Asupan nutrisi yang tepat memberi Anda atau anak Anda tubuh yang lebih kuat dan pikiran yang lebih bahagia. Jika menyangkut autisme, makan dengan sehat dapat membantu mengurangi gejala dan keluhan seputar gangguan perkembangan ini. Akan tetapi, banyak tantangan yang harus dihadapi orang dengan autisme untuk memenuhi kebutuhan zat gizinya sehari-hari. Misalnya susah makan, punya alergi makanan tertentu, dan sebagainya. Lalu bagaimana cara memenuhi asupan nutrisi untuk penderita autisme? Berikut tips-tips jitunya. 

Mencoba jenis makanan baru

Biasanya seorang pengidap autisme sangat sensitif terhadap rasa, bau, warna, atau tekstur makanan. Apalagi makanan yang asing baginya. Orang dengan autisme mungkin merasa tidak tahan dengan warna makanan yang terlalu mencolok. Misalnya pisang yang belum dikupas. Rasa makanan yang terlalu tajam seperti cabai juga akan membuat selera makan orang dengan autisme hilang dalam sekejap. Maka dari itu, mencoba makanan baru jadi hampir mustahil. 

Untuk menyiasatinya, Anda dapat menggunakan cara ini. Ajaklah pengidap autisme ke supermarket atau pasar. Lantas, minta dia untuk memilih sendiri makanan yang dia sukai. Sesampainya di rumah, amati makanan tersebut dan cobalah untuk menentukan cara untuk menyajikannya dalam makanan yang seimbang. Begitu Anda selesai memasak, anak Anda mungkin tidak ingin memakannya. Ini normal—ia mungkin membutuhkan waktu untuk membiasakan diri dengan makanan baru.

Selain itu, kalau ingin memperkenalkan jenis makanan baru, usahakan agar cara memasaknya yang sudah umum dan sudah pernah dicoba anak. Misalnya Anda ingin memperkenalkan daging kalkun. Tidak perlu membuat masakan yang sepenuhnya baru karena hal itu bisa bikin pengidap autisme semakin sulit makan. Olah daging kalkun sebagaimana Anda mengolah ayam, misalnya dengan cara direbus.

Tetapkan rutinitas waktu makan

Waktu makan bisa jadi lebih sulit untuk anak-anak atau orang dewasa penderita autisme. Pasalnya, pengidap autisme mungkin merasa tidak nyaman dengan cahaya, pengaturan perabotan, atau aroma masakan yang kuat di ruang makan.

Nah, menetapkan rutinitas waktu makan bisa membantu mereka menyesuaikan diri. Anda bisa mencoba menyajikan makanan di waktu yang sama setiap harinya untuk membantu mengurangi stres pada pengidap autisme.

Anda juga harus memikirkan kekhawatiran anak Anda dan mencoba untuk membuat waktu makan menjadi lebih mudah baginya. Pilihlah cahaya lampu yang lebih redup daripada lampu yang terang benderang bisa menjadi ide yang bagus. Biarkan anak Anda mengonsumsi makanan favorit yang disajikan atau biarkan ia memilih makanan, teman makan, atau tempat duduk favoritnya. Anak Anda mungkin akan merasa lebih nyaman.

Pola makan khusus

Pertimbangkan tentang pola makan khusus untuk anak atau orang dewasa yang mengidap autisme. Pola makan khusus dapat membantu memenuhi kebutuhan nutrisi untuk penderita autisme. Dilansir dari situs kesehatan WebMD, jenis makanan tertentu seperti kedelai, gluten, atau kasein bisa memperparah kondisi atau gejala orang yang mengidap autisme.

Dalam situasi ini, menghindari bahan-bahan makanan tersebut bisa membantu. Diet bebas gluten dan bebas kasein diyakini menjadi pilihan yang baik untuk anak-anak penderita autisme. Anda juga bisa mencobanya.

Periksa label makanan sebelum dibeli

Memeriksa label makanan yang ingin Anda beli dapat membantu Anda mengetahui apa yang sebenarnya terkandung dalam kemasan tersebut. Yang perlu dicek antara lain bahan makanan, nutrisi, atau bahan kimia yang terkandung.

Anda bisa mengetahui produk makanan apa yang kaya vitamin, mineral, protein, lemak, dan serat. Dengan begitu, Anda dapat menyajikan makanan yang paling bernutrisi bagi penderita diabetes. Anda juga dapat menghindari makanan yang mengandung bahan makanan tertentu yang bisa memperburuk autisme anak Anda (misalnya gluten dan kasein). 

Konsultasi nutrisi untuk penderita autisme

Dokter, ahli gizi, atau ahli diet dapat memberikan saran yang bermanfaat. Mereka adalah pakar yang memahami seperti apa persisnya kebutuhan nutrisi untuk penderita autisme.

Ajukan pada tenaga kesehatan jika Anda memiliki pertanyaan tentang pola makan penderita autisme. Mereka juga bisa membantu Anda dalam membuat waktu makan menjadi lebih mudah dan kegiatan makan menjadi lebih menyenangkan, karena mereka mengetahui berbagai tantangan penderita autisme saat makan.

Selain itu, konsultasikan pada dokter sebelum Anda membuat perubahan pola makan apa pun. Anda juga bisa bertanya lebih jauh soal makanan pantangan autisme dan bagaimana cara menghindarinya. 

Nutrisi memainkan peran penting untuk kondisi medis seperti autisme. Dengan beberapa tips bermanfaat di atas, Anda dapat membantu penderita autisme mendapatkan asupan makanan yang lebih baik.

Hello Health Group tidak menyediakan nasihat medis, diagnosis, maupun pengobatan.

Baca Juga:

Sumber
Yang juga perlu Anda baca