeteksi apakah yang dialami anak itu benar autisme.

Hello Health Group tidak menyediakan nasihat medis, diagnosis, maupun pengobatan.

Baca Juga:

Sumber
Yang juga perlu Anda baca