Anak autisme biasanya mempunyai gangguan kemampuan sosial, tidak dapat fokus, dan kurang memiliki rasa empati dan simpati pada sesama. Sudah ada berbagai terapi yang dapat diterapkan untuk membantu anak dengan autisme salah satunya adalah dengan animal-assisted therapy, yaitu terapi yang melibatkan hewan dalam tindakan terapinya. Tujuan dari terapi tersebut adalah untuk membantu orang sembuh dari gangguan mental, salah satunya anak dengan autisme.

Memiliki hewan peliharaan ternyata dapat menjadi salah satu terapi yang baik untuk anak yang menderita autisme. Sebuah penelitian yang dilakukan pada anak dengan autisme menunjukkan bahwa anak yang mempunyai hewan peliharaan lebih mudah untuk bersosialisasi dan berinteraksi dengan orang baru.

Meningkatkan kemampuan fisik anak

Berbagai penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar keluarga yang memiliki anjing, rutin mengajak hewan peliharaannya tersebut untuk berjalan-jalan keluar rumah sekitar 30 menit dalam seminggu. Hal ini dapat meningkatkan kemampuan fisik mereka, karena tanpa disadari, dengan mengajak hewan peliharaan tersebut berjalan santai atau bermain, ini mendorong mereka untuk bergerak aktif. Selain itu, permainan-permainan kecil yang dilakukan oleh anak dengan hewan peliharaannya dapat meningkatkan kemampuan fisik, seperti meningkatkan kemampuan motorik, melatih keseimbangan anak.

Dengan melakukan hal tersebut secara berkala, dapat juga menurunkan tingkat depresi pada anak. Hanya dengan mengelus-elus hewan peliharaan, dapat membuat tubuh anak rileks dan meningkatkan hormon yang bertugas untuk menurunkan stress. Aktivitas dengan hewan peliharaan juga dapat meningkatkan kesehatan tulang anak.

Meningkatkan kesehatan mental anak

Penelitian yang dilakukan pada tahun 2007, menerapkan terapi Animal-assited Therapy yang menunjukkan bahwa terdapat peningkatan interaksi verbal, fokus, kepercayaan diri, serta menghilangkan rasa kesepian, kegelisahan, dan stress pada anak autisme. Adanya kegiatan yang rutin dengan hewan peliharaan membuat anak belajar untuk mengelola emosi, seperti sekadar memandangi ikan peliharaan dari luar akuarium, cukup dapat membuat anak menghilangkan stress dan memenangkan diri. Secara tidak langsung, anak bertanggung jawab untuk merawat, memberikan makan, dan perhatiannya kepada hewan peliharaan tersebut. Hal ini tentu saja dapat meningkatkan rasa tanggung jawabnya. Merawat hewan peliharaan adalah salah satu cara untuk menumbuhkan rasa kasih sayang, peduli, serta perhatian pada sesama.

Meningkatkan interaksi sosial

Hewan peliharaan membuat anak berani untuk memulai hubungan yang baru, meningkatkan keinginan untuk bergabung dengan kelompok. Selain itu, diketahui juga dari penelitian tersebut bahwa anak yang memiliki hewan peliharaan lebih baik dalam hal memperkenalkan dirinya kepada orang lain, memberikan informasi yang lebih baik, dan memberikan lebih banyak respon jika diajak berinteraksi. Hubungan yang terjadi antara anak dengan hewan peliharaan dapat menumbuhkan rasa empati dan simpati pada anak.

Meningkatkan kekebalan tubuh anak

Anak yang tumbuh di keluarga yang memiliki hewan peliharaan terbukti mempunyai sistem kekebalan tubuh yang lebih baik dibandingkan dengan keluarga yang tidak memiliki hewan peliharaan. Hal ini dinyatakan dalam beberapa studi yang menyebutkan bahwa hewan peliharaan dapat membantu ‘majikannya’ terhindar dari alergi. Penelitian lain juga menyebutkan bahwa anak yang tinggal dan tumbuh dengan ada kucing atau anjing di sekitarnya, lebih jarang mengalami panas dan asma.  Hal ini juga terjadi pada sebuah studi yang dilakukan di University of Wisconsin, anak yang sering berinteraksi dengan kucing, memiliki tingkat kekebalan tubuh yang kuat dan terhindar dari masalah pernafasan kronis.

Meningkatkan wawasan

Berinteraksi dengan hewan peliharaan juga dapat membantu anak untuk meningkatkan dan memperluas wawasannya, seperti tentang ukuran, warna. Penelitian pernah dilakukan pada anak usia sekolah dan menunjukkan bahwa anak-anak sering membacakan buku di depan hewan peliharaannya dan hal tersebut dapat membantu anak untuk meningkatkan kemampuan membacanya. Selain itu, dapat mengembangkan keterampilan komunikasi non-verbal, Intellegent Quotient, dan kecerdasan emosional.

BACA JUGA:

Sumber
Yang juga perlu Anda baca